Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label Akhir Zaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhir Zaman. Tampilkan semua postingan

Adzab Kubur Dan Nikmatnya

Diposting oleh jundullah-online

Iman kepada perkara ghaib merupakan diantara kewajiban terbesar bagi seorang Muslim. Dan diantara iman kepada perkara yang ghaib ialah iman kepada setiap keterangan yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya yang menerangkan tentang apa yang akan terjadi setelah datangnya kematian, yaitu apa yang akan kita alami di alam kubur kelak.
Ahlu Sunnah wal Jama’ah, mereka beriman dan percaya dengan adanya siksaan dan nikmat yang akan terjadi di dalamnya sebagaimana ditunjukkan oleh nash-nash shahih yang ada.
Perlu diketahui bahwa yang dimaksud dengan adzab dan nikmat kubur adalah adzab dan nikmat barzakh. Barzakh adalah nama tempat diantara dunia dan Akhirat. Allah berfirman:
      
"Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan." (Qs. Al Mukminun: 100)
Disebut adzab dan nikmat kubur, karena ia bisa menjadi bagian dari taman surga atau bagian dari jurang neraka, sesuai dengan keadaan si mayit sebelumnya. Sekalipun mayat itu terbakar, tenggelam, dimakan srigala, ia akan mendapat adzab atau nikmat kubur sesuai dengan amalnya.

Dalil-dalil dari Al Qur`an
Ibnu Qayyim berkata, "Nikmat dan adzab alam Barzakh tersebut di dalam Al Qur`an lebih dari satu tempat."
Allah berfirman:
            •              
"Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir'aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras". (Qs. Al Mukmin (Ghafir): 45-46)
Allah Ta'ala menyampaikan kepada mereka, bahwa mereka kelak akan disiksa pada hari Kiamat jauh lebih keras siksaanya dari siksaan yang terdahulu yaitu ketika mereka berada di dalam kubur, secara pasti. Alasannya, sebagian mereka telah mati dan tidak pernah merasakan siksaan di dunia, maka ini berarti menunjukkan adanya siksa kubur. Dan Allah berfirman:
                  •          
"Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka yang pada hari itu mereka dibinasakan, (yaitu) hari ketika tidak berguna bagi mereka sedikitpun tipu daya mereka dan mereka tidak ditolong. Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang zalim ada azab selain daripada itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (Qs. Ath Thuur: 45-47)
Ini mungkin difahami, bahwa yang dimaksud ialah siksaan yang mereka terima melalui pembunuhan (dalam peperangan) dan lain sebagainya, disamping mungkin pula difahami bahwa yang dimaksud ialah siksaan yang mereka terima di alam Barzakh, dan inilah nampaknya yang paling nyata. Sebab, banyak diantara mereka yang mati namun tidak pernah merasakan siksaan di dunia. Selain itu bisa pula difahami bahwa yang dimaksud lebih umum daripada itu, yaitu bahwa siapa yang mati diantara mereka akan disiksa di dalam kuburnya, sedang yang masih hidup diantara mereka akan disiksa di dunia melalui pembunuhan dan sebagainya. Jadi, merupakan ancaman akan datangnya siksaan bagi mereka di dalam dunia dan di alam Barzakh.
             
"Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan." (Qs. Al Mukminun: 100)
     •               
"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki." (Qs. Ibrahim: 27)
                            
"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu" Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya." (Qs. Al An’am: 93)
 •      
"Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar." (Qs. At Taubah: 101)

Dalil-dalil dari As Sunnah
Al Baraa` bin Al 'Azib berkata: menguburkan jenazah di kuburan Baqi`, tiba-tiba datang kepada kami Nabi SAW, lau beliau duduk dan kami pun duduk disekitarnya. Ketika itu seakan-akan di atas kepala kami ada burung dan pada saat itu sedang digali kubur untuk jenazah, maka Nabi SAW berucap: "Aku berlindung dari adzab kubur." Sebanyak tiga kali. Nabi berkata: "Lalu dikembalikan ruhnya ke dalam jasadnya, maka datanglah kepadanya du Malaikat dan mendudukkannya. Kemudian keduanya berkata kepadanya: "Siapa Rabb-mu?" Jawabnya: "Rabb-ku ialah Allah." Keduanya berkata lagi: "Apa agamamu?" Jawabnya: "Agamaku Islam." Keduanya berkata lagi: "Apa kedudukan lelaki ini yang diutus di tengah-tengah kalian?" Jawabnya: "Dia adalah Rasulullah". Keduanya masih bertanya: "Apa pengetahuanmu?" Jawabnya: "Aku telah membaca kitab Allah, maka akupun mengimaninya dan membenarkannya." Tiba-tiba terdengar suara penyeru dari langit: "Bahwa hamba-Ku benar, maka berilah ia permadani dari Surga bukakanlah untuknya pintu menuju ke surga." Tiba-tiba berhembuslah kepadanya angin Surga dan kaharuman aromanya, serta diperluas untuknya kuburannya sejauh mata memandang. Setelah itu datang pula kepadanya seorang pria berwajah tampan, berpakaian bagus dan beraroma harum, dan berkata: "Bergembiralah atas segala yang menyenangkanmu, inilah hari yang dulu telah dijanjikan kepadamu." Ia bertanya: "Siapa anda? Wajahmu adalah wajah yang mendatangkan kebaikan." Ia menjawab: "Aku adalah amal perbuatanmu yang shalih." Lalu ia berkata: "Ya Rabb, dirikanlah kiamat supaya aku dapat kembali kepada keluarga dan harta bendaku." Adapun orang kafir, lalu dikembalikan ruhnya kepada jasadnya dan ia pun didatangi dua Malaikat yang langsung mendudukkannya, kemudian keduanya berkata: "Siapa Rabb-mu?" Jawabnya: "Ah, ah, Aku tidak tahu." Keduanya berkata lagi: "Siapa laki-laki yang diangkat (sebagai Rasul) di tengah-tengah kalian?" Jawabnya: "Ah, ah, Aku tidak tahu." Tiba-tiba terdengar suara penyeru dari langit: "Bahwa ia telah mendustakan, mak berilah ia perlengkapan dari neraka dan bukakanlah untuknya sebuah pintu menuju ke neraka. Tiba-tiba menerpalah kepadanya hawa panasnya serta racun-racunnya, dan dipersempitlah kuburannya hingga tulang-tulang rusuknya saling bersilangan."
Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya alam kubur itu tahap pertama kehidupan akhirat. Jika seseorang selamat pada tahap pertama itu, maka ringanlah pada tahap-tahap berikutnya. Namun, jika tidak selamat pada tahap pertama, maka untuk tahap-tahap selanjutnya lebih dahsyat."
Ibnu ‘Abbas berkata Rasulullah SAW lewat dua kuburan kemudian beliau bersabda:
"Kedua penghuni kuburan ini sedang disiksa. Mereka disiksa (menurut pandangan mereka) bukan karena suatu dosa besar. Yang seorang suka mengadu domba kesana kemari, sedangkan yang satunya lagi ia kurang seksama ketika bersuci dari air kencing." Maka beliau memerintahkan untuk diambilkan pelepah kurma yang basah. Lalu beliau belah menjadi dua (dan beliau tancapkan di kuburan itu) seraya bersabda: "Semoga siksa kubur keduanya diringankan hingga kedua pelepah ini kering."
Rasulullah SAW juga bersabda:
"Sesungguhnya seorang hamba apabila telah diletakkan di dalam kuburnya dan ditinggalkan oleh kawan-kawannya, maka ia bisa mendengar derap sandal-sandal mereka, kemudian ia didatangi oleh dua Malaikat, lalu keduanya mendudukkannya dan mengatakan kepadanya: 'Apa yang dulu engkau katakan tentang orang itu, Yakni Muhammad?' Adapun orang Mukmin, maka ia menjawab: 'Aku Bersaksi bahwa ia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya.' Maka ia diberi tahu: 'Lihatlah kepada tempatmu di Neraka yang telah ditukarkan oleh Allah dengan suatu tempat di Surga.' Rasulullah SAW menjelaskan: 'Ia pun melihat dua tempat itu semuanya.' Adapun orang kafir dan munafik, kedua Malaikat itu berkata kepadanya: 'Apa yang dulu engkau katakan tentang lelaki ini?' Maka ia menjawab: 'Aku tidak tahu, dahulu aku berkata dengan apa yang dikatakan orang lain.' Kedua Malaikat itu berkata: 'Engkau tidak mengetahui dan tidak pernah membaca.' Lalu iadipukul dengan gondam dari besi tepat diantara kedua telinganya, hingga menjerit dengan jeritan yang keras serta dapat didengar oleh (seluruh) makhluk yang diatasnya selain manusia dan jin."
Rasulullah SAW juga bersabda:
"Sesungguhnya jika salah seorang diantara kamu mati, disiapkan tempat baginya pada pagi dan sore hari. Jika dia dari penghuni jannah, maka dia dimasukkan sebagai penghuni jannah. Jika dia dari penghuni neraka, maka dia dimasukkan sebagai penghuni neraka. Lalu dikatakan kepadanya: "Ini tempatmua, sehingga Allah membangkitkannya pada hari Kiamat."

Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang berbicara tentang alam kubur, bahkan ia sampai kepada derajat mutawatir. Demikian juga tentang pertanyaan Munkar dan nakir. Semua itu harus diyakini dan diimani keberadaannya. Dan kita tidak boleh mempertanyakn bagaimananya. Sebab akal memang tidak bisa memahami bentuk sesungguhnya. Karena memang tak pernah mereka alami di dunia ini. Ajaran syari'at juga tidak memberi kemampuan akal untuk menyingkapnya. Kembalinya ruh ke dalam jasad, tak sebagaimana kembalinya ruh itu di dunia (sesudah tidur). Ruh itu kembali dengan cara kembali yang tidak dikenal di dunia ini. Sedangkan ruh itu memiliki lima hubungan dengan tubuh kasar berbeda-beda hukumnya:
• Berhubungannya ruh dalam perut ibunya dalam bentuk janin.
• Berhubungannya ruh dengan tubuh setelah dikeluarkan ke alam dunia.
• Berhubungannya ruh dengan tubuh di kala tidur. Saat itu, disatu sisi ia berpisah dari tubuh, disisi lain ia masih bergantung padanya.
• Berhubungannya ruh dengan tubuh di Alam Barzakh. Sesungguhnya meskipun ia meninggalkan tubuh dan berpisah darinya, namun tidak meninggalkannya secara total, sehingga tak menoleh kepadanya sedikitpun. Karena ia masih mendengar detak suara terompah manusia (di atas kubur) samapi menjauh.
• Berhubungannya ruh dengan tubuhnya pada hari Kebangkitan, itulah hubungannya yang paling sempurna pada tubuhnya. Karena keberhubungannya yang lain sebelumnya. Karena, keberhubungan itu mengharuskan untuk tidak tidur, mati ataupun rusak. Tidur adalah saudara kematian.
Wal hasil, alam itu ada tiga: Alam dunia, Alam Barzakh dan Alam Akhirat. Masing-masing alam itu telah Allah berikan kekhususan tersendiri. Allah merakit tubuh manusia dari tubuh kasar dan jiwa. Hukum-hukum dunia ini Allah berikan kepada tubuh, sedangkan ruh hanya mengikut saja. Sementara hukum-hukum di barzakh diberikan kepada ruh, sedangkan tubuh hanya mengikut saja. Apabila tiba Hari Kebangkitan dan keluarnya manusia dari kubur-kubur mereka, maka hukum, kenikmatan dan adzab akan diderikan kepada ruh dan jasad sekalian. Apabila pengertian ini betul-betul kita renungkan, keberadaan alam kubur sebagai taman-taman Jannah atau kubangan-kubangan Naar memang betul sesuai logika. Dan bahwa hal itu benar, tak perlu diragukan lagi. Dengan itu juga akan terbedakan orang-orang yang beriman kepada yang ghaib dari selain mereka. Dan perlu diketahui bahwa api/naar yang ada di alam kubur juga kenikmatan yang ada di dalamnya, tidaklah sejenis dengan api dan kenikmatan di dunia. Meskipun Allah membakar tanah dan batu-batuan yang ada di atas dan dibawahnya (dalam kubur), sehingga lebih panas dari bara di dunia, namun kalau tanah tersebut disentuh oleh penghuni dunia mereka tak akan merasakan apa-apa. Lebih mengherankan lagi, bila dua orang laki-laki dikuburkan bersebelahan. Yang satunya berada dalam kubangan-kubangan api, sedangkan yang lainnya dalam taman-taman jannah. Namun panas api pada kuburan yang satu tidak sampai kepada yang lain. Demikian juga kenikmatan pada kuburan yang satu tidak akan sampai kepada yang lainnya. Kalau Allah hendak menampakkan kondisi itu kepada sebagian hamba-Nya (para Nabi), Allah menyembunyikannya kepada yang lain. Karena kalau Allah menampakkannya kepada seluruh manusia, hilanglah hikmah ajaran syari'at dan keimanan kepada hal ghaib. Dan tentunya manusia juga tidak saling membantu menguburkan. Rasulullah SAW bersabda: "Kalau kalian semua tidak disyari'atkan untuk saling menguburkan, tentunya akan kuperdengarkan kepada kalian siksa kubur yang kini sedang kudengar." Maka karena hikmah ajaran syari'at ini tidak berlaku kepada binatang, maka mereka pun bisa mendengarkan suara adzab.
Aisyah berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda,
ِإنَّ لِلْقَبْرِ ضُغْطَةٌ لَوْ كَانَ أَحَدٌ نَاجِياً مِنْهَا نَجَا سَعْدُ بْنِ مُعَاذٍ
"Sesungguhnya setiap kubur memiliki tekanan/himpitan. Seandainya seseorang selamat darinya, pastilah Sa'ad bin Mu'adz akan selamat pula."
Sa'ad bin Mu'adz, pemimpin kaum Anshar yang syahid di ujung panah pada perang Khandaq. Kematian Sa'ad mampu mengguncang 'Ary Allah Ta'ala. Meski demikian, Sa'ad yang demikian hebat masih disindir Rasulullah SAW dalam haditsnya di atas. Lalu bagaimana halnya dengan orang-orang selain Sa'ad? Kita memohon keselamatan dari Allah SWT.
Abu Ayyub Al Anshari berkata, "Seorang bayi dikubur. Lalu Rasulullah SAW bersabda,
لَوْ أَفْلَتَ أَحَدٌ مِنْ ضِمَّةِ الْقَبْرِ لَأَفْلَتَ هَذَا الصَّبِيِّ
"Sendainya seseorang bisa berkelit dari jepitan kubur, niscaya bayi ini akan bisa berkelit pula."

Qoul Salaf
Imam Ath Thahawi di dalam kitabnya Al Aqidah Ath Thahawiyah mengatakan, “Kita juga mengimani adanya adzab kubur bagi orang yang berhak mendapatkannya dan juga pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir kepadanya di dalam kubur tentang Rabb dan agamanya berdasar riwayat-riwayat dari Rasulullah serta para sahabat Ridhwanullahu ‘Alaihim Ajma’in. alam kubur adalah taman-taman jannah atau kubangan-kubangan neraka.”
Imam Syafi’i mengatakan, “Adzab kubur itu benar adanya dan pertanyaan yang diajukan kepada penghuni kubur juga benar adanya.”
Imam Al Qurthubi menulis di dalam At Tadzkirah nya, "Beriman kepada adzab kubur dan fitnah yang ada di dalamnya, hukumnya wajib. Kewajiban mempercayainya telah dijelaskan oleh Ash Shadiq (Rasulullah SAW). Allah akan menghidupkan kembali seorang hamba di kubur, membekalinya dengan akal sebagaimana sebelumnya, agar ia dapat mengerti pertanyaan yang diberikan kepadanya, dapat menjawab serta memahami apa yang datang dari Rabb-nya dan apa yang telah ia persiapkan menghadapi alam kubur, baik berupa persiapan yang baik maupun yang buruk. Inilah keterangan yang telah dijelaskan oleh Nabi SAW. Inilah madzhab Ahlu Sunnah wal Jama'ah. Para sahabat –yang Al Qur`an diturunkan dengan lisan dan bahasa mereka melalui Nabi SAW- dan tabi'in sesudahnya tidak mempunyai keyakinan (dalam masalah kubur) selain yang telah kami sebutkan di atas."
Imam Ahmad berkata, "Adzab kubur adalah kepastian. Seorang hamba akan ditanya tentang agama, nabi, surga dan neraka. Malaikat Munkar dan Nakir pasti datang. Mereka berdua adalah "penguji" di alam kubur. Kita mohon keteguhan kepada Allah."
Abdullah bin Ubaid berkata, "Telah sampai khabar kepadaku bahwa ketika mayit telah diletakkan dikubur, ia mendengar suara langkah orang yang melayatnya (Al Wakhdzu). Tak ada yang mengajak bicara kepadanya pertama kali selain kuburnya. Ia berkata: 'Celaka wahai anak Adam. Bukankah engkau telah diperingatkan tentang diriku? Diperingatkan tentang kesempitan, kegelapan, bau busuk dan binatang-binatang yang ada di dalamku? Inilah yang kupersiapkan untuk menyambut kedatanganmu. Lalu apa yang kau persiapkan untuk menbghadapiku?"
Ibnu Atsir berkata dalam "An Nihayah" (164/5), "Al Wakhdzu" adalah suara sandal yang berjalan diatas tanah." Al Qurthubi berkata dalam "At Tadzkirah", "Al Wakhdzu" adalah berjalan dengan cepat."
Ibnu Abdil Barr meriwayatkan dalam At Tahmid dengan isnadnya dari Ibn A'idz dari Ghudhaif bin Al Harits dari Abdullah bin Amru bin 'Ash, berkata, "Sesungguhnya kuburan akan berkata kepada seseorang yang abru dimakamkan, "Wahai anak Adam, apa yang membuatmu lalai dariku? Bukanlah engkau tahu, bahwa aku adalah tempat satu-satunya bagimu? Tempat yang gelap tetapi nyata. Apa yang membuatmu berpaling dariku, padahal sebelumnya kadang engkau berjalan di sekitarku (fidada)."
Ibnu A'idz bertanya kepada Ghudhaif, "Apa yang dimaksud dengan fidada?". Ia menjawab, "Berjalan disekitarnya dalam masa-masa tertentu."
Ghudhaif berkata, "Abdullah bin Ubaid bun Umair berkata kepada Abdullah bin Amru, "kalau ia seorang Mukmin, kuburnya akan diluaskan. Apa yang diperoleh dari perluasan itu?" Dijawab, "Kuburnya akan diluaskan, dijadikan sebagai tempat tinggal nan hijau, sementara ruhnya naik ke hadapan Allah."
Dari Abdullah bin Ubaid bin Amir, ia berkata, "Allah menciptakan lisan bagi kubur hingga ia dapat berkata, "Wahai anak Adam, mengapa engkau melupakanku? Bukankan kau telah tahu, bahwa aku adalah satu-satunya tempat bagimu, yang dipenuhi binatang tanah dan mengerikan?". Abdullah bin Ubaid bin Amir berkata lagi, "Suatu ketika kubur menangis. Dalam tangisnya ia merintih, "Aku adalah tempat yang mengerikan. Aku tempat menyendiri, dan aku adalah tempat cacing (binatang tanah)"
Yazid bin Sakhirah berkata, "Kuburan berkata kepada orang kafir atau fajir, "Apakah kau tidak ingat akan kegelapan, kengerian dan kesempitan yang ada pada diriku?"

Orang-orang yang akan mendapatkan Adzab Kubur
Banyak hadits yang menerangkan tentang orang-orang yang akan mendapatkan adzab kubur, diantaranya:
• Mereka yang tidak bersuci setelah buang air kecil, sehingga ia masih bernajis. Sebagaimana hadits Ibnu ‘Abbas berkata Rasulullah SAW lewat dua kuburan kemudian beliau bersabda: "Kedua penghuni kuburan ini sedang disiksa. Mereka disiksa (menurut pandangan mereka) bukan karena suatu dosa besar. Yang seorang suka mengadu domba kesana kemari, sedangkan yang satunya lagi ia kurang seksama ketika bersuci dari air kencing." Maka beliau memerintahkan untuk diambilkan pelepah kurma yang basah. Lalu beliau belah menjadi dua (dan beliau tancapkan di kuburan itu) seraya bersabda: "Semoga siksa kubur keduanya diringankan hingga kedua pelepah ini kering."
• Mereka yang suka mengadu domba (mengadu dua orang dengan kebohongan). Sebagaimana yang telah disebutkan di dalam hadits di atas.
• Mereka yang suka berbuat ghulul (mengambil ghanimah yang bukan haknya).
• Mereka yang berbuat kebohongan.
• Mereka yang membaca Al Qur`an akan tetapi tidak melaksanakan apa-apa yang diperintahkan Allah dan yang dilarang di dalam Al Qur`an.
• Mereka yang melakukan zina.
• Mereka yang memakan riba.
• Mereka yang suka berhutang.

