<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933</id><updated>2009-12-16T06:30:51.435+07:00</updated><title type='text'>"Hidup mulia atau mati sebagai syuhada`...!!!"</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default?orderby=updated'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;orderby=updated'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>368</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-788876097966529880</id><published>2009-11-01T21:02:00.002+07:00</published><updated>2009-11-01T21:06:59.500+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Salafus Sholih'/><title type='text'>Umar bin Abdul Aziz r.a.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Su2V78UM72I/AAAAAAAAAfQ/ySFDqoqHydk/s1600-h/umar-abd-aziz.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 265px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Su2V78UM72I/AAAAAAAAAfQ/ySFDqoqHydk/s320/umar-abd-aziz.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399136385322774370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat itu tengah malam di kota Madinah. Kebanyakan warga kota sudah tidur. Umar bin Khatab r.a. berjalan menyelusuri jalan-jalan di kota. Dia coba untuk tidak melewatkan satupun dari pengamatannya. Menjelang dini hari, pria ini lelah dan memutuskan untuk beristirahat. Tanpa sengaja, terdengarlah olehnya percakapan antara ibu dan anak perempuannya dari dalam rumah dekat dia beristirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nak, campurkanlah susu yang engkau perah tadi dengan air,” kata sang ibu.&lt;br /&gt;“Jangan ibu. Amirul mukminin sudah membuat peraturan untuk tidak menjual susu yang dicampur air,” jawab sang anak.&lt;br /&gt;“Tapi banyak orang melakukannya Nak, campurlah sedikit saja. Tho insyaallah Amirul Mukminin tidak mengetahuinya,” kata sang ibu mencoba meyakinkan anaknya.&lt;br /&gt;“Ibu, Amirul Mukminin mungkin tidak mengetahuinya. Tapi, Rab dari Amirul Mukminin pasti melihatnya,” tegas si anak menolak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar percakapan ini, berurailah air mata pria ini. Karena subuh menjelang, bersegeralah dia ke masjid untuk memimpin shalat Subuh. Sesampai di rumah, dipanggilah anaknya untuk menghadap dan berkata, “Wahai Ashim putra Umar bin Khattab. Sesungguhnya tadi malam saya mendengar percakapan istimewa. Pergilah kamu ke rumah si anu dan selidikilah keluarganya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ashim bin Umar bin Khattab melaksanakan perintah ayahndanya yang tak lain memang Umar bin Khattab, Khalifah kedua yang bergelar Amirul Mukminin. Sekembalinya dari penyelidikan, dia menghadap ayahnya dan mendengar ayahnya berkata,&lt;br /&gt;“Pergi dan temuilah mereka. Lamarlah anak gadisnya itu untuk menjadi isterimu. Aku lihat insyaallah ia akan memberi berkah kepadamu dan anak keturunanmu. Mudah-mudahan pula ia dapat memberi keturunan yang akan menjadi pemimpin bangsa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, menikahlah Ashim bin Umar bin Khattab dengan anak gadis tersebut. Dari pernikahan ini, Umar bin Khattab dikaruniai cucu perempuan bernama Laila, yang nantinya dikenal dengan Ummi Ashim. Suatu malam setelah itu, Umar bermimpi. Dalam mimpinya dia melihat seorang pemuda dari keturunannya, bernama Umar, dengan kening yang cacat karena luka. Pemuda ini memimpin umat Islam seperti dia memimpin umat Islam. Mimpi ini diceritakan hanya kepada keluarganya saja. Saat Umar meninggal, cerita ini tetap terpendam di antara keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kakeknya Amirul Mukminin Umar bin Khattab terbunuh pada tahun 644 Masehi, Ummi Ashim turut menghadiri pemakamannya. Kemudian Ummi Ashim menjalani 12 tahun kekhalifahan Ustman bin Affan sampai terbunuh pada tahun 656 Maserhi. Setelah itu, Ummi Ashim juga ikut menyaksikan 5 tahun kekhalifahan Imam Ali bin Abi Thalib r.a. Hingga akhirnya Muawiyah berkuasa dan mendirikan Dinasti Umayyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergantian sistem kekhalifahan ke sistem dinasti ini sangat berdampak pada Negara Islam saat itu. Penguasa mulai memerintah dalam kemewahan. Setelah penguasa yang mewah, penyakit-penyakit yang lain mulai tumbuh dan bersemi. Ambisi kekuasaan dan kekuatan, penumpukan kekayaan, dan korupsi mewarnai sejarah Islam dalam Dinasti Umayyah. Negara bertambah luas, penduduk bertambah banyak, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang, tapi orang-orang semakin merindukan ukhuwah persaudaraan, keadilan dan kesahajaan Ali, Utsman, Umar, dan Abu Bakar. Status kaya-miskin mulai terlihat jelas, posisi pejabat-rakyat mulai terasa. Kafir dhimni pun mengeluhkan resahnya, “Sesungguhnya kami merindukan Umar, dia datang ke sini menanyakan kabar dan bisnis kami. Dia tanyakan juga apakah ada hukum-hukumnya yang merugikan kami. Kami ikhlas membayar pajak berapapun yang dia minta. Sekarang, kami membayar pajak karena takut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Muawiyah membaiat anaknya Yazid bin Muawiyah menjadi penggantinya. Tindakan Muawiyah ini adalah awal malapetaka dinasti Umayyah yang dia buat sendiri. Yazid bukanlah seorang amir yang semestinya. Kezaliman dilegalkan dan tindakannya yang paling disesali adalah membunuh sahabat-sahabat Rasul serta cucunya Husein bin Ali bin Abi Thalib. Yazid mati menggenaskan tiga hari setelah dia membunuh Husein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, putra Yazid, Muawiyah bin Yazid, adalah seorang ahli ibadah. Dia menyadari kesalahan kakeknya dan ayahnya dan menolak menggantikan ayahnya. Dia memilih pergi dan singgasana dinasti Umayah kosong. Terjadilah rebutan kekuasaan dikalangan bani Umayah. Abdullah bin Zubeir, seorang sahabat utama Rasulullah dicalonkan untuk menjadi amirul mukminin. Namun, kelicikan mengantarkan Marwan bin Hakam, bani Umayah dari keluarga Hakam, untuk mengisi posisi kosong itu dan meneruskan sistem dinasti. Marwan bin Hakam memimpin selama sepuluh tahun lebih dan lebih zalim daripada Yazid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran Umar bin Abdul Aziz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, Ummi Ashim menikah dengan Abdul Aziz bin Marwan. Abdul Aziz adalah Gubernur Mesir di era khalifah Abdul Malik bin Marwan (685 – 705 M) yang merupakan kakaknya. Abdul Mallik bin Marwan adalah seorang shaleh, ahli fiqh dan tafsir, serta raja yang baik terlepas dari permasalahan ummat yang diwarisi oleh ayahnya (Marwan bin Hakam) saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perkawinan itu, lahirlah Umar bin Abdul Aziz. Beliau dilahirkan di Halawan, kampung yang terletak di Mesir, pada tahun 61 Hijrah. Umar kecil hidup dalam lingkungan istana dan mewah. Saat masih kecil Umar mendapat kecelakaan. Tanpa sengaja seekor kuda jantan menendangnya sehingga keningnya robek hingga tulang keningnya terlihat. Semua orang panik dan menangis, kecuali Abdul Aziz seketika tersentak dan tersenyum. Seraya mengobati luka Umar kecil, dia berujar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bergembiralah engkau wahai Ummi Ashim. Mimpi Umar bin Khattab insyaallah terwujud, dialah anak dari keturunan Umayyah yang akan memperbaiki bangsa ini.“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Abdul Aziz menuntut ilmu sejak beliau masih kecil. Beliau sentiasa berada di dalam majlis ilmu bersama-sama dengan orang-orang yang pakar di dalam bidang fikih dan juga ulama-ulama. Beliau telah menghafaz al-Quran sejak masih kecil. Merantau ke Madinah untuk menimba ilmu pengetahuan. Beliau telah berguru dengan beberapa tokoh terkemuka spt Imam Malik b. Anas, Urwah b. Zubair, Abdullah b. Jaafar, Yusuf b. Abdullah dan sebagainya. Kemudian beliau melanjutkan pelajaran dengan beberapa tokoh terkenal di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa Khalifah Walid bin Abdul Malik memerintah, beliau memegang jawatan gabernur Madinah/Hijaz dan berjaya mentadbir wilayah itu dengan baik. Ketika itu usianya lebih kurang 28 tahun. Pada zaman Sulaiman bin Abdul Malik memerintah, beliau dilantik menjadi menteri kanan dan penasihat utama khalifah. Pada masa itu usianya 33 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin Abdul Aziz mempersunting Fatimah binti Abdul Malik bin Marwan sebagai istrinya. Fatimah binti Abdul Malik bin Marwan adalah putri dari khalifah Abdul Malik bin Marwan. Demikian juga, keempat saudaranya pun semua khalifah, yaitu Al Walid Sulaiman, Al Yazid, dan Hisyam. Ketika Fatimah dipinang untuk Umar bin Abdul Aziz, pada waktu itu Umar masih layaknya orang kebanyakan bukan sebagai calon pemangku jabatan khalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengangkatan Umar bin Abdul Aziz sebagai Khalifah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas wasiat yang dikeluarkan oleh khalifah Sulaiman bin Abdul Malik, Umar bin Abdul Aziz diangkat menjadi khalifah pada usianya 37 tahun. Beliau dilantik menjadi Khalifah selepas kematian Sulaiman bin Abdul Malik tetapi beliau tidak suka kepada pelantikan tersebut. Lalu beliau memerintahkan supaya memanggil orang ramai untuk mendirikan sembahyang. Selepas itu orang ramai mula berpusu-pusu pergi ke masjid. Apabila mereka semua telah berkumpul, beliau bangun menyampaikan ucapan. Lantas beliau mengucapkan puji-pujian kepada Allah dan berselawat kepada Nabi s.a.w kemudian beliau berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai sekalian umat manusia! Aku telah diuji untuk memegang tugas ini tanpa meminta pandangan daripada aku terlebih dahulu dan bukan juga permintaan daripada aku serta tidak dibincangkan bersama dengan umat Islam. Sekarang aku membatalkan baiah yang kamu berikan kepada aku dan pilihlah seorang Khalifah yang kamu reda”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba orang ramai serentak berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami telah memilih kamu wahai Amirul Mukminin dan kami juga reda kepada kamu. Oleh yang demikian perintahlah kami dengan kebaikan dan keberkatan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu beliau berpesan kepada orang ramai supaya bertakwa, zuhud kepada kekayaan dunia dan mendorong mereka supaya cintakan akhirat kemudian beliau berkata pula kepada mereka: “Wahai sekalian umat manusia! Sesiapa yang taat kepada Allah, dia wajib ditaati dan sesiapa yang tidak taat kepada Allah, dia tidak wajib ditaati oleh sesiapapun. Wahai sekalian umat manusia! Taatlah kamu kepada aku selagi aku taat kepada Allah di dalam memimpin kamu dan sekiranya aku tidak taat kepada Allah, janganlah sesiapa mentaati aku”. Setelah itu beliau turun dari mimbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar rahimahullah pernah menghimpunkan sekumpulan ahli fekah dan ulama kemudian beliau berkata kepada mereka: “Aku menghimpunkan kamu semua untuk bertanya pendapat tentang perkara yang berkaitan dengan barangan yang diambil secara zalim yang masih berada bersama-sama dengan keluarga aku?” Lalu mereka menjawab: “Wahai Amirul Mukminin! perkara tersebut berlaku bukan pada masa pemerintahan kamu dan dosa kezaliman tersebut ditanggung oleh orang yang mencerobohnya.” Walau bagaimanapun Umar tidak puas hati dengan jawapan tersebut sebaliknya beliau menerima pendapat daripada kumpulan yang lain termasuk anak beliau sendiri Abdul Malik yang berkata kepada beliau: “Aku berpendapat bahawa ia hendaklah dikembalikan kepada pemilik asalnya selagi kamu mengetahuinya. Sekiranya kamu tidak mengembalikannya, kamu akan menanggung dosa bersama-sama dengan orang yang mengambilnya secara zalim.” Umar berpuas hati mendengar pendapat tersebut lalu beliau mengembalikan semula barangan yang diambil secara zalim kepada pemilik asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah Umar bin Abdul Aziz diangkat menjadi khalifah dan Amirul Mukminin, Umar langsung mengajukan pilihan kepada Fatimah, isteri tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar berkata kepadanya, “Isteriku sayang, aku harap engkau memilih satu di antar dua.”