Entri Populer

Diposkan oleh jundullah-online

Alkisah dua orang aktivis masjid dari dua generasi yang berbeda sedang bercengkerama. Aktivis yang lebih tua telah menjadi pemimpin sebuah kelurahan. Sementara aktivis yang lebih muda adalah pegawai kantor kelurahan. Keduanya berbincang di rumah aktivis yang lebih tua. “Pak gimana sih rasanya menjadi pemimpin?” tanya aktivis yang lebih muda. “Ya jelas enak lah, kalau tidak enak mana saya mau bersusah payah dan berkorban agar menjadi pemimpin,” jawab aktivis yang lebih tua dengan mantap. Aktivis yang lebih muda itu terhenyak sesaat. Kemudian ia tersenyum. Dalam hatinya ia merenung, benarkah menjadi pemimpin itu enak? Padahal ia mengetahui persis bahwa aktivis seniornya itu harus merogoh koceknya lebih dari 100 juta untuk bisa memegang jabatan saat ini. Padahal ia melihat aktivis seniornya itu selalu kelihatan sibuk dan ada seabrek tugas yang harus dikerjakan. Ia bekerja lebih keras dan lebih banyak dibanding sebelum menjadi pemimpin. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa banyak aktivis Islam, aktivis dakwah dan orang shalih berubah drastis saat telah memegang jabatan. Banyak di antara mereka sejak awal harus rela mengumpulkan dana ke sana kemari dan berjuang keras agar bisa mencapai jabatan tersebut, dengan misi memperjuangkan agama Allah dan syariat Allah. Namun saat jabatan yang dicari telah diraih, kondisinya berubah seratus delapan puluh derajat. Jika ia semula orang yang terbiasa hidup sederhana, wara’ dan agak zuhud; maka jabatan telah merubah pola kehidupannya secara lambat namun pasti dan mantap. Rumah mewah, kendaraan mewah, harta melimpah dan berbagai fasilitas hidup luks lainnya menjadi bagian tak terpisahkan dari dirinya. Jika dahulu pergaulannya berkutat pada masjid, jama’ah shalat dan aktivis dakwah; kini berubah menjadi orang-orang berdasi yang lebih enjoy melakukan meeting di hotel, restaurant dan kafe. Jika semula membiayai sekolah anak-anaknya di tingkat pendidikan dasar dan menengah saja ia harus membanting tulang, kini anak-anaknya bisa mengenyam pendidikan di perguruan tinggi yang ternama tanpa ada kesulitan material yang berarti. Banyak hal telah berubah dari kehidupannya, termasuk persoalan visi dan misi perjuangan. Jika semula ingin mengusung agama Allah dan menerapkan syariat-Nya, kini berpuas diri dengan sistem demokrasi sekuler. Jika semula menjunjung tinggi akidah wala’ dan bara’, maka kini kelompok sekuleris, nasionalis dan anti-syariat Islam menjadi kawan akrabnya. Jika semula ingin memuliakan harkat kaum wanita dengan memelihara kodratnya sebagai ibu rumah tangga, maka kini ia tak ragu menerima persamaan gender dan emansipasi wanita versi Barat: tak mengapa 30 persen calon pemimpinnya dari kalangan wanita. Bukan tidak mungkin, jika semula jabatan diniatkan sebagai sarana menegakkan Islam, kini jabatan telah menjadi tujuan dan kue yang diperebutkan. Sungguh benar petuah para ulama rabbani untuk mewaspadai bahaya ketamakan kepada harta dan tahta. Ambisi kepada kekayaan dan jabatan diibaratkan dua ekor srigala lapar yang dilepas pada sekawanan domba. Dengan buas, kedua srigala itu mencabik-cabik dan menelan daging domba yang lemah dan malang itu. Bedanya, jika srigala lapar mencabik-cabik dan memakan daging domba; maka ambisi pada jabatan dan kekayaan mencabik-cabik dan memakan aspek agama pelakunya. Ambisi pada tahta dan harta menggerogoti keimanan, keshalihan dan ketakwaan pelakunya. Jika penggerogotan itu berlangsung lama, tanpa pernah disadari dan diobati oleh pelakunya, maka pada akhirnya keimanan, keshalihan dan ketakwaan aktivis Islam tersebut akan melemah, sakit-sakitan dan bahkan mati. Pada saat itulah umat Islam hanya bisa mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji’un dan bertakbir empat kali atas jenazah si aktivis Islam. Aktivis Islam itu memang masih hidup jasmaninya, namun ruhaninya tak bisa diharapkan lagi oleh umat Islam. Umat Islam telah kehilangan kepercayaan dan ketauladanan dari diri si aktivis Islam tersebut. Bersama lunturnya kepercayaan dan ketauladanan itu, luntur pula cita-cita banyak umat untuk memperjuangkan Islam lewat sarana kekuasaan dan