Orang-orang yang terbebas dari adzab kubur:
• Orang yang mati syahid di jalan Allah.
Dari Rasyid bin Sa'ad, dari beberapa sahabat Nabi SAW, disebutkan bahwa seseorang bertanya kepada Nabi SAW,
ياَ رَسُوْلُ اللهِ, مَا بَالَ المُؤْمِنِيْنَ يُفْتَنُوْنَ فِيْ قُبُوْرِهِمْ إِلَّا الشَّهِيْدُ؟ قَالَ: كَفَى بِبَارِقَةِ السُّيُوْفِ عَلَى رَأْسِهِ فِتْنَةً.
"Wahai Rasulullah SAW, mengapa orang-orang beriman akan diuji dalam kubur, kecuali para syuhada`?". Beliau menjawab, "Kilatan pedang yang berkelebat di atas kepala mereka (para syuhada`) sudah cukup menjadi ujian bagi mereka."
• Orang yang ribath.
Salman berkata, "Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda,
رِباَطُ يَوْمٍ وَ لَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَ قِيَامِهِ وَ إِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُهُ وَ أَجْرَي عَلَيْهِ رِزْقُهُ وَ أَمِنَ الْفِتَانِ.
"Ribath sehari semalam lebih baik dari puasa dan shalat malam sebulan. Kalau seseorang mati (dalam kondisi ini), amalannya akan mengalir dan dicurahkan rizqi atasnya serta dijamin bebas dari ujian kubur."
• Orang yang meninggal pada hari Jum’at atau malamnya.
Rasulullah SAW bersabda,
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ يَوْمَ الجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللهُ تَعَالَى فِتْنَةَ الْقَبْرِ.
"Tidaklah seorang Muslim yang meninggal pada hari Jum'at atau malam jum'at, kecuali Allah pasti akan menjaganya dari fitnah kubur."
• Orang yang meninggal karena sakit perut.
Abu Ishaq Asy Syu'aibi berkata, "Sulaiman bin Shord berkata kepada Khalid bin Urfathah –atau sebaliknya, Khalid berkata kepada Sulaiman,
أَمَا سَمِعْتَ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ يَقُوْلُ: مَنْ قَتَلَهُ بَطْنُهُ لَمْ يُعَذَّبْ فِي قَبْرِهِ؟ فَقَالَ أَحَدُهُمَا لِصَاحِبِهِ: نَعَمْ.
"Apakah kamu mendengar rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa meninggal karena sakit perut, tidak akan diadzab dalam kuburnya". Salah seorang dari mereka menjawab, "Ya".
• Bacaan Surat Al Mulk (surat Tabaraka).
Rasulullah SAW bersabda,
سُوْرَةُ تَبَارَكَ هِيَ الْمَانِعَةُ مِنْ عَذَابِ اْلقَبْرِ.
"Surat Tabarak akan mencegah adzab kubur."

Agar Selamat dari Adzab Kubur
Sebuah riwayat yang disebutkan Ibnu Hibban dalam Shahihnya, dan juga oleh Al Hakim dalamAl Mustadraknya, menyebutkan,
Diriwayatkan dari Abu Hurairah dalam Al Musnad dan lainnya, serta yang diriwayatkan Abu Hatim bin Hibban dalam Shahihnya dari Abu Hurairah ra, bahwa Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya jika mayit telah diletakkan di kuburnya, mampu mendengar suara sandal mereka (yang menguburnya). Jika ia seorang Mukmin, shalatnya hadir menemani di daerah kepalanya. Puasa di samping kanan dan zakatnya di samping kirinya. Perbutan lain seperti infak, silaturrahmi, amar makruf dan akhlak baiknya ada di kakinya.
Kemudian dua Malaikat datang dari sebelah kepala. Shalatnya berkata, "Tak ada yang bisa masuk dari arah ini". Malaikta tadi pindah ke sisi kanannya, dan dicegat oleh puasanya, "Tak ada yang bisa masuk dari arah ini". Mereka pindah ke samping kiri. Dijawab oleh zakat, "tak ada yang bisa masuk dari arah ini".
Lalu mereka mendatangi dari sebelah kiri. Shadaqah, silaturrahmi, amar makruf dan akhlak baiknya mencegat, "Tak ada yang bisa masuk dari arah ini". Akhirnya mereka berkata, "Duduklah". Ia duduk mendekat seperi matahari yang hendak tenggelam. "Biarkan akku shalat", pintanya.
"Kamu mau shalat? Beritahu kami tentang beberapa hal yang akan kami tanyakan. Apa yang aku ketahui tentang lelaki yang dahulu pernah bersamamu? Apa yang kau katakan tentangnya, dan bagaimana kesaksianmu terhadapnya?"
ia menjawab, "Dia adalah Muhammad. Kami bersaksi bahwa dia Rasulullah. Datang membawa kebenaran dari Allah." Dikatakan kepadanya, "Atas keyakinan itu kamu hidup dan atas keyakinan itu kamu akan dibangkitkan, Insya Allah." Kemudian dibukakan pintu surga. Dikatakan padanya, "Inilah tempat yang telah Allah janjikan kepadamu."
Ia menjadi gembira dan bertambah riang. Kuburnya diluaskan hingga tujuh puluh hasta dan disinari cahaya terang. Jasadnya dikembalikan sebagaimana semula. Ruhnya diletakkan dalam hembusan burung yang bergantung di surga.
Inilah yang difirmankan Allah Ta'ala, "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang dzalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki." (Qs. Ibrahim: 27).
Lalu disebutkan keadaan orang kafir yang bertolak belakang. Ia berkata, "Kuburnya disempitkan sehingga hancur tulang-tulangnya. Itulah "kehidupan sempit" yang dimaksud dalam firman Allah, "….baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta." (Qs. Thaha: 16)."
Abu Dzar Al Ghifari berkata, "Wahai manusia, aku adalah penasehat bagimu. Aku merasa kasihan kepadamu. Dirikanlah shalat di kegelapan malam untuk menghadapi hari kebangkitan dan berpuasalah di dunia untuk menghadapi kari kebangkitan dan bersedekahlah untuk menghadapi hari yang berat. Wahai manusia, aku adalah penasehat bagimu. Aku merasa kasihan kepadamu."



Maraji’:
• Syarah Al Aqidah Ath Thahawiyah, Ibnu Abil ‘Iz Ad Dimasqi, Muassasah Ar Risalah: Beirut, jld. II, cet. XIII, 1421 H/2000 M.
• Tahdzib Syarah Al Aqidah Ath Thahawiyah Edisi Indonesia, Abdul Akhir Hammad Al Ghunaimi, Pustaka At Tibyan: Solo, jld. II, cet. IV, 2002.
• Manhaj Aqidah Imam Syafi’i, DR. Muhammad AW. Al ‘Aqil, Pustaka Imam Syafi’i: Bogor, cet. II, 1423 H/2003 M.
• Al Kabair, Imam Adz Dzahabi, Pustaka Arafah; Solo, cet. I, 2001.
• Malam Pertama di Alam Kubur, Syaikh Muhammad bin Husain Ya'qub, dkk, Aqwam: Solo, cet. II, 1425 H/2004 M.

MALAPETAKA AKHIR ZAMAN DAN CARA MENGATASINYA

Diposting oleh jundullah-online


Oleh :Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin
Mukaddimah
Makna Fitnah
Setan dari Kalangan Jin dan Manusia
Jenis-jenis Fitnah:
* Ajakan Kepada Syirik, Kekufuran, Kesesatan dan Keyakinan Menyimpang
* Ajakan Kepada Perbuatan Maksiat dan Dosa-dosa yang Besar Maupun yang Kecil
1. Menenggak Minuman Keras
2- Mendengarkan Alat-alat Musik dan Lagu
3- Mengisap Rokok
4- Eksploitasi Kaum Wanita
5- Fitnah Harta
6- Ajakan Kepada Penyimpangan dan Kesesatan
7- Promosi-promosi Terselubung
8- Bergaul Dengan Anak-anak Nakal
Bagaimana Solusinya?
Camkanlah Nasihat Ini!


