Entri Populer

Ketika Bencana Tiada Henti mengakhiri

Diposkan oleh jundullah-online Kamis, 01 Oktober 2009


sekitar 100-200 korban tewas, 500 bangunan rusak atau hancur. Ada sekitar seratus orang lagi yang masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan, baik yang ada di sekolah maupun di bawah reruntuhan sejumlah gedung itu. Data utu diperoleh BNPB berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) daerah Padang.
Ribuan warga Kota Padang masih terjebak di antara reruntuhan gedung, rumah, hingga pertokoan yang rubuh akibat gempa itu.Data yang diperoleh pada pukul 02.00 WIB itu, diperkirakan akan terus bertambah mengingat ratusan orang masih belum diketahui nasibnya karena tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.
Mengutip lirik lagu dari salah satu grup musik di indonesia"Apa salahku?apa salah ibuku?hidupku dirundung pilu?" dan sedikit bait dari Ebit G Ade "....mengapa ditanahku terjadi bencana?mungkin alam telah bosan ? melihat tinggah kita yang selalu salah dan bangga tentang dosa-dosa.."
Tentu kita teringat tentang cerita dijaman ke kholifahan Abu Bakar As-Siddiq dimana saat itu terjadi gempa bumi disalah satu wilayahnya maka di langsung datang ketempat kejadian,akan tetapi bukan berapa jumlah harta benda yang hilang dan bukan pula berapa jumlah orang yang meninggal akan tetapi,beliau katakan:
"Dosa apa yang kalian lakukan...?
maksiat apa yang kalian biarkan...?
sehingga bala bencana menimpa kalian...?"
Dan sekarang coba kita tanyakan pada diri kita masing-masing
1.Adakah dosa-dosa yang kita lakukan?
2.Adakah maksiat yang kita biarkan tanpa kita berusaha mencegahnya?
Cobalah tengok lingkungan kita
Berapa persen jumlah muslimah yang menutup auratnya..?
Berapa baris jumlah shof yang ada didalam masjid sekitar kita terus coba bandingkan dengan banyaknya orang yang hadir di acara konser-konser musik?
Sudah adilkah pemimpin-pemimpin
Sedang mereka itu saudara-saudara kita sendiri,atau bahkan diri kita sendiri,lalu pantaskah jika Allah Swt menimpahkan berbagai adzab dari langit.
Tidak cukupkah pelajaran yang kita ambil dari musibah Stunami di Aceh?
Tidak cukupkah pelajaran yang kita petik dari musibah di Situ gintung?
tidak cukupkah pelajaran yang menjadikan kita lebih mendekatkan diri kepada allah Swt atas gempa di Padang?
Kurang banyakah jumlah korban diantara mereka ,ataukah adzab itu harus menimpah kita terlebih dahulu sehingga kita akan tersadar dari banyaknya maksiat yang kita lakukan?
Tentunya ayat Al-Qur an ini dapat menjadi pengingat diantara kita
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). ” (Asy-Syura: 30)
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Ar-Rum: 41)
“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari ni’mat-ni’mat Allah. karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” (An-Nahl: 112)
Umar bin al-Khaththab menulis surat kepada panglima Sa’ad bin Abi Waqqash di Irak, “Janganlah kalian mengatakan, ‘Sesungguhnya musuh kita lebih jahat daripada kita sehingga tak mungkin mereka mengalahkan dan menguasai kita. Sebab terkadang suatu kaum dikuasai oleh kaum yang lebih jahat dari mereka sebagaimana kaum Bani Israil dikuasai oleh orang-orang kafir Majusi, disebabkan oleh perbuatan maksiat mereka. Maka, mohonlah pertolongan kepada Allah atas diri kalian, sebagaimana mohon pertolongan atas musuh-musuh kalian.



Artikel Terkait:

0 komentar

Poskan Komentar