&lt;br /&gt;Fatimah bertanya kepada suaminya, “Memilih apa, kakanda?”&lt;br /&gt;Umar bin Abdul Azz menerangkan, “Memilih antara perhiasan emas berlian yang kau pakai dengan Umar bin Abdul Aziz yang mendampingimu.”&lt;br /&gt;Kata Fatimah, “Demi Allah, Aku tidak memilih pendamping lebih mulia daripadamu, ya Amirul Mukminin. Inilah emas permata dan seluruh perhiasanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Khalifah Umar bin Abdul Aziz menerima semua perhiasan itu dan menyerahkannya ke Baitulmal, kas Negara kaum muslimin. Sementara Umar bin Abdul Aziz dan keluarganya makan makanan rakyat biasa, yaitu roti dan garam sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menjadi khalifah, beliau mengubah beberapa perkara yang lebih mirip kepada sistem feodal. Di antara perubahan awal yang dilakukannya ialah :&lt;br /&gt;1) menghapuskan cacian terhadap Saidina Ali b Abu Thalib dan keluarganya yang disebut dalam khutbah-khutbah Jumaat dan digantikan dengan beberapa potongan ayat suci al-Quran&lt;br /&gt;2) merampas kembali harta-harta yang disalahgunakan oleh keluarga Khalifah dan mengembalikannya ke Baitulmal&lt;br /&gt;3) memecat pegawai-pegawai yang tidak cekap, menyalahgunakan kuasa dan pegawai yang tidak layak yang dilantik atas pengaruh keluarga Khalifah&lt;br /&gt;4) menghapuskan pegawai pribadi bagi Khalifah sebagaimana yang diamalkan oleh Khalifah terdahulu. Ini membolehkan beliau bebas bergaul dengan rakyat jelata tanpa sekatan tidak seperti khalifah dahulu yang mempunyai pengawal peribadi dan askar-askar yang mengawal istana yang menyebabkan rakyat sukar berjumpa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain daripada itu, beliau amat menitilberatkan tentang kebajikan rakyat miskin di mana beliau juga telah menaikkan gaji buruh sehingga ada yang menyamai gaji pegawai kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga amat menitikberatkan penghayatan agama di kalangan rakyatnya yang telah lalai dengan kemewahan dunia. Khalifah umar telah memerintahkan umatnya mendirikan solat secara berjammah dan masjid-masjid dijadikan tempat untuk mempelajari hukum Allah sebegaimana yang berlaku di zaman Rasulullah SAW dan para Khulafa’ Ar-Rasyidin. Baginda turut mengarahkan Muhammad b Abu Bakar Al-Hazni di Mekah agar mengumpul dan menyusun hadith-hadith Raulullah SAW. Beliau juga meriwayatkan hadis dari sejumlah tabiin lain dan banyak pula ulama hadis yang meriwayatkan hadis daripada beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bidang ilmu pula, beliau telah mengarahkan cendikawan Islam supaya menterjemahkan buku-buku kedoktoran dan pelbagai bidang ilmu dari bahasa Greek, Latin dan Siryani ke dalam bahasa Arab supaya senang dipelajari oleh umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengukuhkan lagi dakwah Islamiyah, beliau telah menghantar 10 orang pakar hukum Islam ke Afrika Utara serta menghantar beberapa orang pendakwah kepada raja-raja India, Turki dan Barbar di Afrika Utara untuk mengajak mereka kepada Islam. Di samping itu juga beliau telah menghapuskan bayaran Jizyah yang dikenakan ke atas orang yang bukan Islam dengan harapan ramai yang akan memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang terkenal dengan keadilannya telah menjadikan keadilan sebagai keutamaan pemerintahannya. Beliau ingin semua rakyat dilayani dengan adil tidak memandang keturunan dan pangkat supaya keadilan dapat berjalan dengan sempurna. Keadilan yang beliau perjuangan adalah menyamai keadilan di zaman kakeknya, Khalifah Umar Al-Khatab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa pemerintahan beliau, kerajaan Umaiyyah semakin kuat tiada pemberontakan dalaman, kurang berlaku penyelewengan, rakyat mendapat layanan yang sewajarnya dan menjadi kaya-raya hinggakan Baitulmal penuh dengan harta zakat kerana tiada lagi orang yang mahu menerima zakat. Rakyat umumnya sudah kaya ataupun sekurang-kurangnya mau berdikari sendiri. Pada zaman pemerintahan Umar bin Abdul Aziz ra, pasukan kaum muslimin sudah mencapai pintu kota Paris di sebelah barat dan negeri Cina di sebelah timur. Pada waktu itu kekausaan pemerintahan di Portugal dan Spanyol berada di bawah kekuasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian beliau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau wafat pada tahun 101 Hijrah ketika berusia 39 tahun. Beliau memerintah hanya selama 2 tahun 5 bulan saja. Setelah beliau wafat, kekhalifahan digantikan oleh iparnya, Yazid bin Abdul Malik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Ali bin Al-Husin rahimahullah berkata tentang beliau: “Kamu telah sedia maklum bahwa setiap kaum mempunyai seorang tokoh yang menonjol dan tokoh yang menonjol dari kalangan Bani Umaiyyah ialah Umar bin Abdul Aziz, beliau akan dibangkitkan di hari kiamat kelak seolah-olah beliau satu umat yang berasingan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat banyak riwayat dan athar para sahabat yang menceritakan tentang keluruhan budinya. Di antaranya ialah :&lt;br /&gt;1) At-Tirmizi meriwayatkan bahwa Umar Al-Khatab telah berkata : “Dari anakku (zuriatku) akan lahir seorang lelaki yang menyerupainya dari segi keberaniannya dan akan memenuhkan dunia dengan keadilan”&lt;br /&gt;2) Dari Zaid bin Aslam bahawa Anas bin Malik telah berkata : “Aku tidak pernah menjadi makmum di belakang imam selepas wafatnya Rasulullah SAW yang mana solat imam tersebut menyamai solat Rasulullah SAW melainkan daripada Umar bin Abdul Aziz dan beliau pada masa itu adalah Gabenor Madinah”&lt;br /&gt;3) Al-Walid bin Muslim menceritakan bahawa seorang lelaki dari Khurasan telah berkata : “Aku telah beberapa kali mendengar suara datang dalam mimpiku yang berbunyi : “Jika seorang yang berani dari Bani Marwan dilantik menjadi Khalifah, maka berilah baiah kepadanya kerana dia adalah pemimpin yang adil”.” Lalu aku menanti-nanti sehinggalah Umar b. Abdul Aziz menjadi Khalifah, akupun mendapatkannya dan memberi baiah kepadanya”.&lt;br /&gt;4) Qais bin Jabir berkata : “Perbandingan Umar b Abdul Aziz di sisi Bani Ummaiyyah seperti orang yang beriman di kalangan keluarga Firaun”&lt;br /&gt;5) Hassan al-Qishab telah berkata :”Aku melihat serigala diternak bersama dengan sekumpulan kambing di zaman Khalifah Umar Ibnu Aziz”&lt;br /&gt;6) Umar b Asid telah berkata :”Demi Allah, Umar Ibnu Aziz tidak meninggal dunia sehingga datang seorang lelaki dengan harta yang bertimbun dan lelaki tersebut berkata kepada orang ramai :”Ambillah hartaku ini sebanyak mana yang kamu mahu”. Tetapi tiada yang mahu menerimanya (kerana semua sudah kaya) dan sesungguhnya Umar telah menjadikan rakyatnya kaya-raya”&lt;br /&gt;7) ‘Atha’ telah berkata : “Umar Abdul Aziz mengumpulkan para fuqaha’ setiap malam. Mereka saling ingat memperingati di antara satu sama lain tentang mati dan hari qiamat, kemudian mereka sama-sama menangis kerana takut kepada azab Allah seolah-olah ada jenayah di antara mereka.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-788876097966529880?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/788876097966529880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/11/umar-bin-abdul-aziz-ra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/788876097966529880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/788876097966529880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/11/umar-bin-abdul-aziz-ra.html' title='Umar bin Abdul Aziz r.a.'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Su2V78UM72I/AAAAAAAAAfQ/ySFDqoqHydk/s72-c/umar-abd-aziz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-7981447464212570510</id><published>2009-11-01T20:53:00.002+07:00</published><updated>2009-11-01T20:59:15.495+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Salafus Sholih'/><title type='text'>Abbas bin Abdul Muththalib</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Su2UDRjmutI/AAAAAAAAAfI/tDk6WPaVTys/s1600-h/camels.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 227px; height: 196px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Su2UDRjmutI/AAAAAAAAAfI/tDk6WPaVTys/s320/camels.