harta. Harta dan tahta sekali lagi telah memakan korbannya. عَنْ كَعْبِ بْنِ عِيَاضٍ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ” إِنَّ لكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً، وَإِنَّ فِتْنَةَ أُمَّتِي الْمَالُ “ Dari Ka’ab bin Iyadh radhiyallahu ‘anhu berkata: Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Sesungguhnya setiap umat memiliki fitnah (godaan dan ujian yang menggelincirkan) sendiri-sendiri, dan fitnah bagi umatku adalah harta.” (HR. Ahmad no. 17471, Tirmidzi no. 2336, Ibnu Hibban no. 3223, Al-Hakim no. 7896 dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam al-Awsath no. 3319. Hadits shahih) عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ الْأَنْصَارِيّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِي غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ، وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ “ Dari Ka’ab bin Malik al-Anshari radiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Dua srigala lapar yang dilepaskan pada sekawanan kambing itu tidak lebih merusak daripada ambisi seseorang kepada harta dan kemuliaan sehingga merusak agamanya.” (HR. Ahmad no. 15784 dan 15794, At-Tirmidzi no. 2376, An-Nasai dalam As-Sunan al-Kubra no. 11796, Ad-Darimi no. 2772, Ibnu Hibban no. 3228, Ibnu Abi Syaibah no. 34380, Al-Baghawi dalam Syarh as-Sunnah no. 4054, Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam al-Kabir, 19/96 no. 189. Hadits shahih) Imam Ath-Thibi rahimahullah mengatakan, “Maksud hadits ini adalah dua ekor srigala lapar yang dilepaskan pada sekawanan kambing itu tidak lebih besar merusak (membahayakan) kawanan kambing tersebut, daripada ambisi seseorang kepada harta dan kekusaan. Sebab ambisi tersebut lebih keras merusak agama seseorang daripada kerusakan yang ditimbulkan oleh dua ekor srigala lapar apabila dilepaskan pada sekawanan kambing.” (Al-Mubarakfuri, Tuhfat al-Ahwadzi Syarh Sunan at-Tirmidzi, 7/39) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: “Seringkali jiwa itu dicampuri oleh syahwat-syawat tersembunyi yang merusak rasa cinta jiwa itu kepada Allah, penghambaan jiwa itu kepada-Nya dan keikhlasan ketaatn jiwa itu kepada-Nya. Sebagaimana dikatakan oleh sahabat Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu: يَا بَقَايَا الْعَرَبِ إنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الرِّيَاءُ وَالشَّهْوَةُ الْخَفِيَّةُ. “Wahai sisa-sisa bangsa Arab, sesungguhnya hal yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah riya’ dan syahwat yang tersembunyi.” Imam Abu Daud as-Sijistani pernah ditanya, “Apakah syahwat yang tersembunyi itu?” Maka beliau menjawab: “Cinta kekuasaan.” عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: {مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِي زَرِيبَةِ غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ} Dari Ka’ab bin Malik al-Anshari radiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Dua srigala lapar yang dilepaskan pada sekawanan kambing itu tidak lebih merusak daripada ambisi seseorang kepada harta dan kemuliaan sehingga merusak agamanya.” At-Tirmidzi berkata: Hadits hasan shahih. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam menerangkan bahwa bahaya ambisi kepada harta dan jabatan dalam merusak agama tidak kurang dari kerusakan yang ditimbulkan oleh dua ekor srigala lapar yang dilepaskan pada sekawanan kambing. Hal ini jelas, karena agama yang lurus tidak mengandung ambisi (kepada harta dan jabatan) ini. Sebab, jika hati telah merasakan manisnya penghambaan kepada Allah dan cinta kepada-Nya, niscaya tidak ada sesuatu pun yang lebih ia cintai dan lebih ia dahulukan daripada penghambaan kepada Allah dan cinta kepada-Nya. Dengan hal itulah orang yang ikhlas karena Allah diselamatkan dari perbuatan buruk dan keji. Sebagaimana difirmankan oleh Allah Ta’ala: {كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ} “Demikianlah agar Kami memalingkan darinya (Yusuf) perbuatan buruk dan keji. Sesungguhnya ia (Yusuf) termasuk hamba-hamba Kami yang telah dimurnikan keikhlasannya.” – QS. Yusuf [12]: 24 – (Ibnu Taimiyah, Majmu’ Fatawa, 10/214-215) Wallahu a’lam bish-shawab. (muhibalmajdi/arrahmah.com)