MUKADDIMAH
Sesungguhnya segala puji bagi Allah semata, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan serta bertaubat kepada-Nya. Kami berlindung kepada-Nya dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa diberi hidayah oleh Allah, niscaya tiada seorang pun yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa disesatkan-Nya, maka tiada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tiada ilaah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah hamba dan utusan-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah atas beliau, atas keluarga dan segenap sahabat beliau serta orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau sampai hari Kemudian kelak. Amma ba'du:
Allah Ta'ala berfirman:
"Alif laaf miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah menge-tahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." (Al-Ankabut: 1-3)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mengabarkan kepada kita semua tentang fitnah-fitnah (malapetaka) yang bakal terjadi. Dan juga menjelaskan jalan selamat darinya, yaitu berpegang teguh dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu menuturkan bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Ketahuilah bahwasanya bakal terjadi fitnah-fitnah (malapetaka)!" Kami bertanya: "Bagaimana jalan keluarnya wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Berpegang teguh dengan Kitabullah, sebab di dalamnya disebutkan sejarah orang-orang sebelum kalian, dan khabar tentang yang akan datang setelah kalian, dan di dalamnya juga terdapat hukum terhadap perselisihan di antara kalian. Ia adalah pemisah antara hak dan bathil, dan sekali-kali bukanlah senda gurau. Barangsiapa mening-galkannya karena keangkuhan, niscaya Allah akan membinasakannya. Dan barangsiapa mencari petunjuk dari selainnya, niscaya Allah akan menye-satkannya. Ia adalah tali Allah yang kokoh. Dan ia adalah bacaan yang penuh hikmah. Dan ia adalah jalan Allah yang lurus." (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)
Pada hari ini kita berada dalam kancah pepe-rangan melawan fitnah (cobaan dan godaan) yang sangat besar. Fitnah bagaikan potongan malam kelam. Harta adalah fitnah (cobaan), anak-anak adalah fitnah (coba-an), wanita adalah fitnah (godaan), bercampur baur dengan orang-orang kafir dan munafik adalah fitnah (bencana), ajakan kepada kebatilan dan menjauhi kebe-naran adalah fitnah (malapetaka), teman pergaulan yang jahat adalah fitnah (bencana), seruan kepada perkara sia-sia, sesat dan batil adalah fitnah (bencana). Dan masih banyak lagi yang lain.
Ketika seorang insan jatuh terperosok ke dalam bahaya dan musibah, maka dihadapannya ada dua pi-lihan:
1. Ia segera mencari jalan-jalan keselamatan dan ber-usaha mengeluarkan diri dari musibah tersebut hingga ia bisa selamat. Tidak syak lagi hal ini meru-pakan keharusan yang harus ditempuh bagi orang yang berakal.
2. Atau ia hanya bisa pasrah menerima dan membiarkan dirinya binasa. Ini adalah tindakan orang bodoh yang pasrah dan tidak mencari jalan selamat.
Fitnah-fitnah sudah begitu banyak pada zaman sekarang ini. Gelombangnya sudah saling berbenturan dengan berbagai bentuk kejahatan. Maka wajib bagi setiap muslim untuk berhati-hati darinya dengan sungguh-sungguh berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sun-nah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam.
Dan hendaknya ia juga waspada agar tidak men-jadi penebar fitnah (bencana) atau mendatangi atau condong kepadanya, sehingga ia terjebak di dalamnya. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Bakal terjadi fitnah (pertumpahan darah), orang yang duduk ketika itu lebih baik daripada orang yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada orang yang berjalan, yang berjalan lebih baik daripada yang berlari. Dan barangsiapa melibatkan diri ke dalamnya niscaya ia akan terseret ke dalamnya." (Muttafaq 'alaih)
Kita semua, baik rakyat maupun penguasa, ulama maupun orang awam, hendaknya saling bahu membahu memadamkan api fitnah dengan berbagai corak terse-but. Dengan cara yang penuh hikmah dan nasihat yang baik. Jika hal itu tidak kita lakukan, maka akibatnya akan sangat berbahaya dan kesudahannya akan sangat menyakitkan. Allah berfirman:
"Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya." (Al-Anfal: 25)
Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa dunia ini ada-lah batu ujian dan cobaan. Allah berfirman:
"Agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya." (Huud: 7)
Dan bahwasanya kampung akhirat adalah tempat tinggal yang abadi. Orang yang berbahagia adalah yang diselamatkan Allah dari fitnah-fitnah (bencana-bencana). Dan orang yang celaka adalah yang terseret ke dalam-nya dan menjadi penyeru kepadanya. Semoga Allah memberikan keselamatan bagi kita semua.
Risalah yang sederhana ini menyebutkan dengan ringkas beberapa fitnah-fitnah yang banyak bersebaran pada zaman sekarang ini dan banyak menimpa kaum muslimin. Mudah-mudahan bermanfaat bagi orang yang ingin memetik faidah dan menjadi peringatan bagi para pencari ibrah (pelajaran). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana./

MAKNA FITNAH

Fitnah adalah cobaan dan ujian.
Dosa syirik disebut fitnah dan kekufuran juga dise-but fitnah. Allah berfirman dalam kitab-Nya:
"Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi." (Al-Baqarah: 193)
Yaitu sehingga tidak ada lagi syirik dan kekufuran.
Dalam ayat lain Allah berfirman:
"Kalau (Yatsrib) diserang dari segala penjuru, ke-mudian diminta kepada mereka supaya murtad, niscaya mereka mengerjakannya." (Al-Ahzab: 14)
Namun istilah fitnah lebih banyak diucapkan un-tuk sesuatu berupa bala dan cobaan yang kerap kali memperdaya dan menyimpangkan banyak orang dari jalan yang lurus. Sementara mereka tidak mampu mengatasinya, akhirnya mereka larut bersama bala dan cobaan tersebut. Itulah cobaan dan bala yang menye-satkan yang sangat dikhawatirkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam atas umatnya. Dalam sebuah hadits shahih beliau bersabda:

"Menjelang hari Kiamat nanti bakal terjadi fitnah-fitnah seperti potongan malam kelam. Pada saat itu seseorang beriman pada pagi hari dan menjadi kafir pada sore harinya, beriman pada sore hari dan menjadi kafir pada pagi harinya. Ia menjual agamanya dengan materi dunia." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Maknanya apabila fitnah tersebut telah menimpa seseorang, ia akan terpedaya dan selanjutnya sesat serta menyimpang dari kebenaran dan petunjuk, ia menjual agamanya dengan materi dunia! Fitnah-fitnah seperti ini telah banyak kita saksikan pada hari ini. Oleh karena itu yang dapat bertahan dan sabar dalam menghadapinya hanyalah orang-orang yang diteguhkan Allah dan diberi-Nya karunia ilmu dan pengetahuan./

SETAN-SETAN DARI KALANGAN JIN DAN MANUSIA

Setan telah meyakini bahwa dirinya telah binasa. Bahwa ia termasuk penduduk Neraka. Dan ia pasti masuk ke dalamnya tanpa dapat menghindar sama sekali. Oleh karena itu ia berusaha menyesatkan bani Adam agar mereka bisa masuk bersama-sama ke dalam Neraka. Bahkan setan bersumpah untuk melakukan tekadnya itu. Allah Ta'ala berfirman:
"Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka." (Shad: 82-83)
Allah juga mengabarkan bahwa di kalangan manu-sia juga ada yang berperan sebagai setan. Allah Ta'ala berfirman:
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manu-sia dan (dari jenis) jin." (Al-An'am: 112)
Cobalah perhatikan, Allah Ta'ala mendahulukan penyebutan setan dari jenis manusia sebelum penye-butan setan dari jenis jin! Sebab setan jenis manusia itulah yang mengajak kepada apa yang diserukan oleh setan jenis jin. Mereka mengajak kepada kekufuran, bid'ah dan maksiat, yang mana hal itu merupakan seruan setan. Alim ulama menjelaskan bahwa setan senantiasa mengajak manusia kepada perbuatan dosa, mulai dari dosa yang paling besar sampai dosa yang kecil. Ibnul Qayyim menyebutkan dalam kitab Al-Bada'iul Fawaaid di akhir juz kedua sebagai berikut: "Sesungguhnya setan mengajak manusia kepada enam perkara. Ia baru melangkah kepada perkara kedua bila perkara pertama tidak berhasil dilakukannya.
• Mengajaknya berbuat syirik dan kekufuran. Jika hal ini berhasil dilakukannya berarti setan telah menang dan tidak sibuk lagi dengannya.
• Jika tidak berhasil, setan akan mengajaknya berbuat bid'ah. Jika sudah terjerumus ke dalamnya, maka setan akan membuat bid'ah itu indah di matanya hingga dia rela dan setan pun membuatnya puas dengan bid'ah itu.
• Jika tidak berhasil juga, setan akan menjerumuskan-nya ke dalam dosa-dosa besar.
• Jika tidak berhasil, setan akan menjerumuskannya ke dalam dosa-dosa kecil.
• Jika ternyata tidak berhasil juga, setan akan menyi-bukkannya dengan perkara-perkara mubah hingga ia lupa beribadah.
• Jika tidak mempan juga, setan akan membuainya dengan perkara-perkara kurang penting hingga ia abaikan perkara-perkara terpenting.
• Jika gagal juga, maka setan akan melakukan tipu daya terakhir, jarang orang yang selamat darinya hingga para nabi dan rasul sekalipun. Yaitu mengerahkan bala tentaranya dari jenis manusia untuk menyerang orang-orang yang berpegang teguh de-ngan agamanya.
Oleh sebab itu kita temui setan-setan jenis manu-sia ada juga yang menyeru kepada kekufuran, syirik, mengajak orang berbuat dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil. Jika tidak mampu, mereka akan membuat orang lalai dengan perkara-perkara mubah. Jika masih juga gagal, maka mereka memalingkan orang dari amal yang terpenting kepada amal yang kurang penting. Jika ternyata gagal, maka tidak ada jalan lain kecuali mengganggu dengan lisan, dengan tangan atau dengan gangguan model apa saja!
Maka seorang insan seharusnya tetap waspada dan menjauhkan diri dari setan-setan baik dari jenis jin maupun manusia.