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399134312260352722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu, jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil darimu dan dia akan mengampuni kamu. Dan, Allah Maha Pemgampun lagi Maha Penyayang”. (Q.,s. al-Anfaal : 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut beberapa orang ahli tafsir, ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan Abbas bin Abdul Muththalib, Aqil bin Abdul Muththalib dan Naufal ibnu al-Harits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas bin Abdul Muththalib radhiallahu ‘anhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah paman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan salah seorang yang paling akrab dihatinya dan yang paling dicintainya. Karena itu, beliau senantiasa berkata menegaskan, “Abbas adalah saudara kandung ayahku. Barangsiapa yang menyakiti Abbas sama dengan menyakitiku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman Jahiliah, ia mengurus kemakmuran Masjidil Haram dan melayani minuman para jamaah haji. Seperti halnya ia akrab di hati Rasulullah, Rasulullah pun dekat sekali di hatinya. Ia pemah menjadi pembantu dan penasihat utamanya dalam bai’at al-Aqabah menghadapi kaum Anshar dari Madinah. Menurut sejarah, ia dilahirkan tiga tahun sebelum kedatangan Pasukan Gajah yang hendak menghancurkan Baitullah di Mekkah. Ibunya, Natilah binti Khabbab bin Kulaib, adalah seorang wanita Arab pertama yang mengenakan kelambu sutra pada Baitullah al-Haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada waktu Abbas masih anak-anak, ia pemah hilang. Sang ibu lalu bernazar, kalau puteranya itu ditemukan, ia akan mengenakan kelambu sutra pada Baitullah. Tak lama antaranya, Abbas ditemukan, maka iapun menepati nazamya itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya terkenal dengan panggilan Ummul Fadhal (ibu Si Fadhal) karena anak sulungnya bemama al-Fadhal. Wajahnya tampan. Ia duduk dibelakang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau menunaikan haji wada’-nya. Ia meninggal dunia di Syam karena bencana penyakit amuas. Anak-anaknya yang lain sebagai berikut ; yaitu anak kedua, Abdullah, seorang ahli agama yang mendapat doa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, meninggal di Thaif. Ketiga, Qutsam, wajahnya mirip benar dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Ia pergi berjihad ke negeri Khurasan dan meninggal dunia di Samarkand. Keempat, Ma’bad, mati syahid di Afrika. Abdullah (bukan Abdullah yang pertama), orangnya baik, kaya,dan murah hati meninggal dunia di Madinah. Kelima, Puterinya, Ummu Habibah, tidak banyak dibicarakan oleh sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli sejarah berbeda keterangan tentang Islamnya Abbas. Ada yang mengatakan, sesudah penaklukkan Khaibar. Ada yang mengatakan, lama sebelum Perang Badar. Katamya, ia memberitakan kegiatan kaum musyrikin kepada Nabi di Madinah, dan kaum muslimin yang ada di Mekkah banyak mendapat dukungan dari beliau. Kabamya, ia pemah menyatakan keinginannya untuk hijrah ke Madinah, tapi Rasulullah menyatakan, “Kau lebih baik tinggal di Mekah “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan kedua ini dikuatkan oleh keterangan Abu Rafi’, pembantu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Pada waktu itu, ketika aku masih kanak-kanak, aku rnenjadi pembantu di rumah Abbas bin Abdul Muththalib. Ternyata, pada waktu itu, Islam sudah masuk ke dalam rumah tangganya. baik Abbas maupun Ummul Fadhal, keduanya sudah masuk Islam. Akan tetapi, Abbas takut kaumnya mengetahui dan terpecah-belah, lalu ia menyembunyikan keislamannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia selalu menemani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Ka’bah. Ka’ab bin Malik mengutarakan, “Kami (saya dan al-Barra’ bin Ma’rur) mencari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kami tidak tahu dan tidak mengenal Rasulullah sebelumnya. Kami bertemu dengan seorang penduduk kota Mekkah. Kami tanyakan di mana kami bisa menemui Rasulullah. Ia balik bertanya, ‘Apakah kalian berdua mengenalnya?’ Kami menjawab, ‘Tidak!’. Ia lalu bertanya, ‘Kalian mengenal Abbas bin Abdul Muththalib, pamannya?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menjawab, ‘Ya!’ Memang kami sudah mengenalnya karena ia sering datang ke negeri kami membawa dagangan.&lt;br /&gt;Orang tadi lalu berkata, ‘Kalau kalian masuk ke Masjidil Haram, orang yang duduk di sebelah Abbas itulah orang yang kalian cari!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, kami masuk ke Masjidil Haram. Ternyata, kami menemukan Abbas duduk di sana dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk di sebelahnya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas radhiallahu ‘anhu mempunyai peran penting yang tidak bisa diabaikan dalam baiat al-Aqabah. Ia orang pertama yang berpidato dalam majelis itu. Ia berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai kaum Khazraj, (pada masa itu, suku al-Aus dan al-Khazraj dipanggil dengan al-Khazraj saja) kalian seperti yang saya ketahui telah mengundang datang Muhammad. Ketahuilah bahwa Muhammad itu orang yang paling mulia di tengah-tengah familinya. Ia dibela oleh orang orang yang sepaham dan orang-orang yang tidak sepaham dengan pikirannya demi memelihara nama baik keluarga. Muhammad sudah menolak tawaran orang lain selain kalian. Kalau kalian memiliki kekuatan, ketabahan, dan pengertian tentang ilmu peperangan, mempunyai kekuatan menghadapi persekutuan dan permusuhan seluruh bangsa Arab, karena mereka akan menyerang kalian dengan satu busur dan satu anak panah, maka camkanlah baik-baik terlebih dahulu, rembukkanlah antara kalian dengan mufakat dan sepakat bulat dalam majelis ini karena sebaik-baik bicara itu ialah yang jujur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata itu menunjukkan pengetahuannya yang luas dan pemikiran yang cerdas tentang berbagai persoalan. Ia ingin mengenali hakikat kaum Anshar dan membangkitkan kesiapsiagaan mereka. Ia lalu berkata lagi, “Cobalah kalian ceritakan kepadaku bagaimana kalian berperang menghadapi musuh?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Amru bin Haram bangkit memberikan jawaban, “Percayalah bahwa kami adalah ahli perang. Kami memperoleh keahlian itu berkat kebiasaan dan latihan kami dan berkat warisan nenek moyang kami. Kami lepaskan anak panah kami sampai habis, lalu kami mainkan tombak kami sampai patah, kemudian kami menyerang dengan pedang, berperang tanding hingga tewas atau menewaskan musuh kami”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerahlah wajah Abbas mendengarkan keterangan mereka itu dan amanlah rasanya untuk menyerahkan keponakannya itu, seorang yang paling dekat di hatinya. Seperti ada yang ia lupakan, ia berkata lagi, “Kalian mengatakan ahli peperangan. Apakah kalian mempunyai baju besi?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, lengkap,” jawab mereka.&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian membaiat mereka dan Abbas mengambil tangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengukuhkan baiat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berhijrah ke Yatsrib sedangkan Abbas tinggal di Mekah, mendengarkan berita Rasulullah dan kaum Muhajirin, dan mengirimkan berita-berita kaum Quraisy, hingga berkecamuknya Perang Badar. Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam, tahu bahwa Abbas dan keluarganya dipaksa keluar berperang oleh Quraisy sedangkan mereka tidak berdaya mengelak. Rasulullah bersabda, “Aku tahu ada orang-orang dari Bani Hasyim dan lain-lain yang terpaksa keluar. Mereka tidak mempunyai kepentingan untuk memerangi kami. Siapa di antara kalian yang menjumpai mereka, orang-orang dari Bani Hasyim, janganlah dibunuh; siapa yang menjumpai Abbas bin AbduI Muththalib, paman Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam., janganlah di bunuh karena ia keluar berperang karena terpaksa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam. itu tersebar luas di kalangan orang yang pergi ke Badar. Kaum mukminin menerima baik perintahnya itu. Kecuali Abu Hudzaifah bin Utbah bin Rabi’ah, yang berucap dengan lantang, “Kami membunuh bapak kami, anak-anak kami, saudara-saudara dan keluarga kami, lalu kami akan membiarkan Abbas? Demi Allah, kalau aku menjumpainya, aku akan memancungnya dengan pedangku ini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-katanya itu terdengar oleh Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam., lalu beliau berkata kepada Umar ibnul Khaththab, “Ya Aba Hafsah,ada juga orang yang mau menghantam wajah paman Rasullullah dengan pedangnya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biarkanlah, ya Rasulullah, aku penggal leher Abu Hudzaifah itu dengan pedangku ini. Demi Allah, dia itu seorang munafik,” ucap Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, Rasulullah tidak membiarkan Umar bertindak membunuh kawan-kawanya yang bersalah. Beliau membiarkan mereka bertobat dan menebus dosanya masing-amsing. Ternayta, Abu hudzaifah sangat menyesali kata-katanya itu dan senantiasa mengulang-ulang perkataanya, “Demi Allah, rasanya hatiku tidak aman atas kata-kata yang pernah kaku yucapkan dahulu dan aku senantiasa dikejar-kejar rasa takut olehnya, sebelum Allah memberikan tebusan kepadaku dengan syahadah!” Ternyata, harapannya itu Allah penuhi, ia tewas sebagai syahid dalam Perang Yamamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Abbas pergi berhijarah ke Medinah bersama Naufal ibnul Harits. Ahli sejarah berbeda pendapat tentang tarikh hijrahnya, namun mereka sependapat bahwa Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam.telah membemberikan sebidang tanah kepadanya berdekatan dengan tempat kediamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Madinah terjadi pertengkaran antara seseorang dengan Abbas, yang berakar sejak zaman Jahiliah, di mana orang itu memaki-maki ayah Abbas. Gangguan orang itu terhadap Abbas terjadi berualng-ulang sehingga menyakitkan hatinya, lalu ia ditamparnya. Kabilah orang itu tidak senang hati, mereka siap-siap akan menuntut balas. Mereka berkata, “Demi Allah, kami akan menamparnya seperti ia menampar saudara kami!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman mereka itu terdengar oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam , lalu beliau mengumpulkan kaum muslimin dan naik ke atas mimbar, seraya memanjatkan puja dan puji kepada Allah Subhânahu wata’âla dan bersabda, “Wahai para hadirin, tahukah kalian, siapa orang yang paling mulia di sisi Allah Subhânahu wata’âla?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Engkau, ya Rasulullah!” jawab hadirin.&lt;br /&gt;“Tahukah kalian bahwa Abbas itu dariku dan aku darinya? Janganlah kalian mengumpat orang-orang yang sudah mati, jangan sampai menyakiti kita yang masih hidup.