MENGATASI HARDISK EXTERNAL YANG LEMOT DAN SULIT BACA FILE

Diposkan oleh jundullah-online


Hardisk external merupakan barang yang tidak asing lagi bagi kita maniak komputer,baik mereka yang memang seorang " Dokter " PC maupun pengguna awam yang kebutuhanya akan file atau data baik tipe .mp3,.mp4,.jpg ataupun .exe yang mrupakan exetensi dari sebuah progam komputer menu wajib yang harus dimilikinya. yang kebutuhan untuk memindah data dalam satu komputer ke komputer lainya ukuran yang besar. pada perkembangannya hardisk external saat ini sudah ada yang berukuran sampai 2 TB. beberapa vendor saling berlomba untuk menciptakan hardisk external yang semakin besar. karena dari waktu ke waktu kebutuhan untuk media penyimpanan data semakin besar saja. tp bagaimanakah jika hardisk external kesayangan kita bermasalah? pusing, dan jengkel tentunya. apalagi jika di dalam hardisk external tersebut berisi data atau foto penting kenangan jaman tempoe doloe.

berikut murupakan caranya untuk mengatasinya:

1. Tancapkan ke usb komputer, kalau bisa di port yang belakang.
2. tancapakan dua ujung usb kabel (jika masih menggunakan model hdd lama, kabel usb bercabang)
3. biarkan usb device terbaca di komputer, tunggu hingga partisi hardisk external terbaca di my computer.
4. setelah hardisk sudah terbaca, matikan komputer dengan shut down. tunggu sampai mati, karna proses shut down akan berjalan lebih lama dari biasa.
5. hidupkan komputer, coba hardisk external apa sudah berjalan normal.
6. ulangi langkah 5 jika hardisk masih sulit di baca.

Untuk proses ke 5 ini saya mengulangi sampai 3x baru hardisk external saya bisa normal kembali. saya kira masalah seperti ini di karenakan umur hardis saya yang sudah jadul, ternyata saya pernah menjumpai kasus ini di hardis yang masih terbilang baru. bahkan ada yang baru pakai 2 bulan saja. untungnya cara ini cukup jitu, tanpa resiko pula.
sebenarnya masalah ini terjadi karena jarum pembaca hardisknya tidak berada di tempat / parkir di tempat yang sesuai. hal ini umumnya di sebabkan koneksi yang secara tiba tiba terputus pada saat hardisk external sedang bekerja. maka ada tips biar hardisk external awet.
1. selalu ejek hardisk external bila selesai pakai.
2. jangan cabut kabel usb bila hardisk sedang bekerja, misal copi data.
3. amankan dari benturan, apalagi jatuh.
4. gunakan dengan posisi hardisk tengkurap. jangan posisi miring atau berdiri.
4. gunakan fasilitas defrag hardisk.

trik ini berdasarkan pengalaman pribadi, mohon maaf jika ada kesalahan.