JENIS-JENIS FITNAH

Hendaknya setiap muslim harus mengetahui jenis-jenis fitnah, agar ia dapat berjalan di atas ilmu dan keterangan yang nyata, dan hingga ia tidak terkicuh, terutama bagi para pemuda. Sebab jika Allah tidak memberinya akal yang cemerlang dan sikap santun serta pemahaman dan pengetahuan yang cukup mengenai fitnah ini, niscaya banyak di antara mereka yang terkicuh dengan tipu daya setan. Dengan mudah ia akan mengikuti setiap ajakan setan. Maka dari itu, kita harus menyebutkan beberapa bentuk dan beberapa jenis fitnah pada zaman sekarang ini. Sebagaimana yang dimaklumi bersama, bahwa juru fitnah (kesesatan) tidak terang-terangan mengajak orang kepadanya. Namun ia mengajak melalui corong-corongnya, para penyebar dan para penyeru kepadanya. Merekalah yang disebut sebagai da'i-da'i penyebar kesesatan.
Fitnah ada dua jenis:
Pertama: Penyeru kepada syirik, kekufuran, kese-satan dan penyebar aqidah menyimpang.
Kedua: Penyeru kepada perbuatan dosa dan mak-siat, baik dosa besar maupun dosa kecil.
Akan kita sebutkan satu per satu dengan ringkas dan gamblang supaya menjadi peringatan dan penje-lasan. Sebab sangat disayangkan sekali risalah sederha-na ini tidak cukup memuat seluruhnya.
Jenis Pertama: Penyeru Kepada Syirik, Kekufuran, Kesesatan dan
Penyebar Aqidah Menyimpang
Sesungguhnya merupakan fitnah zaman sekarang adalah merebaknya ajakan kepada perbuatan syirik, kufur dan sesat serta menyebarnya aqidah-aqidah yang menyimpang di mana-mana. Sudah barang tentu Allah I telah meletakkan fitrah pada diri manusia untuk mengenal-Nya. Dan untuk mengakui-Nya sebagai Rabb dan ilaah (sesembahan). Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya:
"(Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah mencip-takan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.(Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengeta-hui." (Ar-Rum: 30)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga telah menegaskan hal itu dalam sabdanya:
"Setiap bayi terlahir dalam keadaan fitrah (muslim muwahhid), namun kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia Yahudi, Nasrani atau Majusi. Sebagaimana seekor hewan melahirkan anaknya dalam keadaan sempurna, adakah kamu dapati cacat padanya." (Muttafaq 'alaih)
Dalam hadits ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjelaskan bahwa seorang insan lahir ke dunia dalam keadaan yang sem-purna, siap menerima kebaikan. Sekiranya ia dibiarkan begitu saja, niscaya ia dapat mengenali Rabbnya. Ia akan mengetahui apa yang diperintahkan kepadanya, serta menyadari bahwa ia tidak dibiarkan begitu saja. Ia dibebani tanggung jawab dan kewajiban. Akan tetapi di sekitarnya ada faktor-faktor yang mempengaruhinya. Ada yang baik, yang akan menghidupkan fitrah dan nalurinya. Dan ada yang buruk, yang membelokkannya dari aqidah yang benar, hingga terjerumus dalam aqidah-aqidah sesat. Faktor berpengaruh tersebut bisa jadi dari orang tuanya sendiri dan bisa jadi dari guru atau orang lain.
Fitnah semacam ini bergerak mengajak orang ke-pada kesesatan dan kemaksiatan. Dengan ajakan seperti ini dan dengan metode yang penuh tipu daya tersebarlah berbagai macam kemaksiatan secara otomatis semakin banyak pula orang-orang yang mempromosikannya. Coba lihat, betapa banyak penyeru kepada kekufuran, kebatilan dan kesesatan.
Tidak syak lagi, bahwasanya siapa saja yang meng-gandrungi sebuah keyakinan, menyenanginya dan mera-sa puas dengannya, pasti senang bila keyakinan seperti itu semakin banyak penganutnya dan tersebar luas. Ia akan segera menawarkan keyakinan itu kepada orang lain dan berusaha agar orang lain menyukainya dan memandangnya bagus. Tanpa ambil peduli dengan kesalahan dan kesesatan yang ada padanya. Sebagai contoh, kita meyakini kesesatan kaum Nasrani, Yahudi dan Majusi, siapa saja yang mempelajari dan mengetahui keyakinan mereka pasti yakin bahwa mereka jauh dari kebenaran. Walaupun begitu mereka meyakini bahwa mereka berada di atas kebenaran. Oleh sebab itu mere-ka berusaha sekuat tenaga menyebarkan keyakinan mereka melalui berbagai media. Dan menyebarkan juru-juru dakwah yang mereka namakan missionaris, namun pada hakikatnya mereka adalah penginjil dan penyebar kesesatan. Mereka ini adalah fitnah terbesar, yang mana mereka telah berhasil menyesatkan banyak orang. Hanya orang-orang yang diselamatkan Allah Subhanahu wa Ta'ala saja yang terhindar dari bahaya mereka para missionaris dan penginjil itu. Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan mereka sebagai batu ujian dan cobaan bagi umat manusia. Namun di balik itu semua ada hikmah yang besar dan bukti yang terang.
Termasuk fitnah yang tersebar pada hari ini adalah ajakan-ajakan kepada aqidah yang sesat. Siapa saja yang meyakini sebuah aqidah sesat, maka aqidah itu akan menjadi kepercayaannya. Ia akan menyeru kepada-nya dan mengangkat juru-juru dakwah untuk menyebar-kannya. Dan rela mengeluarkan hartanya untuk itu sekalipun aqidah itu batil dan jauh dari kebenaran. Namun setan membuta-tulikan mata hatinya sehingga merasa dirinyalah yang benar dan memandang salah orang-orang yang menyelisihinya.
Lihat saja, setiap ahli bid'ah pasti mengajak orang kepada bid'ahnya. Sebagai contoh kaum Syi'ah Rafi-dhah, ajaran mereka telah tersebar luas di beberapa negeri Islam. Padahal jika engkau menilik keyakinan mereka, pasti engkau dapati sangat jauh dari kebenaran. Jika engkau membaca buku-buku mereka, pasti engkau akan terhenyak kaget melihat kisah-kisah khurafat dan dusta bertebaran di sana-sini.
Walau demikian, mereka bersungguh-sungguh dalam menyebarkan aqidah sesat tersebut. Bukan itu saja, bahkan mereka rela mengeluarkan harta yang berlimpah demi menjerat orang-orang jahil dan bodoh ke dalamnya. Jarang orang yang selamat jika sudah terperangkap jerat aqidah tersebut. Wal 'Iyadzubillah
Setan menutup mata mereka sehingga mereka merasa berada di pihak yang benar. Lalu mereka pun berusaha memperdaya orang lain supaya meyakini merekalah golongan yang benar, selain mereka adalah ahli bathil. Ternyata banyak sekali orang-orang jahil dan terbelakang yang terkicuh dengan cara-cara mereka itu. Mereka menampakkan kelembutan, kerendahan hati dan ketawadhu'an namun di balik itu mereka berusaha menyeret orang ke dalam aqidah mereka yang sesat. Fitnah kelompok Syi'ah Rafidhah ini sudah sedemikian besar dan parah, kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala semoga kaum muslimin terhindar dari kejahatan dan bahaya mereka.
Selain itu banyak pula kelompok-kelompok me-nyimpang lainnya. Misalnya kelompok Khawarij yang juga merupakan ancaman serius. Mereka masih tetap bergentayangan di beberapa negeri. Yang membuat api fitnah semakin marak.
Demikian pula kaum sufi, kaum ahli bid'ah yang mentakwil secara bathil sifat-sifat Allah. Mereka juga merupakan pemicu fitnah. Mereka ini menyebar di ber-bagai belahan dunia. Dan masih banyak lagi kelompok-kelompok menyimpang lainnya.
Maka sudah seyogyanya seorang insan berpe-gang teguh kepada al-Haq dan benar-benar meyakininya. Dan benar-benar bersandar kepada dalil-dalilnya. Serta menjauhkan diri dari juru-juru fitnah dan kesesatan tersebut. Jangan sekali-kali ia mendengar ajakan dan promosi mereka. Sekalipun ia seorang yang berilmu. Sebab keyakinan-keyakinan sesat itu ibarat racun dalam lemak. Kelihatannya enak, menarik minat untuk mema-kannya namun di balik itu adalah racun mematikan.