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabilah orang itu datang mengahadap Rasulullah seraya berkata, “Ya Rasulullah, kami mohon perlindungan Allah dari kegusaranmu, maafkanlah dosa kami, ya Rasulullah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam tersebut menguatkan keterangan Abu Majas radhiallâhu ‘anhu. tentang sabdanya, “Abbas adalah saudara kandung ayahku. Barangsiapa yang menyakitinya sama dengan menyakitiku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Abbas datang menghadap Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam. Dan bermohon dengan penuh harap, “Ya Rasulullah, apakah engkau tidak suka mengangkat aku menjadi pejabat pemerintahan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengalaman, ia seorang yang berpikiran cerdik, berpengetahuan luas, dan mengetahui liku-liku jiwa orang, namun Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam tidak ingin mengangkat pamannya menjadi kepala pemerintahan; ia tidak ingin pamannya dibebani tugas pemerintahan. Ia menjawab harapan pamannya itu dengan manis dan penuh pengertian, “Wahai paman Nabi, menyelamatkan sebuah jiwa lebih baik daripada menghitung-hitung jabatan pemerintahan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Abbas menerima dengan senang hati pendapat Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam., tetapi malah Ali bin Abi Thalib radhiallâhu ‘anhu yang kurang puas. Ia lalu berkata kepada Abbas, “Kalau kau ditolak menjadi pejabat pemerintahan, mintalah diangkat menjadi pejabat pemungut sedekah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi Abbas menghadap Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam untuk meminta seperti yang dianjurkan Ali bin Abi Thalib itu, lalu Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya ,”Wahai pamanku, tak mungkin aku mengangkatmu mengurusi cucian (kotoran) dosa orang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam.seorang yang paling akrab dan paling kasih kepadanya, tidak mau mengangkatnya menjadi pejabat pemerintahan atau pengurus sedekah, bahkan ia tidak diberi kesemopatan dan harapan mengurusi soal-soal yang bersifat duniawi, tetapi menekannya supaya lebih menekuni soal-soal ukhrawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang ketiga kalinya, pamannya itu datang menghadapnya dan berharap dengan penuh kerendahan hati, “Aku ini pamanmu, usiaku sudah lanjut, dan ajalku sudah hampir. Ajarilah aku sesuatu yang kiranya berguna bagiku di sisi Allah!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam. Menjawab, “Ya Abbas, engkau pamanku dan aku tidak berdaya sedikitpun dalam masalah yang berkenaan dengan Allah, tetapi mohonlah selalu kepada Tuhanmu ampunan dan kesehatan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam.menuiakan risalah Alalh Subhânahu wata’âla dengan baik, manyampaikan agamaNya yang lengkap kepada para pewarisnya, maka ia kembali ke rahmatullah dengan tenang. Ternyata Abbas orang yang paling merasa kesepian atas kepergiannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas hidup terhormat di bawah pemerintrahan Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq, kemudian menyusul pemerintahan Umar ibnul Khaththab radhiallâhu ‘anhu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap kali Khalifah hendak ke masjid ia selalu harus melewati rumah Abbas. Di atas rumahnya itu terdapat sebuah pancuran air. Pada suatu hari, ketika Khalifah Umar pergi ke masjid dengan pakaian rapi hendak menghadiri shalat jamaah, tiba-tiba pancuran air itu menumpahkan airnya dan mengenai pakaian Umat. Ia kembali pulang untuk mengganti pakaian dan memerintahkan supaya pancuran itu dibuka. Sesudah beliau selesai shalat, datanglah Abbas seraya berkata, “Demi Allah, pancuran itu diletakkan oleh Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Umar menjawab, “Aku mohon kepadamu supaya engkau memasang kembali pancuran itu di tempat yang diletakkan oleh Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam dengan menaiki pundakku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas menerima baik harapan Umar untuk memperbaiki kesalahannya itu.&lt;br /&gt;Abbas tidak marah, tidak mendendam di dalam hati, tetapi ia mengingatkan Umar bahwa yang meletakkan pancuran itu Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam. Hati Umar yang terkenal keras dan kuat-kuat tiba-tiba bergetar ketakutan, bagaimana ia memerintahkan mencabut apa yang dipasang Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam. Ia rela menebus kesalahannya itu dengan menyuruh Abbas menaiki pundaknya untuk mengembalikan pancuran air itu ketempatnya semula. Setelah itu, ia memberikan ciuman cinta dan pengharagaan kepada paman Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Nabawi di Madinah kian hari kian menjadi kecil karena bilangan kaum muslimin dari hari ke hari makin bertambah dengan pesatnya. Khalifah Umar berpikir akan memperluasnya dengna membeli rumah-rumah yang ada di sekitar masjid itu. Semua bangunan yang ada disekitarnya sudah dibeli kecuali rumah Abbas bin Abdullah Muththalib. Apa mungkin ia menyumbangkan harganya kelak di Baitulmal ataukah ia akan menerima harga ganti ruginya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Umar datang menemuinya seraya berkata, “Ya Abal Fadhal, engkau lihat, masjid sudah sempit sekali karena banyaknya orang shalat di dalamnya. Aku sudah memerintahkan untuk membeli tanah dan bangunan yang ada disekitarnya untuk memperbesar bangunan masjid, kecuali rumahmu dan kamar-kamar Ummahatul Mu’minin yang belum. Kalau kamar-akmar Ummuhatul Mu’minin rasanya tidak mungkin kami membeli dan membongkarnya, tapi rumahmu jual-lah kepada kami berapa pun yang engkau kehendaki dari Baitulmal supaya bisa meluaskan bangunan masjid.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas menjawab, “Aku tidak mau.”&lt;br /&gt;Umar berkata; “Pilihlah satu diantara tiga: engkau menjual berapa pun yang engkau kehendaki dari Baitulmal, atau aku akan menggantinya dengan bangunan lain yang akan aku bangunkan untukmu dari Baitulmal di daerah manapun di Madinah yang engkau kehendaki, atau engkau berikan sebagai sedekah kepada muslimin untuk meluaskan masjid mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas berkeras, “Aku tidak mau terima semaunya.”&lt;br /&gt;Umar berharap, “Angkatlah seorang penengah antara kami berdua kalau engkau mau.’&lt;br /&gt;Abbas menjawab, “Aku setuju mengangkat Ubai bin Ka’ab.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya pergi menemui Ubai bin Ka’ab, lalu kepadanya diceritakan segala sesuatunya dan dimintai pendapatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ubai berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda, “Allah Subhânahu wata’âla pernah mewahyukan kepada Nabi Daud, ‘Bangunlah untuk-Ku sebuah rumah tempat orang-orang menyebut nama-Ku di sana.’ Nabi Daud lalu merencanakan pembangunannya di Baitul Maqdis. Dalam perencanaan itu mengenai rumah seorang Bani Israel. Nabi Daud menawarkan kepada orang itu untuk menjual rumahnya, tapi ia menolak. Tiba-tiba terpikir dalam benak Nabi Daud untuk mengambilnya dengan paksa. Allah Subhânahu wata’âla lalu mewahyukan kepadanya, ‘Hai Daud, aku menyuruhmu membangun untuk-Ku sebuah rumah tempat orang menyebut nama-Ku pemaksaan itu bukan watak-Ku. Karena itu, sebagai sanksinya, kau tidak usah membangunnya!’ Nabi Daud menjawab, ‘Ya Allah, aku lakukan pada anakku!’ Allah berfirman lagi, ‘Siapa anakmu?”"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khafilah Umar tidak bisa lagi menahan marahnya, lalu ia menyambar baju Ubai bin Ka’ab dan menggiringnya ke masjid seraya berkata, “Aku mengharapkan dukunganmu, malah kau menyudutkan aku. Kau harus membuktikan keteranganmu di hadapan kaum muslimin!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membawanya ke tengah-tengah halaqah yang diselenggarakan shahabat Rasulullah di masjid Nabawi, dimana antara lain terdapat Abu Dzar radhiallâhu ‘anhu.Umar lalu berkata kepada para hadirin, “Saya mengharap dengan nama Allah, adakah diantara kalian yang mendengarkan Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam.berbicara tentang Baitul Maqdis, ketika Alalh memerintahkan Nabi Daud untuk mendirikan rumah-Nya tempat orang menyebut-nyebut namaNya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar radhiallâhu ‘anhu menjawab’ “Ya, saya mendengar!” Disambut oleh yang lain, “Ya, saya juga mendengar!” Dari sudut sana ada pula yang menyambung, “Saya juga mendengar!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Umar radhiallâhu ‘anhu lalu berkata kepada Abbas radhiallâhu ‘anhu, “pergilah! Aku tidak akan menuntutmu membongkar rumahmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas radhiallâhu ‘anhu berkata, “Kalau demikian sikapmu maka aku menyatakan bahwa rumahku kusedekahkan untuk kepentingan kaum muslimin. Silahkan perluas masjid mereka. Akan tetapi, kalau kau akan mengambilnya dengan tekanan dan pemaksaan, aku tidak akan mengalah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang Khalifah Umar radhiallâhu ‘anhu bertindak setengah memaksa karena proyek itu menyangkut kepentingan kaum muslimin dan dianggap tidak bertentangan dengan hukum Allah. Akan tetapi, apabila ada nash jelas maka tidak berlaku ijtihadnya. Ia harus tunduk dan menerima baik syariat Allah dan RasulNya. Sesudah Abbas melihat ketundukan Khalifah Umar kepada hukum dan perundang-undangan, ia tidak lagi mengandalkan kekuasaannya selaku kepala pemerintahan atau akan merampas haknya yang dijamin oleh undang-undang dan dilindungi oleh Islam, tetapi ia benar-benar berjuang demi kesehjahteraan kaum muslimin, maka ia pun memutuskan untuk menyerahkan rumahnya itu sebagai hibah dan sedekah untuk meluaskan masjid kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian tokoh-tokoh model “sekolah Rasulullah” dan “sekolah Al-Qur’anul Karim” radhiallahu ‘anhum ajma’in. Mereka angkatan kaum muslimin yang pertama, yang telah membawa panji Islam ke seluruh jagat raya ini, yang telah membangkitkan peradaban umat manusia, yang mengajar dan mendidik manusia maju dan mengenali peradaban antara agama kebenaran dan kebatilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari dalam pemerintahan Khalifah Umar, terjadilah paceklik hebat dan kemarau ganas. Orang-orang berdatangan kepada Khalifah untuk mengadukan kesulitan dan kelaparan yang melanda daerahnya masing-masing. Umar menganjurkan kepada muslimin yang berkemampuan supaya mengulurkan tangan membantu saudara-saudaranya yang ditimpa kekurangan dan kelaparan itu. Kepada para penguasa di daerah diperintahkan supaya mengirimkan kelebihan daerahnya ke pusat. Ka’ab masuk menemui Khalifah Umar seraya mengutrarakan, “Ya Amirul Mukminin, biasanya Bani Israel kalau menghadapi bencana semacam ini, mereka meminta hujan dengan kelompok para nabi mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar berakta, “Ini dia paman Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam.dan saudara kandung ayahnya. Lagi pula, ia pimpinan bani Hasyim.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Umar pergi kepada Abbas dan menceritakan kesulitan besar yang dialami umat akibat kemarau panjang dan paceklik itu, kemudian ia naik mimbar bersama Abbas seraya berdoa, “Ya Allah, kami menghadapkan diri kepadaMu bersama dengan paman Nabi kami dan saudara kandung ayahnya, maka turunkanlah hujan-Mu dan janganlah kami sampai putus asa!