Ikan Kurangi Risiko Sakit Jantung

Diposkan oleh jundullah-online


REPUBLIKA.CO.ID, Jika ingin memberikan menu sehat dan lezat untuk keluarga, jangan lupa memasukan ikan di antara makanan yang Anda santap. Selain bermanfaat meningkatkan memori otak, ikan dapat mengurangi risiko penyakit jantung pada wanita muda.

Ikan kaya asam lemak omega 3. Menurut penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal American Heart Association, ikan dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

Penelitian dilakukan pada wanita usia subur di Denmark. Mereka yang jarang atau tidak pernah makan ikan memiliki 50 persen lebih banyak masalah kardiovaskular daripada mereka yang makan ikan secara teratur.

Selain itu, mereka memiliki 90 persen risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung. Sebanyak 49 ribu wanita usia 15-49 tahun menjawab kuisioner tantang jenis makanan yang biasa dimakan, seberapa sering mereka makan ikan, gaya hidup dan riwayat keluarga.

Studi ini mengungkapkan bahkan wanita yang makan ikan beberapa kali sebulan cukup membawa pengaruh yang baik bagi kesehatan mereka. Mereka lebih jarang sakit.

"Wanita yang makan ikan menemukan hasil yang menggembirakan. Penting untuk ditekankan bahwa untuk mendapatkan manfaat terbesar dari ikan dan minyak ikan, perempuan harus makan ikan setidaknya dua kali sepekan," kata peneliti utama, Marin Strom.

Ikan yang paling umum dikonsumsi oleh wanita dalam penelitian ini adalah ikan cod, salmon, herring, dan mackerel.

Keajaiban Alam Menurut Al-Quran

Diposkan oleh jundullah-online


Disaat hampir seluruh negri yang ada dibumi ini berlomba-lomba untuk menjadikan bagian dari wilayah mereka menjadi salah satu keajaiban bumi,maka ketahuilah bahwasanya Al-Quran sdh menyebutkan jauh sebelum bangsa peradapan sekarang yang maju,adapun kejadian-kejadian tersebut adalah :
1. Hewan Berbicara di Akhir Zaman
Maha suci Allah yang telah membuat segala sesuatunya berbicara sesuai dengan yang Ia kehendaki. Termasuk dari tanda-tanda kekuasaanya adalah ketika terjadi hari kiamat akan muncul hewan melata yang akan berbicara kepada manusia sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an, surah An-Naml ayat 82,
“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami”.
Mufassir Negeri Syam, Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy berkomentar tentang ayat di atas, “Hewan ini akan keluar diakhir zaman ketika rusaknya manusia, dan mulai meninggalkan perintah-perintah Allah, dan ketika mereka telah mengganti agama Allah. Maka Allah mengeluarkan ke hadapan mereka hewan bumi. Konon kabarnya, dari Makkah, atau yang lainnya sebagaimana akan datang perinciannya. Hewan ini akan berbicara dengan manusia tentang hal itu”.[Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/498)]
Hewan aneh yang berbicara ini akan keluar di akhir zaman sebagai tanda akan datangnya kiamat dalam waktu yang dekat. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Sesungguhnya tak akan tegak hari kiamat, sehingga kalian akan melihat sebelumnya 10 tanda-tanda kiamat: Gempa di Timur, gempa di barat, gempa di Jazirah Arab, Asap, Dajjal, hewan bumi, Ya’juj & Ma’juj, terbitnya matahari dari arah barat, dan api yang keluar dari jurang Aden, akan menggiring manusia”. [HR. Muslim dalam Shohih-nya (2901), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4311), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2183), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (4041)]