Tujuan kami menyebutkan oknum-oknum juru dakwah yang menyesatkan serta bid'ah-bid'ah mereka adalah sebagai peringatan bagi setiap muslim dari bahaya mereka dan bahaya bid'ah yang mereka serukan. Dan supaya kaum muslimin tidak bertumpu kepada mereka. Hendaklah selalu waspada dan berhati-hati terhadap setiap orang yang mengajak kepada kekufuran, syirik, bid'ah dan kesesatan.
Jenis Kedua: Penyeru Kepada Maksiat dan Dosa yang Besar Maupun Kecil
Oknum-oknum yang mengajak berbuat maksiat dan dosa yang besar maupun kecil sangat banyak berke-liaran pada zaman sekarang ini, semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak memperbanyak jumlah mereka. Banyak sekali fitnah dan musibah akibat kejahatan mereka. Mereka masuk ke mana-mana, di kalangan kaum Yahudi terdapat penyeru kepada maksiat, demikian pula halnya di kalangan kaum Nasrani, kaum musyrikin, kaum mulhidin kaum komunis, bahkan di kalangan kaum muslimin dan lebih khusus lagi di kalangan Ahlus Sunnah terdapat penyeru kepada maksiat. Demikian pula di kalangan kaum Syi'ah Rafidhah, Mu'tazilah dan kelompok-kelompok bid'ah lainnya, di kalangan mereka terdapat penyeru kepada maksiat.
Penyeru kepada maksiat lebih dominan daripada yang lain. Bencana yang mereka timbulkan juga lebih besar. Tidak ada jalan alternatif lain bagi seorang mus-lim untuk menyelamatkan dirinya dari bencana tersebut kecuali dengan menyadari bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengha-ramkan segala perbuatan maksiat. Dan hendaknya ia mengetahui bahwa oknum-oknum yang mengajak ber-buat maksiat pada hakikatnya mengajak supaya orang lain meniru mereka.
Tidak syak lagi, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjelaskan perkara yang halal dan perkara yang haram. Dan telah mene-tapkan sanksi dan hukuman atas perbuatan haram dan mengancam pelakunya dengan siksaan yang pedih. Di samping itu Allah Subhanahu wa Ta'ala menganjurkan hamba-Nya berbuat taat dan berpegang teguh dengannya serta selalu me-ngerjakan amal-amal kebaikan. Dan Dia telah menjanji-kan pahala yang besar bagi yang mengamalkannya. Namun meski demikian, oknum-oknum yang menggan-drungi perbuatan dosa dan maksiat itu tetap ngotot menyebarkannya.
Jika hati bertanya, apa yang mereka inginkan di balik maksiat dan dosa yang mereka sebarkan ke mana-mana? Bukankah mereka mengetahui bahwa Allah telah mengharamkannya? Bukankah mereka juga menyadari bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mengazab orang-orang yang berbuat maksiat? Lalu apa yang mereka inginkan?
Jawabnya: Itulah fitnah dan bala zaman sekarang! Allah Subhanahu wa Ta'ala menguji hamba-hamba-Nya dengan fitnah tersebut. Barangsiapa selamat berarti merekalah orang-orang yang dikehendaki baik oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Barangsiapa binasa, maka merekalah orang-orang yang dikehendaki sesat oleh-Nya. Wal 'Iyadzubillah
Sebagai keterangan tentang fitnah dan bahaya para penyeru kepada maksiat, kami akan menyebutkan beberapa contoh orang-orang yang mengajak berbuat maksiat dan seruan yang mereka teriakkan. Sehingga seorang muslim dapat berjalan dengan penuh kewaspa-daan terhadap mereka dan pengaruh mereka. Kami akan menyebutkan beberapa maksiat yang sudah umum dan merata di tengah-tengah umat. Menyinggung sekilas tentang bahayanya dan tidak memerincinya lebih men-dalam. Sebab buku kecil ini tidak cukup untuk memuat-nya.
1-Menenggak Minuman Keras
Meminum minuman keras termasuk fitnah (ke-mungkaran) besar yang banyak menimpa para pemuda Islam sekarang ini. Tidak hanya sebatas menenggaknya saja, bahkan mereka juga mengajak orang lain kepada kemungkaran yang besar ini. Setiap orang yang kecanduan minuman keras, pasti mengajak orang lain untuk mencicipinya. Sebab ia sudah terlanjur sayang dan suka serta menggandrunginya, karena itulah ia ingin agar semakin banyak orang yang mengikuti dan mem-bantunya. Sehingga tidak ada orang yang mencegahnya. Ia akan berkata kepada orang yang mendakwahinya: "Mengapa Anda terlalu pelit terhadap diri sendiri? Mengapa Anda tidak ikut bersenang-senang menikmati kelezatan ini? Demikianlah ia terus merayu sehingga orang-orang yang jahil akan terperosok ke dalam perbuatan maksiat itu! Dan bila sudah jatuh ke dalamnya, ia akan terjerat sehingga sangat sulit untuk melepaskan diri. Jatuhlah ia ke dalam kemungkaran yang besar, yaitu meminum minuman keras. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu men-dapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamr (arak) dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (Al-Ma'idah: 90-91)
2-Mendengarkan Lagu dan Alat-alat Musik
Termasuk fitnah (kemungkaran) yang banyak ter-sebar pada zaman sekarang adalah mendengarkan nyanyian dan alat-alat musik. Orang-orang yang kecan-duan alat-alat musik dan hobi mendengarkan musik, lagu dan sejenisnya suka jika semakin banyak orang yang mempunyai kegemaran seperti mereka. Oleh sebab itu, pecandu musik dan lagu tahu jika kita semua menentang mereka, maka kita akan mengekang mereka, menyusahkan dan merendahkan mereka. Sehingga dengan itu mereka akan rendah dan hina serta tidak dapat memuaskan dirinya dan menampakkan serta mempromosikan kehendak syahwatnya.
Bilamana banyak orang-orang yang mendukung mereka dan banyak pula orang-orang yang meniru, membantu dan mengikuti mereka, maka dengan leluasa mereka membuka tempat-tempat hiburan, night club, music house, kafe-kafe, diskotik-diskotik, tempat-tempat karaoke dan lainnya. Mereka pun mengajak orang lain ke tempat itu. Pengaruh mereka terhadap orang-orang jahil adalah cobaan dan bala'. Dengan cobaan itu Allah meneguhkan orang-orang yang berakal dan menyesat-kan orang-orang jahil dan menyimpang.
3-Mengisap Rokok
Mengisap rokok termasuk fitnah (wabah) besar yang pada hari ini tidak ada satupun rumah yang selamat dari asapnya! Kecanduan mengisap rokok telah melanda setiap lapisan baik orang dewasa maupun anak kecil, pria maupun wanita. Bukan sebatas itu saja, ternyata banyak juga oknum-oknum yang menyeru kepada wa-bah rokok yang lebih tepat disebut penyakit dan bala'!
Mengapa!
Sebab para perokok ingin agar semakin banyak orang yang kecanduan rokok. Sehingga tidak ada lagi orang yang berusaha mencegahnya. Ajakan para peng-isap rokok ini termasuk fitnah. Bila ia melihat seorang jahil, ia akan berusaha mempengaruhinya supaya merokok. Termasuk di antaranya beberapa orang yang terpengaruh merokok melalui teman-temannya yang candu merokok. Ia terpengaruh dengan jumlah mereka yang banyak tanpa melihat kepicikan dan kedangkalan akal dan faham para perokok itu. Lama-kelamaan ia akan mengikuti kebiasaan mereka. Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan bagi dirinya, niscaya Dia akan melindungi serta menjauhkannya dari pergaulan anak-anak nakal tersebut. Dan barangsiapa dipengaruhi mere-ka, maka hendaklah berhati-hati dan waspada terhadap ajakan dan seruan mereka. Sebab bahaya ini (bahaya mengisap rokok) telah merata di mana-mana dan telah meminta banyak korban.
4-Eksploitasi Kaum Wanita
Termasuk dalam deretan fitnah zaman sekarang adalah eksploitasi kaum wanita.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mengabarkan bahwa wanita itu adalah salah satu fitnah yang terbesar. Beliau bersabda:

"Berhati-hatilah dari godaan dunia dan waspadai-lah rayuan kaum wanita, sebab fitnah pertama kali yang menimpa bani Israil adalah fitnah wanita." (HR. Muslim)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyebut wanita sebagai fitnah (sumber godaan). Dan rasul juga telah mengabarkan bahwa bani Israil tersesat karena fitnah (godaan) wanita.
Pada zaman sekarang ini eksploitasi kaum wanita banyak tersebar di mana-mana. Mayoritas kaum hawa itu berani bersolek dan menampakkan lekuk tubuh mereka di pasar dan di jalan-jalan. Memamerkan segala macam asesioris dan perhiasannya.
Barangsiapa yang Allah kehendaki terkena goda-an, maka ia akan menyorotkan matanya atau melirikkan pandangannya kepada mereka (kaum wanita itu). Hing-ga dikhawatirkan ia akan terkena godaan daya tarik wanita itu dan terpedaya lantas timbul syahwat terlarang yang mendorongnya berbuat apa yang diharamkan Allah Subhanahu wa Ta'ala, yaitu berzina! Atau pengantar kepada zina (seperti berdua-duan tanpa mahram, berpacaran dan lain-lain-pent). Memang, wanita adalah godaan yang paling besar!
Termasuk di antaranya eksploitasi kaum wanita melalui film-film. Ini merupakan musibah dan malape-taka besar.
Demikian pula foto-foto mereka di majalah, koran-koran dan sampul barang-barang tertentu. Mereka sengaja memilih wanita-wanita cantik agar menarik minat orang, khususnya para pemuda. Dan yang lebih berbahaya lagi adalah munculnya foto-foto mereka dalam keadaan bugil atau setengah bugil yang diproduksi dengan kamera-kamera canggih dan ditebar dengan parabola. Nas`alullah al-'afiyah was salaamah
Tidak diragukan lagi hal itu termasuk bencana ter-besar pada zaman sekarang ini. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh. Barangsiapa mensucikan dirinya, pandangannya tidak akan tertuju kepada perkara haram itu. Dan tidak akan menuruti kehendak syahwat dalam hatinya kepada wanita-wanita itu. Barangsiapa dipelihara dan dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, niscaya Dia akan menjauhkannya dari fitnah tersebut. Dan niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang Allah Subhanahu wa Ta'ala kehendaki kebaikan bagi diri mereka.
5-Fitnah Harta
Termasuk fitnah pada zaman ini adalah harta benda dunia yang banyak menguasai hati manusia. Sehingga mereka lebih mengutamakan dan mengedepankannya daripada menunaikan hak-hak Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mereka tidak peduli dengan cara apa memperoleh harta benda itu, dengan yang halal atau yang haram.
Ini termasuk bencana yang sudah merata. Banyak juga oknum-oknum yang mengajak berbuat demikian. Adapun faktor pendorongnya adalah hawa nafsu yang diciptakan untuk selalu mencintai harta benda. Akibat-nya, banyak sekali orang yang terperosok ke dalam perbuatan haram. Pada hari ini banyak ditemukan orang-orang yang berbangga-bangga dengan harta yang ba-nyak. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu." (At-Takatsur: 1)
"Dan mereka berkata: "Kami lebih banyak mem-punyai harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diazab". (Saba': 35)
Betapa banyak orang-orang yang tergoda dengan harta benda dunia. Dan betapa banyak pula orang-orang yang bertanya-tanya bagaimana si Fulan dapat mengum-pulkan harta sebanyak itu hingga ia menjadi orang kaya dan dapat membangun istana-istana, memiliki ini dan itu di dalam dan luar negeri? Hingga ia pun berangan-angan dan akhirnya condong kepada harta dunia.
Dan betapa banyak pula orang yang terpedaya dengan cobaan harta ini. Mereka mengumpulkan harta tanpa peduli halal haram. Akhirnya mereka terjerumus ke dalam praktek riba, penipuan, suap-menyuap, dan lainnya. Semua itu karena ambisinya mengumpulkan harta. Sekalipun dengan cara mencuri, korupsi, mengge-lapkan harta negara tanpa hak dan lain-lain. Maksudnya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperbanyak dan mengembangkan hartanya sehingga ia bisa seperti si Fulan dan si Fulan!!
Apabila telah memperoleh harta yang banyak, maka mereka habiskan untuk berfoya-foya, memuaskan syahwat, mengenakan pakaian-pakaian yang disukai, tanpa memperhatikan batas halal haramnya lagi. Seperti memanjangkan pakaian melebihi mata kaki (isbal), atau meniru pakaian orang kafir, berekreasi ke negeri-negeri Eropa (baca:kafir), dan menyorotkan mata sesuka hati kepada perkara-perkara yang terlarang sebagai pemuas nafsu binatang mereka.
Demikianlah musibah menjadi bertambah besar. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah menegaskan bahwa harta adalah cobaan. Dan yang beliau takutkan atas kita adalah harta dunia yang dibentangkan dan gemerlap dunia yang Allah Subhanahu wa Ta'ala keluarkan bagi kita. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanya-lah cobaan (bagimu); dan di sisi Allah-lah pahala yang besar." (At-Taghabun: 15)
Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala jualah yang telah meng-anugerahkan harta benda tersebut. Dan menjadi cobaan bagi hamba yang menerimanya. Apakah ia tergelincir ke dalam perkara haram disebabkan harta itu? Apakah ia membeli barang-barang terlarang karena tidak puas dengan yang dibolehkan? Ataukah ia gunakan untuk memuaskan nafsunya sekalipun dengan perkara yang haram!?
Misalnya setiap kali bepergian ke luar negeri, ia terjerumus ke dalam perkara haram, seperti meminum khamar, berzina, dan lainnya. Itulah fitnah besar pada zaman sekarang ini. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala keselamatan dari segala kejelekan.
6-Fitnah Ajakan Kepada Penyimpangan dan Kesesatan
Termasuk fitnah pada zaman ini adalah ajakan dan seruan kepada berbagai jenis penyimpangan dan kese-satan. Orang-orang yang mengajak kepadanya berasal dari kalangan kaum kafir dan orang-orang fasik yang datang kepada kita dengan gelar-gelar mentereng seperti guru besar, instruktur, insinyur, arsitek, doktor, orang pintar dan sejenisnya. Orang-orang awam meng-gelari mereka dengan sebutan 'tenaga ahli'. Pada umum-nya mereka adalah orang-orang yang membenci dan dengki kepada kita. Sebab kita berpegang teguh dengan aqidah salafiyah yang benar. Di samping kita juga memi-liki kekayaan alam yang melimpah ruah, serta stabilitas keamanan yang tetap terjaga di negeri kita. Sehingga kita hanya takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mereka dengki kepada kita dan berusaha menjerumuskan kita kepada kehan-curan yang mereka alami. Maka mereka pun mengajak orang berbuat seperti mereka, sekalipun mereka tidak mengatakannya terang-terangan. Namun mereka men-contohkannya melalui perbuatan untuk memperdaya kita. Mereka itulah juru fitnah yang terbesar!
Hendaklah kita selalu waspada terhadap mereka. jangan sekali-kali memuliakan dan menghormati mereka, sebab sudah banyak orang yang menjadi korban, yang akhirnya condong kepada mereka dan memuji-muji mereka.
Orang-orang yang kembali dari negeri mereka pasti akan membenci kita. Membenci bapak-bapak dan pendahulunya. Melecehkan ibadah-ibadah yang kita lakukan. Dan semakin tinggilah kedudukan orang-orang kafir dan fasik itu dalam pandangan mereka.
Orang-orang itu mengatakan: "Kalian hanya pan-dai beribadah saja! Kalian hanya memiliki buku-buku agama saja! Kalian tidak bisa begini dan begitu! Semen-tara mereka berhasil menciptakan ini dan itu!
Maka setan pun memperdaya mereka, sehingga orang-orang kafir itu dianggap lebih hebat daripada kita. Lebih pintar, lebih maju ilmu pengetahuannya, lebih kuat jasmaninya, lebih ahli dan lebih mahir daripada kita kaum muslimin. Mereka benar-benar tidak tahu bahwa orang-orang kafir itu memang disegerakan bagi mereka kenikmatan-kenikmatan di dunia. Mereka adalah orang-orang yang sibuk mengurus dunia serta meninggalkan akhirat, sebagaimana yang digambarkan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam firman-Nya:
"Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidup-an) akhirat adalah lalai." (Ar-Rum: 7)
Wahai saudaraku, janganlah sekali-kali engkau terpedaya dengan orang-orang seperti itu. Baik mereka mengajakmu dengan lisan ataupun dengan perbuatan.
Misalnya seorang guru, ia mengajak dengan ucap-annya, ia hiasi perkataannya sehingga untaian katanya menarik untuk didengar. Namun di balik itu terdapat racun yang mematikan. Bahaya mereka sangat besar. Hanya orang yang Allah beri keteguhan serta ilmu yang dapat lolos dari mereka. Namun bagi yang lemah aqidahnya, ia pasti terpedaya oleh mereka. Ia akan melatahi guru sesat tersebut. Atau minimal meyakini guru sesat itu punya kelebihan, punya keahlian, punya pangkat dan kedudukan yang tinggi. Ia akan menyan-jungnya mati-matian bahwa dia punya keahlian ini, punya kepandaian itu dan lain sebagainya. Lantas ia akan mengikuti dan membenarkan seluruh ucapannya. Hing-ga ia terseret ke dalam ajakan guru sesat itu, maka kejahatan dan kerusakan semakin meluas. Itulah salah satu malapetaka akhir zaman!
Demikian pula yang datang dengan gelar insinyur, arsitektur, developer, instruktur dan lainnya yang berge-rak di bidangnya masing-masing. Orang-orang jahil memuji mereka, dengan mengatakan: "Mereka mengua-sai teknologi yang tidak kita kuasai, mereka ahli dalam memproduksi barang-barang dan merancang bangunan. Dengan demikian orang-orang jahil itu terpikat dan gan-drung kepada mereka. Tanpa menyadari bahwa mereka itu sebenarnya budak-budak dunia. Dan tanpa menya-dari juga bahwa mereka adalah orang kafir dan fasik yang tidak pernah ke masjid, tidak pernah menunaikan shalat dan tidak pernah membaca Al-Qur'an.
Seorang muslim yang celaka tanpa terasa telah menyanjung-nyanjung mereka, terpedaya dengan mere-ka, memuji mereka dengan sifat amanah, faham, kuat dan bertanggung jawab dalam menangani tugas.
Orang-orang jahil yang kepincut dengan mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya mereka melakukan hal itu untuk memperdaya orang banyak, dan agar orang lain memuji mereka, sekalipun pekerjaan mereka seram-pangan.
Kita katakan kepada orang jahil itu: "Apabila Anda mengagumi mereka, belajarlah baik-baik seperti mereka lalu terapkan! Dengan catatan pelajarilah hal-hal yang bermanfaat saja dan hindarilah hal yang jelek-jelek. Sebab, bukankah Anda telah mengetahui bahwa niat mereka jelek? Meskipun mereka dikaruniai ilmu pengetahuan duniawi. Yang tidak lain hanyalah kese-nangan yang memperdayakan.
7-Promosi-promosi Terselubung
Termasuk fitnah pada hari ini adalah promosi-promosi terselubung yang banyak disebarkan oleh orang-orang kafir dan fasik melalui saluran-saluran komunikasi (program-program radio dan televisi), majalah, koran, buku dan selebaran-selebaran. Orang-orang jahil kem-bali menjadi korban dengan mengkonsumsi barang-barang itu. Mereka pun percaya dengannya, meyakini kebenarannya dan akhirnya terpedaya lantas mereka sendiri pula yang menyiarkannya lewat program-program radio dan televisi. Mengagumi keyakinan dan ibadah orang-orang kafir dan fasik itu, serta mengagumi karya-karya mereka, dan menyebarkannya melalui tulisan-tulisan dan surat kabar serta mencantumkan di dalam-nya foto-foto hasil produksi mereka.
Bahkan ada juga orang jahil yang memuji-muji aga-ma mereka dan mencela dienul Islam. Melecehkan aqidah dan budaya kita tanpa kita sadari.
Orang-orang awam melahap semua itu melalui siaran-siaran radio yang mereka pancarkan dan buku-buku serta koran-koran yang mereka sebarkan.
Hal ini merupakan bahaya besar yang dapat me-nerkam setiap orang jahil yang tidak punya tameng ilmu untuk menangkis syubhat-syubhat tersebut. Bisa saja hatinya terkena syubhat-syubhat itu. Lalu ia akan sulit melepaskan diri darinya. Jika syubhat yang disebarkan oleh juru dakwah, kaum fasik dan orang-orang yang punya maksud jelek serta para ahli bid'ah melalui siaran-siaran dan buku-buku ini menimpa seseorang maka tidak akan selamat darinya kecuali orang yang memiliki ilmu pengetahuan yang cukup sehingga ia dapat membantahnya dan menjelaskan kesesatan-kesesatan yang terdapat di dalamnya kepada orang lain.
8-Berteman Dengan Anak-anak Nakal
Termasuk fitnah pada zaman ini yang tidak kalah berbahaya adalah teman-teman yang nakal. Seorang insan bisa saja terpengaruh oleh temannya, ayahnya, saudaranya atau sahabatnya. Sehingga ia berbuat seperti tingkah laku teman-temannya itu. Sementara teman-temannya itu adalah anak-anak nakal yang selalu meng-ajaknya berbuat maksiat dan menjauhkannya dari ketaatan. Jelas, berteman dengan anak-anak nakal ini merupakan fitnah (bahaya) yang sangat besar.
Jalan yang harus ditempuh seseorang untuk mele-paskan dirinya dari bahaya ini adalah senantiasa bersa-bar dan terus memperteguh kesabarannya. Memegang teguh kebenaran walau bagaimana pun kondisinya. Hendaklah kamu bersabar apabila teman sekelasmu atau kawan sekantormu seorang yang fasik dan suka berbuat maksiat, lalu mengejekmu karena kamu meninggikan kain celanamu sementara ia musbil (mela-buhkannya hingga melebihi mata kaki), atau menge-jekmu karena kamu memanjangkan jenggot sementara ia mencukurnya, atau mengejekmu karena kamu bersi-kap zuhud, wara', selalu menjaga shalat lima waktu berjama'ah, tidak menonton film dan tidak mendengar-kan musik. Bahkan kadang kala ia mengajakmu untuk meninggalkan ketaatan-ketaatan tersebut dan merayumu untuk menyertainya berbuat maksiat dan kemungkaran. Jika demikian kondisinya, hendaklah kamu bersabar dan jangan sekali-kali terpedaya dengannya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan jalan keluar bagimu. Karena teman-teman yang fasik itu -siapapun orangnya- memang sangat besar bahayanya, dia itu saudara, ayah, anak, teman, guru atau yang lainnya.
Oleh sebab itu pula kamu harus ekstra hati-hati karena ucapan mereka sangat besar pengaruhnya. Se-orang insan yang diberi karunia ilmu pengetahuan meyakini bahwa ia berada di atas kebenaran pasti tidak akan terpedaya dan condong kepada mereka./