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas lalu meneruskan, memulai doanya dengan puja dan puji kepada Allah Subhânahu wata’âla, “Ya Allah, Engkau yang mempunyai awan dan Engkau pula yang mempunyai air. Sebarkanlah awan-Mu dan turunkanlah air-Mu kepada kami. Hidupkanlah semua tumbuh-tumbuhan dan suburkanlah semua air susu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Engkau tidak mungkin menurunkan bencana kecuali karena dosa dan Engkau tidak akan mengangkat bencana kecuali karena tobat. Kini, umat ini sudah menghadapkan dirinya kepada-Mu maka turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, kami memohon belas kasih-Mu atas nama diri kami dan keluarga kami. Ya Allah, kami memohon belas kasih-Mu atas nama makhluk-Mu yang tidak bicara, atas nama hewan ternak kami. Ya Allah, hujanilah kami dengan hujan keselamatan yang berdaya guna. Ya Allah, kami mengadukan semua bencana orang yang menderita kelaparan, telanjang, ketakutan, dan semua orang yang menderita kelemahan. Ya Allah selamatkan mereka dengan hujan-Mu sebelum mereka berputus asa dan celaka. Sesungguhnya, tidak akan berputus asa dengan rahmat karunia-Mu kecuali orang-orang yang kafir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata doanya itu langsung diterima dan disambut Allah Subhânahu wata’âla. Hujan lebat turun dan tumbuh-tumbuhan tumbuh dengan suburnya. Orang-orang bersyukur kepada Allah Subhânahu wata’âla dan mengucapkan selamat kepada Abbas, “Selamat kepadamu, wahai Saqil Haramain, yang mengurusi minuman orang di Mekah dan Madinah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas hidup terhormat, baik oleh kaum muslimin maupun oleh para Khulafaur Rasyidin. Kalau ia berjalan dan berpapasan dengan Umar atau Utsman yang sedang berkendaraan, keduanya turun dari kendaraannya, seraya berkata, “Paman Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam.!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi sunnatullah, setiap permulaan ada penghabisannya, setiap perjalanan ada perhentiannya, demikian pula dengan Abbas radhiallâhu ‘anhu, perjalanan hidupnya terhenti dan kembali ke rahmatullah menyusul keponakkannya Shallallâhu ‘alaihi wasallam dan rekan-rekannya yang lain, pada hari Jumat tanggal 12 Rajab 32 Hijrah, dalam usia 82 tahun, dan dikebumikan di al-Baqi’ di Madinah, rahimullah wa radhiallahu’anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab Turunya Ayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Perang Badar yang berkecamuk antara kaum muslimin dan kaum musyrikin, Abbas berhasil ditawan oleh Abul Yusr, Ka’ab bin Amru, yang menurut Ahli sejarah kedua tangannya kurus dan perawakannya juga lemah, sedangkan Abbas seorang yang tinggi besar. Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam bertanya keheranan, “Ya Abal Yusr, bagaimana kau bisa menawan Abbas?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Rasulullah, aku dibantu oleh seorang yang belum pernah kulihat sebelum dan sesudah itu (lalu ia mengutarakan ciri-ciri dan perawakan orang itu),” jawab Abul Yusr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau dibantu oleh seorang malaikat yang pemurah,” sabda Rasulullah.&lt;br /&gt;Ketika Abbas jatuh sebagai tawanan, pertanyaan pertama yang terlontar adalah tentang keadaan Muhammad kepada yang menawannya, “Bagaimana keadaan Muhammad dalam peperangan ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah memuliakan dan menenangkannya,” jawabnya.&lt;br /&gt;“Segala sesuatu selain Allah rusak. Kini, apa maumu?” tanya Abbas&lt;br /&gt;“Rasulullah melarang kami membunuhmu,” jawabnya.&lt;br /&gt;“Itu bukan kebaikannya yang pertama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas diborgol dan dikumpulkan bersama tawanan perang lainya. Kiranya, ikatannya terlalu keras sehingga ia merintih kesakitan. Ternyata rintihan itu terdengar oleh Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam. Beliau gelisah dan tidak bisa memejamkan matanya. Berapa orang shahabat yang melihatnya belum tidur, menegurnya, “Wahai Nabi Allah, sudah jauh malam, engkau belum tidur?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku mendengar riuntihan Abbas,” jawab Nabi.&lt;br /&gt;Orang itu lalu pergi melonggarkan ikatannya, kemudian Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam.bertanya lagi, “Mengapa sekarang aku tidak mendengarkan rintihannya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku longgarkan ikatannya, ya Rasulullah,” jawab shahabat&lt;br /&gt;“Lakukanlah juga terhadap semua tawanan lainnya,” perintah Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya, semua tawanan dihadapkan kepada Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam. Akhirnya, sampai giliran Abbas.&lt;br /&gt;Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ya Abbas, tebuslah dirimu dan keponakanmu aqil bin Abi Thalib, Naufal bin al-Harits, dan teman karibmu Utbah bin Amru bin Jahdam karena engkau seorang kaya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Rasulullah, saya ini seorang Muslim, tetapi saya dipaksa ikut berperang oleh mereka,” ucap Abbas.&lt;br /&gt;“Allah saja yang Maha Tahu dengan keislamanmu itu: kalau pengakuanmu itu benar, Allah akan mengganjarmu, namun aku melihatmu dari segi lahirmu maka bayarlah tebusanmu itu.”&lt;br /&gt;‘Aku tidak mempunyai uang, ya Rasulullah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mana uang yang kau simpan pada Ummul Fadhal, isterimu, ketika kau hendak keluar ikut berperang, lalu pesanmu kepadanya, ‘Kalau aku tewas dalam peperangan, uang itu dibagi-bagikan antara kau, Fadhal, Abdullah, Ubaidullah, dan Qatsam.’?” tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari mana kau tahu ini padahal aku tidak pernah memberitahukan hal itu kepada siapa pun?” tanya Abbas keheranan.&lt;br /&gt;“Allah Subhânahu wata’âla Yang memberitahukan rahasiamu itu,” jawab Nabi.&lt;br /&gt;“Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan engkau benar-benar rasul Allah, bahwa kau seorang yang jujur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu, turunlah firman Allah Subhânahu wata’âla.&lt;br /&gt;“Hai Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tanganmu:”Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan kepadamu yang lebih baik dari apa yang telah diambil daripadamu dan Dia akan mengampuni kamu”. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.,S. al-Anfal: 70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas berkomentar, “Allah berkenan menepati janji-Nya kepadaku, memberikan kebaikan lebih dari apa yang diambil: 20 uqiyah diganti dengan 20 orang budak. Kini, aku sedang menantikan pengampun-Nya. Aku diberi kuasa mengurus air zamzam dan aku bisa merasa bangga lebih dari itu, meskipun aku memiliki semua harta penduduk kota Mekkah. Kini, aku sedang menantikan pengampunan-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, darimana ia memiliki harta bila membeli dua puluh orang budak dan tiap budak memiliki modal edar yang diperdagangkan?&lt;br /&gt;Ibnu Sa’ad dalam bukunya, ath-Thabaqat al-kubra, menyebutkan bahwa al-Ala’ bin al-Hadhrami mengirimkan kepada Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam. Harta benda sebanyak 80.000. Belum pernah Nabi menerima lebih dari itu. Kemudian Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam mengundang kaum muslimin. Begitu mereka melihat timbunan harta itu, penuh sesaklah masjid dengan orang-orang. Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam membagi-bagikan hartra itu seolah-olah tanpa perhitungan dan pertimbangan, masing-masing diberikan segenggam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas datang, lalu berkata kepada Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam., “Ya Rasulullah, aku telah memberikan tebusanku dan tebusan Aqil bin Abi Thalib dalam perang Badar. Aqil tidak punya uang penggantinya. Berikan aku dari uang ini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam tertawa lebar sehingga terlihat gigi taringnya, lalu bersabda, “Harta itu diambil seperlunya; yang lain dikembalikan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu pergi dengan mengambil seperlunya, seraya berucap, “Janji Allah kepadaku, yang satu sudah ditepati dan yang lain aku belum tahu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abas bin Abdul Muththalib radhiallâhu ‘anhu, paman Rasululah Shallallâhu ‘alaihi wasallam dan saudara kandung ayahnya, termasuk salah seorang tokoh shahabat yang ikut mengibarkan panji Islam dan menyebarkan dakwahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepak terjangnya dicatat sejarah dengan tinta emas dalam baiat al-Aqabah al-Kubra, ia bertindak sebagai seorang penasihat dan perunding ahli, menyertai keponakannya dalam majelis itu, membentangkan sikapnya dengan tepat, dan mengamati sikap kaum Anshar yang hendak menerima kedatangannya ke Madinah dengan cermat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memberikan gambaran kepada mereka akan bahaya dan resiko yang akan mereka hadapi sepanjang hidup mereka jika menerima Muhammad Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam. Bangsa Arab tidak akan membiarkan Muhammad dan dakwahnya berkembang dengan mulus kecuali kalau mereka terpaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir perundingan, sesudah ia yakin bahwa kaum Anshar dari Yastrib itu terdiri atas para pahlawan yang berbudi luhur yang bisa dipercaya dan menerima keponakannya, barulah ia bangkit mempertemukan tangan Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam dengan tangan wakil kaum Anshar itu sebagai tanda baiat disetujui dan janji setia dimulai, disertai doa harap kepada Allah Subhanahu wata’ala mudah-mudahan persekutuannya yang luhur akan melindungi agama-Nya dan Dia memberi taufiq dan hidayah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam. Hijrah ke Yastrib, Abbas menyatakan hasratnya akan menyusul ke sana. Akan tetapi, beliau mencegahnya dan menganjurkan supaya tinggal di Makkah saja dulu supaya bisa mendukung semangat kaum mustadh’afin di Mekah yang belum bisa hijrah meninggalkan Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas patuh kepada perintah Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam. Itu. ia tinggal di Mekkah bersama kelompok kaum muslimin yang belum sanggup pergi berhijrah, menyiapkan kesempatan dan bekal mereka, menutup utang-utang mereka, mengamati gerak-gerik kaum Quraisy supaya selalu diketahui Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam.dan tidak bisa mengadakan serangan mendadak kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada permulaan Islam, Abbas banyak melunasi utan kaum muslimin yang fakir misjkin. Pada zaman kita sekarang ini, alangkah