2. Pohon Kurma yang Menangis
Adanya pohon kurma yang menangis ini terjadi di zaman Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- , mengapa sampai pohon ini menangis? Kisahnya, Jabir bin Abdillah-radhiyallahu ‘anhu- bertutur,
“Jabir bin Abdillah -radhiyallahu ‘anhu- berkata: “Adalah dahulu Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- berdiri (berkhutbah) di atas sebatang kurma, maka tatkala diletakkan mimbar baginya, kami mendengar sebuah suara seperti suara unta dari pohon kurma tersebut hingga Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- turun kemudian beliau meletakkan tangannya di atas batang pohon kurma tersebut” .[HR.Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (876)]
Ibnu Umar-radhiyallahu ‘anhu- berkata,
“Dulu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkhuthbah pada batang kurma. Tatkala beliau telah membuat mimbar, maka beliau berpindah ke mimbar itu. Batang korma itu pun merintih. Maka Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya sambil mengeluskan tangannya pada batang korma itu (untuk menenangkannya)”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (3390), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (505)]

3. Untaian Salam Batu Aneh
Mungkin kalau seekor burung yang pandai mengucapkan salam adalah perkara yang sering kita jumpai. Tapi bagaimana jika sebuah batu yang mengucapkan salam. Sebagai seorang hamba Allah yang mengimani Rasul-Nya, tentunya dia akan membenarkan seluruh apa yang disampaikan oleh Rasul-Nya, seperti pemberitahuan beliau kepada para sahabatnya bahwa ada sebuah batu di Mekah yang pernah mengucapkan salam kepada beliau sebagaimana dalam sabdanya,
Dari Jabir bin Samurah dia berkata, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui sebuah batu di Mekah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus, sesungguhnya aku mengetahuinya sekarang”.[HR.Muslim dalam Shohih-nya (1782)].

4. Pengaduan Seekor Onta
Manusia adalah makhluk yang memiliki perasaan. Dari perasaan itu timbullah rasa cinta dan kasih sayang di antara mereka. Akan tetapi ketahuilah, bukan hanya manusia saja yang memiliki perasaan, bahkan hewan pun memilikinya. Oleh karena itu sangat disesalkan jika ada manusia yang tidak memiliki perasaan yang membuat dirinya lebih rendah daripada hewan. Pernah ada seekor unta yang mengadu kepada Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mengungkapkan perasaannya.
Abdullah bin Ja’far-radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Pada suatu hari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- pernah memboncengku dibelakangnya, kemudian beliau membisikkan tentang sesuatu yang tidak akan kuceritakan kepada seseorang di antara manusia. Sesuatu yang paling beliau senangi untuk dijadikan pelindung untuk buang hajatnya adalah gundukan tanah atau kumpulan batang kurma. lalu beliau masuk kedalam kebun laki-laki Anshar. Tiba tiba ada seekor onta. Tatkala Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melihatnya, maka onta itu merintih dan bercucuran air matanya. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya seraya mengusap dari perutnya sampai ke punuknya dan tulang telinganya, maka tenanglah onta itu. Kemudian beliau bersabda, “Siapakah pemilik onta ini, Onta ini milik siapa?” Lalu datanglah seorang pemuda Anshar seraya berkata, “Onta itu milikku, wahai Rasulullah”.
Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,
“Tidakkah engkau bertakwa kepada Allah dalam binatang ini, yang telah dijadikan sebagai milikmu oleh Allah, karena ia (binatang ini) telah mengadu kepadaku bahwa engkau telah membuatnya letih dan lapar”. [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan (1/400), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (2/99-100), Ahmad dalam Al-Musnad (1/204-205), Abu Ya’la dalam Al-Musnad (3/8/1), Al-Baihaqiy dalam Ad-Dala’il (6/26), dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqa (9/28/1). Lihat Ash-Shahihah (20)]