BAGAIMANA SOLUSINYA?

Banyak sekali jalan keluar dari fitnah dan kemung-karan yang menghadang kaum muslimin pada zaman ini yang tidak mungkin disebutkan satu per satu di sini. Namun kita akan sebutkan satu di anta-ranya, yang merupakan solusi utama dan asas dalam menanggulanginya. Siapa saja yang menemui jalan ini ia pasti termasuk orang-orang yang selamat dengan izin Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Jalan itu adalah menuntut ilmu!
Ilmu merupakan jalan keselamatan dari fitnah-fitnah tersebut. Yaitu ilmu yang benar sebagai faktor utama penjamin keselamatannya dari fitnah. Setiap orang yang mendapat karunia ilmu maka ia berada di bawah naungan cahaya terang yang berfungsi sebagai alat untuk mengetahui cara selamat dari kebinasaan.
Ilmu yang dimaksud di sini adalah ma'rifatullah (mengenal Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan dalil-dalil), memahami syariat-Nya, hak-hak-Nya, hukum-hukum-Nya, janji-janji serta ancaman siksa-Nya. Pertama kali camkanlah bahwa engkau adalah hamba Allah. Engkau tidak diciptakan-Nya secara sia-sia. Ketahuilah bahwa Dia-lah Rabb yang telah menciptakan engkau, dan Dia-lah yang mengatur engkau. Renungilah hal itu dengan melihat tanda-tanda kebesaran-Nya baik yang tersirat maupun yang tersurat. Yakinilah bahwa Dialah Allah yang mengatur dan memi-liki engkau, yang telah mencurahkan nikmat-nikmat-Nya yang tiada terhingga kepada engkau.
Dan ketahuilah bahwa engkau hanyalah seorang makhluk. Milik Sang Pencipta dan Pemberi rezeki. Eng-kau sangat membutuhkan-Nya setiap saat. Dan engkau telah menikmati nikmat-nikmat-Nya yang terus mengalir tanpa henti.
Lalu sadarilah bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala telah membebani engkau, yaitu dengan perintah dan larangan-Nya. Dia memerintahkan dan mewajibkan engkau beribadah serta melarang dan memperingatkan engkau dari perka-ra haram supaya dijauhi. Perkara-perkara di atas wajib engkau ketahui. Pelajari dan tekunilah karena hal itu tidaklah sulit, bacalah Al-Qur'an dan kitab-kitab As-Sunnah seperti Shahih Al-Bukhari, Muslim dan lainnya. Di sana pasti engkau dapati pelipur lara dan obat yang manjur untuk setiap penyakit. Di sana juga engkau dapati kewa-jiban-kewajiban ibadah seperti shalat, thaharah (bersuci), dan rukun-rukun Islam lainnya. Di dalamnya juga terdapat keterangan bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan perkara-perkara mubah yang boleh kita nikmati untuk menyam-bung hidup, dan juga menjelaskan perkara-perkara haram dan sejenisnya.
Jika hal itu sudah engkau fahami, maka selanjut-nya ketahuilah bahwa di sana ada pahala dan siksa. Yaitu bilamana seorang hamba menjaga kewajiban-kewajiban ibadah itu, niscaya Allah akan memberinya pahala. Demikian pula bila ia menjauhi perkara haram semata-mata melaksanakan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala, ia akan diberi oleh-Nya pahala yang besar. Dan sadarilah bahwa jika ia melakukan perkara haram itu atau menganggapnya remeh (menganggapnya hal biasa sehingga dilanggar-nya), niscaya Allah akan menyiksanya. Apabila ia meninggalkan kewajiban, maka Allah akan menyiksanya karena itu. Dan siksaan itu ada yang disegerakan ada pula yang ditangguhkan, sebagaimana juga halnya pahala.
Bilamana semua itu telah engkau resapi, apakah engkau masih berbuat durhaka kepada Allah? Apakah engkau masih bisa terkicuh lantas berbuat maksiat? Maka dari itu, pelajarilah aqidah yang benar agar engkau tidak tertipu oleh juru-juru dakwah yang sesat, para ahli bid'ah, mu'tazilah dan lainnya. Ketahuilah bahwa aqidahmu akan senatiasa lurus selama engkau mempelajari aqidah Ahlus Sunnah dan berpegang teguh dengannya. Selanjutnya setelah engkau mengetahui perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta'ala, pahala dan siksa-Nya, janganlah sekali-kali engkau terima ajakan yang membu-atmu malas beribadah dan menjerumuskanmu ke dalam perbuatan haram. Anggaplah orang yang mengajak itu sebagai juru-juru kesasatan dan fitnah, yang merupakan cobaan Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadap orang-orang jahil.
Mengetahui perkara-perkara tersebut merupakan asas dalam meraih keselamatan. Demikianlah terapi yang sangat gampang dan mudah. Dan alhamdulillah, di negara kita ini sarana dan prasarana menuntut ilmu mudah didapatkan.
Sarana-sarana itu sebagai berikut:
Majlis-majlis ilmu
Banyak sekali majlis-majlis ilmu yang diasuh oleh para alim ulama, mereka membacakan kitab-kitab ilmu di sela-sela waktu kosong. Engkau dapat mempelajari aqidah, hukum, nasihat-nasihat dan ilmu-ilmu lainnya. Jangan terlalu terpaku dengan pelajaranmu di sekolah atau madrasah yang hanya diperoleh dari guru saja. Karena pada umumnya mereka juga tidak memberikan porsi materi pelajaran yang memadai.
Rajin bertanya
Banyak sekali ulama-ulama yang dapat engkau hu-bungi melalui telepon ataupun bertatap muka langsung, supaya engkau dapat memetik ilmu yang bermanfaat dan benar melalui mereka.
Buku-buku yang bermanfat
Banyak sekali buku-buku karangan ahli ilmu yang telah dicetak dan direvisi. Sehingga terjaga keakuratan dan kevalidan penisbatan buku-buku itu kepada penulis aslinya. Mereka adalah ulama pewaris nabi yang dapat dipegang ucapannya. Sandaran mereka adalah Al-Qur'an dan As-Sunnah. Engkau dapat memiliki buku-buku terse-but dan dapat engkau baca dan telaah. Dan pergunakan-lah kitab-kitab syarah yang dapat dipercaya dan steril dari bid'ah-bid'ah untuk membantu memahaminya. Dengan demikian aqidah dan ilmu yang kamu miliki dapat terjaga dan tidak ternodai.
Janganlah engkau campur adukkan ilmu yang be-nar dengan ilmu yang menyimpang. Sebab di sana ba-nyak sekali beredar buku-buku ahli bid'ah, seperti buku-buku Syi'ah Rafidhah, Al-Asy'ariyah, Mu'tazilah dan lain-lain. Buku-buku tersebut ciri-cirinya sangat jelas, cukup engkau kenali penulisnya, apakah ia seorang syi'i rafidhi (penganut paham Syi'ah Rafidhah), atau seorang mu'tazili, asy'ari atau yang lainnya. Jauhilah buku-buku mereka dan jangan sekali-kali engkau membacanya. Jika engkau tidak mengetahui buku yang harus dibaca, tanyakanlah kepada para ulama, buku apa saja yang harus dibaca dan buku apa saja yang harus dijauhi. Semoga engkau menjadi seorang yang alim tentang Dienullah, insya Allah. Dengan jalur ilmu itulah engkau akan selamat dari segala fitnah dan kehancuran./

CAMKANLAH NASIHAT INI!

esungguhnya jalan keselamatan hanyalah satu, yaitu jalan Allah yang lurus. Yang telah Allah sebutkan dalam firman-Nya:
"Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya." (Al-An'am: 153)
Telah dinukil dari sebuah hadits shahih bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menarik sebuah garis lurus, lalu menarik garis-garis ke kanan dan ke kiri dari garis yang lurus itu. Kemudian beliau bersabda:

"Inilah (garis lurus) jalan Allah, sementara garis-garis ke kanan dan ke kiri itu adalah jalan-jalan setan" , kemudian beliau membaca ayat: "Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya." (HR. Ahmad dan Ad-Darimi)
Sebagian ulama mencontohkannya dengan pelepah kurma yang menjulur hingga ke tanah. Sekiranya seekor serangga merayap naik melalui batangnya, niscaya ia akan sampai ke atas dan dapat menikmati buah kurma yang diinginkannya, artinya ia telah selamat sampai ke tujuan. Lain ceritanya jika ia naik melalui pelepah daun kurma yang menjulur ke kanan dan ke kiri itu, baru saja ia mencoba merayap naik pasti sudah terjatuh. Batang itulah jalan Allah, sementara pelepah daun kurma itu adalah jalan-jalan setan. Jalan Allah yang merupakan shiratul mustaqim sangat jelas terlihat.
Sekarang ini kita berada pada zaman serba asing, sebagaimana yang disebutkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam se-buah hadits:

"Dienul Islam itu pada mulanya asing dan akan kembali menjadi asing sebagaimana pada awalnya, maka Thuubaa (kebahagian/Surga bernama thuu-baa) bagi para ghuraba'." (HR. Muslim)
Ada beberapa riwayat lainnya yang menjelaskan pengertian ghuraba' sebagai berikut: "Mereka adalah orang-orang yang memelihara agamanya dari fitnah-fitnah." Setiap kali fitnah datang menimpa harta, diri dan agamanya, ia akan menjauh menyelamatkan diri. Hingga agamanya tetap terjaga. Sebagaimana disebutkan Rasu-lullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam sebuah hadits:

"Pada akhir zaman nanti sebaik-baik harta kalian adalah kambing-kambing yang digembalakannya di puncak-puncak bukit dan tempat-tempat penggem-balaan, menjauhkan diri dari fitnah-fitnah demi menjaga agamanya."
Orang-orang yang menjaga nilai-nilai agamanya merekalah yang disebut ghuraba', dan merekalah yang mendapat doa dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Berbahagialah para ghuraba'!"
Seorang muslim hanya selamat dengan memegang teguh nilai-nilai agamanya, ia harus mendahulukannya daripada yang lain. Seperti yang disebutkan dalam hadits:

"Apabila datang cobaan/fitnah menimpamu, maka korbankan hartamu. Jika tidak dapat diatasi dengan harta, maka korbankanlah dirimu. Jangan sekali-kali kamu korbankan agamamu!"
Camkanlah nasihat tersebut, kami berharap semo-ga setiap muslim dapat mengembannya dengan sebaik-baiknya. Kita memohon kepada Allah semoga Dia mengajarkan kita ilmu yang bermanfaat, dan menjadikan kita orang-orang yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Kita berlindung kepada-Nya dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu', doa yang tidak dikabulkan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menunjukkan kebenaran kepada kita dan memberikan kekuatan bagi kita untuk mengikuti-nya. Dan menampakkan kebatilan kepada kita serta memberikan petunjuk kepada kita untuk menjauhinya. Tidak menjadikannya samar sehingga kita tersesat. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala semoga Dia mengokohkan agama ini yang merupakan pelindung segala urusan kita, dan menghindarkan kita dari fitnah-fitnah yang nyata maupun terselebung. Sesungguhnya Dia Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Shalawat dan salam semoga tercurah atas junjungan kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, atas keluar-ga dan segenap sahabat beliau.