perlunya kita kepada seorang Abbas modern yang sudi menyelamatkan umat agar tidak menjadi mangsa pengikut komunis dan kapitalis Barat, dan berdiri tegak membendung invasi ideologi dan kristenisasi di kalangan kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjadi tawanan dalam Perang Badar, ia diborgol dan diringkus bersama tawanan yang lain. Ketika borgolnya dilonggarkan, para tawanan yang lain pun harus dilonggarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawanan lain harus, membayar uang tebusan, Abbas pun harus membayar uang tebusan diri dan keluarganya. Itulah Islam, tidak ada sistem famili atau keluarga, tidak mengutamakan kawan atau kenalan. Tolak ukur keutamaan seseorang hanyalah karena ketakwaan dan amal salehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Khalifah Umar ibnul Khaththab yang terkenal sebagai penakluk kekaisaran Romawi dan Persia itu, mencabut pancuran air dari rumah Abbas. Sesudah diberitahukan bahwa pancuran itu dahulu dipasang oleh kedua tangan Rasulullah sendiri. Umar menggigil ketakutan; apakah ia akan menyingkirkan apa yang diletakkan Rasulullah? Beranikah ia membongkar apa yang dibangun Rasulullah? Umar resah dan gelisah atas perbuatannya. Ia mengumpat dan mengutuk kelancangannya itu. Barulah ia puas sesudah Abbas menerima baik sarannya untuk mengembalikan pemasangan pancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba giliran Umar untuk memperluas masjid Nabawi. Sebagai khalifah kaum muslimin, sebagai panglima Angkatan Perang Islam, ia mempunyai kekuatan penuh untuk merampas dan mengganti rugi dari Baitul mal, demi kepentingan kaum muslimin, selama tidak bertentangan dengan hukum agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Umar untuk menggusur rumah Abbas itu rupanya kurang berkenan di hatinya, meskipun ia akan diganti rugi. Ia tidak mau menjual apa yang diberikan Rasulullah itu dan tidak sudi menerima ganti ruginya. Ia berikan sebagai sedekah karena Allah, demi kepentingan kaum muslimin, sesudah Umar bersikap lemah-lembut tidak disertai paksaan dan kekuasaannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-7981447464212570510?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/7981447464212570510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/11/abbas-bin-abdul-muththalib.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/7981447464212570510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/7981447464212570510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/11/abbas-bin-abdul-muththalib.html' title='Abbas bin Abdul Muththalib'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Su2UDRjmutI/AAAAAAAAAfI/tDk6WPaVTys/s72-c/camels.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-7893552220508590323</id><published>2009-11-01T20:48:00.001+07:00</published><updated>2009-11-01T20:52:15.448+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Salafus Sholih'/><title type='text'>Jalan Cinta Para Pejuang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Su2SUYFJWOI/AAAAAAAAAe4/MFzvIuIZevg/s1600-h/mujahideen-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 222px; height: 210px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Su2SUYFJWOI/AAAAAAAAAe4/MFzvIuIZevg/s320/mujahideen-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399132407046166754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang&lt;br /&gt;dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil&lt;br /&gt;tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah&lt;br /&gt;pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan&lt;br /&gt;pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat&lt;br /&gt;kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki&lt;br /&gt;adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia&lt;br /&gt;berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang&lt;br /&gt;pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi&lt;br /&gt;Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak&lt;br /&gt;hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abu Darda’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Subhanallaah. . wal hamdulillaah. .”, girang Abu Darda’ mendengarnya.&lt;br /&gt;Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa&lt;br /&gt;cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru&lt;br /&gt;tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang&lt;br /&gt;Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah&lt;br /&gt;memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang&lt;br /&gt;utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai&lt;br /&gt;beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili&lt;br /&gt;saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud&lt;br /&gt;Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.&lt;br /&gt;”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua,&lt;br /&gt;shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini&lt;br /&gt;bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak&lt;br /&gt;jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi&lt;br /&gt;isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan&lt;br /&gt;segala debar hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata&lt;br /&gt;sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang&lt;br /&gt;datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami&lt;br /&gt;menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda’ kemudian juga memiliki&lt;br /&gt;urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah.&lt;br /&gt;Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya! Itu&lt;br /&gt;mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu&lt;br /&gt;alasan; reaksi Salman. Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan&lt;br /&gt;persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu&lt;br /&gt;yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran; bahwa dia memang&lt;br /&gt;belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita dengar ia&lt;br /&gt;bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan&lt;br /&gt;ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi&lt;br /&gt;pernikahan kalian!”&lt;br /&gt;???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta tak harus memiliki. Dan sejatinya kita memang tak pernah memiliki&lt;br /&gt;apapun dalam kehidupan ini. Salman mengajarkan kita untuk meraih kesadaran&lt;br /&gt;tinggi itu di tengah perasaan yang berkecamuk rumit; malu, kecewa, sedih,&lt;br /&gt;merasa salah memilih pengantar –untuk tidak mengatakan ’merasa&lt;br /&gt;dikhianati’-, merasa berada di tempat yang keliru, di negeri yang salah,&lt;br /&gt;dan seterusnya. Ini tak mudah. Dan kita yang sering merasa memiliki orang&lt;br /&gt;yang kita cintai, mari belajar pada Salman. Tentang sebuah kesadaran yang&lt;br /&gt;kadang harus kita munculkan dalam situasi yang tak mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sergapan rasa memiliki terkadang sangat memabukkan..&lt;br /&gt;Rasa memiliki seringkali membawa kelalaian. Kata orang Jawa, ”Milik&lt;br /&gt;nggendhong lali”. Maka menjadi seorang manusia yang hakikatnya hamba&lt;br /&gt;adalah belajar untuk menikmati sesuatu yang bukan milik kita, sekaligus&lt;br /&gt;mempertahankan kesadaran bahwa kita hanya dipinjami. Inilah sulitnya. Tak&lt;br /&gt;seperti seorang tukang parkir yang hanya dititipi, kita diberi bekal oleh&lt;br /&gt;Allah untuk mengayakan nilai guna karuniaNya. Maka rasa memiliki kadang&lt;br /&gt;menjadi sulit ditepis..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-7893552220508590323?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/7893552220508590323/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/11/jalan-cinta-para-pejuang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/7893552220508590323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/7893552220508590323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/11/jalan-cinta-para-pejuang.html' title='Jalan Cinta Para Pejuang'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Su2SUYFJWOI/AAAAAAAAAe4/MFzvIuIZevg/s72-c/mujahideen-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-440911033166066431</id><published>2009-11-01T20:37:00.002+07:00</published><updated>2009-11-01T20:48:34.292+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Salafus Sholih'/><title type='text'>Urwah Bin Az-Zubair</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Su2RMN-Ph-I/AAAAAAAAAew/KMamxtRb7g8/s1600-h/zulfiqar_by_porscher.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 222px; height: 183px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Su2RMN-Ph-I/AAAAAAAAAew/KMamxtRb7g8/s320/zulfiqar_by_porscher.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5399131167382276066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa ingin melihat seseorang dari ahli Surga, hendaklah ia melihat ‘Urwah bin az-Zubair” (Abdul Malik bin Marwan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja matahari sore itu memancarkan sinarnya di Baitul Haram dan mempersilahkan jiwa-jiwa yang bening untuk mengunjungi buminya yang suci tatkala sisa-sisa para sahabat Rasulullah SAW dan para pembesar tabi’in mulai berthawaf di sekeliling Ka’bah, mengharumkan suasana dengan pekikan tahlil dan takbir dan memenuhi hamparan dengan do’a-do’a kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tatkala orang-orang membuat lingkaran per-kelompok di sekitar Ka’bah nan agung, yang berdiri kokoh di tengah Baitul Haram dalam kondisi yang berwibawa dan agung. Mereka memenuhi pandangan dengan keindahannya yang memikat, dan memoderator pembicaraan-pembicaraan di antara mereka tanpa keisengan dan perkataan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dekat Rukun Yamani, duduklah empat orang pemuda yang masih remaja dan terhormat nasabnya serta berbaju harum seakan-akan mereka bagaikan merpati-merpati masjid, berbaju mengkilat dan membuat hati jinak karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka itu adalah ‘Abdullah bin az-Zubair, saudaranya; Mus’ab bin az-Zubair, saudara mereka berdua; Urwah bin az-Zubair dan Abdul Malik bin Marwan.