5. Kesaksian Kambing Panggang
Kalau binatang yang masih hidup bisa berbicara adalah perkara yang ajaib, maka tentunya lebih ajaib lagi kalau ada seekor kambing panggang yang berbicara. Ini memang aneh, akan tetapi nyata. Kisah kambing panggang yang berbicara ini terdapat dalam hadits berikut:
Abu Hurairah-radhiyallahu ‘anhu- berkata,
“Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menerima hadiah, dan tak mau makan shodaqoh. Maka ada seorang wanita Yahudi di Khoibar yang menghadiahkan kepada beliau kambing panggang yang telah diberi racun. Lalu Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun memakan sebagian kambing itu, dan kaum (sahabat) juga makan. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Angkatlah tangan kalian, karena kambing panggang ini mengabarkan kepadaku bahwa dia beracun”. Lalu meninggallah Bisyr bin Al-Baro’ bin MA’rur Al-Anshoriy. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengirim (utusan membawa surat), “Apa yang mendorongmu untuk melakukan hal itu?” Wanita itu menjawab, “Jika engkau adalah seorang nabi, maka apa yang aku telah lakukan tak akan membahayakan dirimu. Jika engkau adalah seorang raja, maka aku telah melepaskan manusia darimu”. Kemudian Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memerintahkan untuk membunuh wanita itu, maka ia pun dibunuh. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda ketika beliau sakit yang menyebabkan kematian beliau,”Senantiasa aku merasakan sakit akibat makanan yang telah aku makan ketika di Khoibar. Inilah saatnya urat nadi leherku terputus”. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (4512). Di-shohih-kan Al-Albaniy dalam Shohih Sunan Abi Dawud (hal.813), dengan tahqiq Masyhur Hasan Salman]

6. Batu yang Berbicara
Setelah kita mengetahu adanya batu yang mengucapkan salam, maka keajaiban selanjutnya adalah adanya batu yang berbicara di akhir zaman. Jika kita pikirkan, maka terasa aneh, tapi demikianlah seorang muslim harus mengimani seluruh berita yang disampaikan oleh Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, baik yang masuk akal, atau tidak. Karena Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidaklah pernah berbicara sesuai hawa nafsunya, bahkan beliau berbicara sesuai tuntunan wahyu dari Allah Yang Mengetahui segala perkara ghaib.
Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, Inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shohih-nya (2922)]
Al-Hafizh Ibnu Hajar-rahimahullah- berkata, “Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat”.[Lihat Fathul Bari (6/610)]

7. Semut Memberi Komando
Mungkin kita pernah mendengar cerita fiktif tentang hewan-hewan yang berbicara dengan hewan yang lain. Semua itu hanyalah cerita fiktif belaka alias omong kosong. Tapi ketahuilah wahai para pembaca, sesungguhnya adanya hewan yang berbicara kepada hewan yang lain, bahkan memberi komando, layaknya seorang komandan pasukan yang memberikan perintah. Hewan yang memberi komando tersebut adalah semut. Kisah ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Qur’an,
“Dan Sulaiman Telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai manusia, kami Telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) Ini benar-benar suatu kurnia yang nyata”.Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa Karena (mendengar) perkataan semut itu. dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah Aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah Aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS.An-Naml: 16-19).
Inilah beberapa perkara yang lebih layak dijadikan “Tujuh Keajaiban Dunia” yang menghebohkan, dan mencengangkan seluruh manusia. Orang-orang beriman telah lama meyakini dan mengimani perkara-perkara ini sejak zaman Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- sampai sekarang. Namun memang kebanyakan manusia tidak mengetahui perkara-perkara itu. Oleh karena itu, kami mengangkat hal itu untuk mengingatkan kembali, dan menanamkan aqidah yang kokoh di hati kaum muslimin.