&lt;br /&gt;Terjadi perbincangan ringan dan sejuk di antara anak-anak muda ini, lalu tidak lama kemudian salah seorang di antara mereka berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hendaklah masing-masing dari kita memohon kepada Allah apa yang hendak dia cita-citakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka khayalan mereka terbang ke alam ghaib nan luas, angan-angan mereka berputar-putar di taman-taman harapan nan hijau, kemudian Abdullah bin az-Zubair berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cita-citaku, aku ingin menguasai Hijaz dan memegang khilafah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaranya, Mus’ab berkata,&lt;br /&gt;“Kalau aku, aku ingin menguasai dua Irak (Kufah dan Bashrah) sehingga tidak ada orang yang menyaingiku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Abdul Malik bin Marwan berkata,&lt;br /&gt;“Jika anda berdua hanya puas dengan hal itu saja, maka aku tidak akan puas kecuali menguasai dunia semuanya dan aku ingin memegang kekhilifahan setelah Muawiyah bin Abi Sufyan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ‘Urwah bin az-Zubair terdiam dan tidak berbicara satu kalimat pun, maka saudara-saudaranya tersebut menoleh ke arahnya dan berkata,&lt;br /&gt;“Apa yang kamu cita-citakan wahai Urwah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjawab, “Mudah-mudahan Allah memberkati kalian semua terhadap apa yang kalian cita-citakan dalam urusan dunia kalian. Sedangkan aku hanya bercita-cita ingin menjadi seorang ‘alim yang ‘Amil (Mengamalkan ilmunya), orang-orang belajar Kitab Rabb, Sunnah Nabi dan hukum-hukum agama mereka kepadaku dan aku mendapatkan keberuntungan di akhirat dengan ridla Allah dan mendapatkan surga-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian waktu pun berjalan begitu cepat, sehingga memang kemudian Abdullah bin az-Zubair dibai’at menjadi Khalifah setelah kematian Yazid bin Muawiyah (Khalifah ke dua dari khilafah Bani Umayyah), dan dia pun menguasai kawasan Hijaz, Mesir, Yaman, Khurasan dan Iraq. Kemudian dia dibunuh di sisi Ka’bah tidak jauh dari tempat dimana dia pernah bercita-cita tentang hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata Mus’ab bin Az-Zubair pun menguasai pemerintahan Iraq sepeninggal saudaranya, ‘Abdullah namun dia juga dibunuh di dalam mempertahankan kekuasaannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula, Abdul Malik bin Marwan memangku jabatan Khalifah setelah ayahnya wafat, dan di tangannya kaum Muslim bersatu setelah pembunuhan terhadap ‘Abdullah bin az-Zubair dan saudaranya, Mus’ab di tangan pasukan-pasukannya. Kemudian dia menjadi penguasa terbesar di dunia pada zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan ‘Urwah bin Az-Zubair? Mari kita mulai kisahnya dari pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Urwah bin az-Zubair dilahirkan setahun sebelum berakhirnya kekhilafahan Umar al-Faruq, di dalam keluarga paling terpandang dan terhormat kedudukannya dari sekian banyak keluarga-keluarga kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya adalah az-Zubair bin al-’Awwam, sahabat dekat dan pendukung Rasulullah SAW, orang pertama yang menghunus pedang di dalam Islam dan salah satu dari sepuluh orang yang dijanjikan masuk surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya bernama Asma` binti Abu Bakar yang bergelar berjuluk “Dzatun Nithaqain” (Pemilik dua ikat pinggang. Hal ini karena dia merobek ikat pinggangnya menjadi dua pada saat hijrah, salah satunya dia gunakan untuk mengikat bekal Rasulullah SAW dan yang satu lagi dia gunakan untuk mengikat bekal makanannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakeknya pancar (dari pihak) ibunya tidak lain adalah Abu Bakar ash-Shiddiq, Khalifah Rasulullah SAW dan sahabatnya ketika berada di dalam goa (Tsur). Neneknya pancar (dari pihak) ayahnya bernama Shafiyyah binti Abdul Muththalib bibi Rasulullah SAW sedangkan bibinya adalah Ummul Mukminin ‘Aisyah RA. Pada saat jenazah ‘Aisyah dikubur, ‘Urwah sendiri yang turun ke kuburnya dan meratakan liang lahadnya dengan kedua tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda mengira bahwa setelah kedudukan ini, ada kedudukan lain dan bahwa di atas kemuliaan ini, ada kemuliaan lain selain kemuliaan iman dan kewibawaan Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merealisasikan cita-cita yang telah diharapkannya perkenaan Allah atasnya saat di sisi Ka’bah itu, dia tekun di dalam mencari ilmu dan memfokuskan diri untuknya serta menggunakan kesempatan untuk menimba ilmu dari sisa-sisa para sahabat Rasulullah SAW yang masih hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia rajin mendatangi rumah-rumah mereka, shalat di belakang mereka dan mengikuti pengajian-pengajian mereka, sehingga dia berhasil mentrasfer riwayat dari Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf, Zaid bin Tsabit, Abu Ayyub al-Anshari, Usamah bin Zaid, Sa’id bin Zaid, Abu Hurairah, Abdullah bin Abbas dan an-Nu’man bin Basyir. Dia banyak sekali mentransfer riwayat dari bibinya, ‘Aisyah Ummul Mukminin sehingga dia menjadi salah satu dari tujuh Ahli fiqih Madinah (al-Fuqahâ` as-Sab’ah) yang menjadi rujukan kaum muslimin di dalam mempelajari agama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pejabat yang shaleh meminta bantuan mereka di dalam mengemban tugas yang dilimpahkan Allah kepada mereka terhadap urusan umat dan negara.&lt;br /&gt;Di antara contohnya adalah tindakan Umar bin Abdul Aziz ketika datang ke Madinah sebagai gubernurnya atas mandat dari al-Walid bin Abdul Malik. Orang-orang datang kepadanya untuk menyampaikan salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika selesai melaksanakan shalat dhuhur, dia memanggil sepuluh Ahli fiqih Madinah yang diketuai oleh ‘Urwah bin Az-Zubair. Ketika mereka sudah berada di sisinya, dia menyambut mereka dengan sambutan hangat dan memuliakan tempat duduk mereka. Kemudian dia memuji Allah ‘Azza wa Jalla dan menyanjung-Nya dengan sanjungan yang pantas bagi-Nya, lalu berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya aku memanggil kalian semua untuk sesuatu yang kiranya kalian semua diganjar pahala karenanya dan menjadi pendukung-pendukungku dalam berjalan di atas kebenaran. Aku tidak ingin memutuskan sesuatu tanpa pendapat kalian semua, atau pendapat orang yang hadir dari kalian-kalian semua. Jika kalian semua melihat seseorang menyakit orang lain, atau mendengar suatu kedzaliman dilakukan oleh pegawaiku, maka demi Allah, aku meminta agar kalian melaporkannya kepadaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ‘Urwah bin az-Zubair mendo’akan kebaikan baginyanya dan memohon kepada Allah agar menganugerahinya ketepatan (dalam bertindak dan berbicara) dan mendapatkan petunjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Urwah bin az-Zubair benar-benar menyatukan ilmu dan amal. Dia banyak berpuasa di kala hari demikian teriknya dan banyak shalat malam di kala malam gelap gulit, selalu membasahkan lisannya dengan dzikir kepada Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, dia selalu menyertai Kitab Allah ‘Azza wa Jalla dan tekun membacanya. Setiap harinya, dia membaca seperempat al-Qur’an dengan melihat ke Mushafnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia membacanya di dalam shalat malam hari dengan hafalan.&lt;br /&gt;Dia tidak pernah meninggalkan kebiasaannya itu semenjak menginjak remaja hingga wafatnya, kecuali satu kali disebabkan adanya musibah yang menimpanya. Mengenai apa musibah itu, akan dihadirkan kepada pembaca nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ‘Urwah bin az-Zubair mendapatkan kedamaian hati, kesejukan mata dan surga dunia di dalam shalatnya, karenanya, dia melakukannya dengan sebaik-baiknya, melengkapi syarat rukunnya dengan sempurna dan berlama-lama di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan tentangnya bahwa dia pernah melihat seorang yang sedang melakukan shalat dengan ringan (cepat), maka ketika orang itu telah selesai shalat, dia memanggilnya dan berkata kepadanya, “Wahai anak saudaraku, Apakah anda tidak mempunyai keperluan kepada Tuhanmu ‘Azza wa Jalla?! Demi Allah sesungguhnya aku memohon kepada Allah di dalam shalatku segala sesuatu bahkan garam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Urwah bin Az-Zubair adalah juga seorang dermawan, pema’af dan pemurah. Di antara contoh kedermawanannya, bahwa dia mempunyai sebuah kebun yang paling luas di seantero Madinah. Airnya nikmat, pohon-pohonnya rindang dan kurma-kurmanya tinggi. Dia memagari kebunnya selama setahun untuk menjaga agar pohon-pohonnya terhindar dari gangguan binatang dan keusilan anak-anak. Dan, jika sudah datang waktu panen, buah-buahnya siap dipetik dan siap dimakan, dia menghancurkan kembali pagar kebunnya tersebut di banyak arah supaya orang-orang mudah untuk memasukinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mereka pun memasukinya, datang dan kembali untuk memakan buah-buahnya dan membawanya pulang dengan sesuka hati. Dan setiap kali dia memasuki kebunnya ini, dia mengulang-ulang firman Allah, “Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu ” MASYA ALLAH, LAA QUWWATA ILLA BILLAH” (Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)” (Q.,s.al-Kahfi:39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada suatu tahun dari kekhilafahan al-Walid bin Abdul Malik (khalifah ke enam dari khalifah-khalifah Bani Umayyah, dan pada zamannya kekuasaan Islam mencapai puncaknya), Allah Azza wa Jalla berkehendak untuk menguji ‘Urwah bin az-Zubair dengan ujian yang berat, yang tidak akan ada orang yang mampu bertahan menghadapinya kecuali orang yang hatinya penuh dengan keimanan dan keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah kaum muslimin mengundang ‘Urwah bin az-Zubair supaya mengunjunginya di Damaskus, lalu Urwah memenuhi undangan tersebut dan membawa serta putra tertuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika sudah datang, Khalifah menyambutnya dengan sambutan yang hangat dan memuliakannya dengan penuh keagungan. Namun saat di sana, Allah SWT berkehendak lain, tatkala putra ‘Urwah memasuki kandang kuda al-Walid untuk bermain-main dengan kuda-kudanya yang tangkas, lalu salah satu dari kuda itu menendangnya dengan keras hingga dia meninggal seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lama sang ayah yang bersedih menguburkan putranya, salah satu kakinya terkena tumor ganas (semacam kusta) yang dapat menjalar ke seluruh tubuh. Betisnya membengkak dan tumor itu dengan sangat cepat berkembang dan menjalar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Khalifah memanggil para dokter dari segala penjuru untuk tamunya dan meminta mereka untuk mengobatinya dengan segala cara. Akan tetapi, para dokter sepakat bahwa tidak ada jalan lain untuk mengatasinya selain memotong betis ‘Urwah, sebelum tumor itu menjalar ke seluruh tubuhnya dan merenggut nyawanya. Maka, tidak ada alasan lagi untuk tidak menerima kenyataan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dokter bedah datang untuk memotong betis ‘Urwah dan membawa peralatannya untuk membelah daging serta gergaji untuk memotong tulang, dia berkata kepada ‘Urwah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menurutku anda harus meminum sesuatu yang memabukkan supaya anda tidak merasa sakit ketika kaki anda dipotong.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Urwah berkata,&lt;br /&gt;“O..tidak, itu tidak mungkin! Aku tidak akan menggunakan sesuatu yang haram terhadap kesembuhan yang aku harapkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dokter itu berkata lagi,&lt;br /&gt;“Kalau begitu aku akan membius anda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urwah berkata,&lt;br /&gt;“Aku tidak ingin, kalau ada satu dari anggota badanku yang diambil sedangkan aku tidak merasakan sakitnya. Aku hanya mengharap pahala di sisi Allah atas hal ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dokter bedah itu mulai memotong betis, datanglah beberapa orang tokoh kepada ‘Urwah, maka ‘Urwah pun berkata,&lt;br /&gt;“Untuk apa mereka datang?.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menjawab,&lt;br /&gt;“Mereka didatangkan untuk memegang anda, barangkali anda merasakan sakit yang amat sangat, lalu anda menarik kaki anda dan akhirnya membahayakan anda sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ‘Urwah berkata,&lt;br /&gt;“Suruh mereka kembali. Aku tidak membutuhkan mereka dan berharap kalian merasa cukup dengan dzikir dan tasbih yang aku ucapkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dokter mendekatinya dan memotong dagingnya dengan alat bedah, dan ketika sampai kepada tulang, dia meletakkan gergaji padanya dan mulai menggergajinya, sementara ‘Urwah membaca, “Lâ ilâha illallâh, wallâhu Akbar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter terus menggergaji, sedangkan ‘Urwah tak henti bertahlil dan bertakbir hingga akhirnya kaki itu buntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dipanaskanlah minyak di dalam bejana besi, lalu kaki Urwah dicelupkan ke dalamnya untuk menghentikan darah yang keluar dan menutup luka. Ketika itulah, ‘Urwah pingsan sekian lama yang menghalanginya untuk membaca jatah membaca Kitab Allah pada hari itu. Dan itu adalah satu-satunya kebaikan (bacaan al-Qur’an) yang terlewati olehnya semenjak dia menginjak remaja. Dan ketika siuman, ‘Urwah meminta potongan kakinya lalu mengelus-elus dengan tangannya dan menimang-nimangnya seraya berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh, Demi Dzat Yang Mendorongku untuk mengajakmu berjalan di tengah malam menuju masjid, Dia Maha mengetahui bahwa aku tidak pernah sekalipun membawamu berjalan kepada hal yang haram.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia mengucapkan bait-bait sya’ir karya Ma’n bin Aus,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Engkau, aku tidak pernah menginjakkan telapak tanganku pada sesuatu yang meragukan&lt;br /&gt;Kakiku tidak pernah mengajakku untuk melakukan kekejian&lt;br /&gt;Telinga dan mataku tidak pernah menggiringku kepadanya&lt;br /&gt;Pendapatku dan akalku tidak pernah menunjuk kepadanya&lt;br /&gt;Ketahuilah, sesungguhnya tidaklah musibah menimpaku sepanjang masa melainkan ia telah menimpa orang sebelumku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Walid bin Abdul Malik benar-benar merasa sedih terhadap musibah yang menimpa tamu agungnya. Dia kehilangan putranya, lalu dalam beberapa hari kehilangan kakinya pula, maka al-Walid tidak bosan-bosan menjenguknya dan mensugestinya untuk bersabar terhadap musibah yang dialaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan ketika itu, ada sekelompok orang dari Bani ‘Abs singgah di kediaman Khalifah, di antara mereka ada seorang buta, lalu al-Walid bertanya kepadanya perihal sebab kebutaannya, lalu orang itu mejawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Amirul mukminin, di dalam komunitas Bani ‘Abs tidak ada orang yang harta, keluarga dan anaknya lebih banyak dariku. Lalu aku bersama harta dan keluargaku singgah di pedalaman suatu lembah dari lembah-lembah tempat tinggal kaumku, lalu terjadi banjir besar yang belum pernah aku saksikan sebelumnya. Banjir itu menghanyutkan semua yang aku miliki; harta, keluarga dana anak. Yang tersisa hanyalah seekor onta dan bayi yang baru lahir. Sedangkan onta yang tersisa itu adalah onta yang binal sehingga lepas. Akibatnya, aku meninggalkan sang bayi tidur di atas tanah untuk mengejar onta tersebut. Belum begitu jauh aku meninggalkan tempat ku hingga tiba-tiba aku mendengar jeritan bayi tersebut. Aku menoleh namun ternyata kepalanya telah berada di mulut serigala yang sedang menyantapnya. Aku segera menyongsongnya namun sayang aku tidak bisa menyelamatkannya, karena srigala telah membunuhnya. Lalu aku mengejar onta dan ketika aku berada di dekatnya, ia menendangku dengan kakinya. Tendangan itu mengenai wajahku, sehingga keningku robek dan mataku buta. Begitulah aku mendapatkan diriku di dalam satu malam telah menjadi orang yang tanpa keluarga, anak, harta dan mata.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka al-Walid berkata kepada pengawalnya,&lt;br /&gt;“Ajaklah orang ini menemui tamu kita ‘Urwah bin az-Zubair. Mintalah dia mengisahkan ceritanya supaya ‘Urwah mengetahui bahwa ternyata masih ada orang yang mengalami cobaan yang lebih berat darinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ‘Urwah diangkut ke Madinah dan dipertemukan dengan keluarganya, dia mendahului mereka dengan ucapan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan kalian merasa ngeri terhadap apa yang kalian lihat. Allah ‘Azza wa Jalla telahmenganugerahuiku empat orang anak, lalu mengambil satu di antara mereka dan masih menyisakan tiga orang lagi. Segala puji hanya untuk-Nya. Dan Dia memberiku empat anggota badan, kemudian Dia mengambil satu darinya dan menyisakan tiga untukku, maka segala puji bagi-Nya. Dia juga telah memberiku empat buah yang memiliki ujung (kedua tangan dan kedua kaki-red.,), lalu Dia mengambilnya satu dan menyisakan tiga buah lagi untukku. Dan demi Allah, Jika pun Dia telah mengambil sedikit dariku namun telah menyisakan banyak untukku. Dan jika pun Dia mengujiku satu kali namun Dia telah mengaruniaiku kesehatan berkali-kali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika penduduk Madinah mengetahui kedatangan imam dan orang ‘alim mereka, ‘Urwah bin az-Zubair, mereka berbondong-bondong datang ke rumahnya untuk menghibur dan menjenguknya. Di antara untaian kata ta’ziah yang paling berkesan adalah perkataan Ibrahim bin Muhammad bin Thalhah kepadanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bergembiralah wahai Abu Abdillah! salah satu anggota badan dan anakmu telah mendahuluimu menuju surga dan yang keseluruhannya akan mengikuti yang sebagiannya itu, insya Allah Ta’ala. Sungguh, Allah telah menyisakan sesuatu darimu untuk kami yang sangat kami butuhkan dan perlukan, yaitu ilmu, fiqih dan pendapat anda. Mudah-mudahan Allah menjadikan hal itu bermanfaat bagimu dan kami. Allah lah Dzat Yang Maha menanggung pahala untukmu dan Yang menjamin balasan kebaikan amalmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Urwah bin az-Zubair tetap menjadi menara hidayah, petunjuk kebahagiaan dan penyeru kebaikan bagi kaum muslimin sepanjang hidupnya. Dia sangat peduli terhadap pendidikan anak-anaknya, khususnya, dan anak-anak kaum muslimin lainnya, umumnya. Dia tidak pernah membiarkan kesempatan berlalu tanpa digunakannya untuk memberikan penyuluhan dan nasehat kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara contohnya, dia selalu mendorong anak-anaknya untuk menuntut ilmu ketika berkata kepada mereka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai anakku, tuntutlah ilmu dan kerahkanlah segala kemampuan dengan semestinya. Karena, jika kamu sekarang ini hanya sebagai orang-orang kecil, mudahan-mudahan saja berkat ilmu, Allah menjadikan kamu orang-orang besar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penuturan lainnya,&lt;br /&gt;“Aduh betapa buruknya, apakah di dunia ini ada sesuatu yang lebih buruk daripada orang tua yang bodoh?.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga menyuruh mereka untuk menilai sedekah sebagai hadiah yang dipersembahkan untuk Allah ‘Azza wa Jalla. Yaitu, dalam ucapannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai anakku, janganlah sekali-kali salah seorang di antara kamu mempersembahkan hadiah kepada Rabb-nya berupa sesuatu yang dia merasa malu kalau dihadiahkan kepada tokoh yang dimuliakan dari kaumnya. Karena Allah Ta’ala adalah Dzat Yang Paling Mulia, dan Paling Dermawan serta Yang Paling Berhak untuk dipilihkan untuk-Nya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga pernah memberikan pandangan kepada mereka (anak-anaknya) tentang tipikal manusia dan seakan mengajak mereka menembus langsung menuju siapa inti dari mereka itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai anakku, jika kamu melihat seseorang berbuat kebaikan yang amat menawan, maka harapkanlah kebaikan dengannya meskipun di mata orang lain, dia seorang jahat, karena kebaikan itu memiliki banyak saudara. Dan jika kamu melihat seseorang berbuat keburukan yang nyata, maka menghindarlah darinya meskipun di mata orang lain, dia adalah orang baik, karena keburukan itu juga memiliki banyak saudara. Dan ketahuilah bahwa kebaikan akan menunjukkan kepada saudara-saudaranya (jenis-jenisnya yang lain), demikian pula dengan keburukan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga berwasiat kepada anak-anaknya supaya berlaku lemah lembut, berbicara baik dan bermuka ramah. Dia berkata,&lt;br /&gt;“Wahai anakku, sebagaimana tertulis di dalam hikmah, ‘Hendaklah kamu berkata-kata baik dan berwajah ramah niscaya kamu akan lebih dicintai orang ketimbang cinta mereka kepada orang yang selalu memberikan mereka hadiah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilamana dia melihat manusia cenderung untuk berfoya-foya dan menilai baik kenikmatan duniawi, dia mengingatkan mereka akan kondisi Rasulullah SAW yang penuh dengan kesahajaan kehidupan dan kepapaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara contohnya adalah sebagaimana yang diceritakan Muhammad bin al-Munkadir (seorang tabi’i dari penduduk Madinah, wafat pada tahun 130 H),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat ‘Urwah bin az-Zubair menemuiku dan memegang tanganku, dia berkata, ‘Wahai Abu Abdullah.’&lt;br /&gt;Lalu aku menjawab, “Labbaik.”&lt;br /&gt;Kemudian dia berkata,&lt;br /&gt;“Saat aku menemui Ummul mukminin ‘Aisyah RA, dia berkata, ‘Wahai anakku.’&lt;br /&gt;Lalu aku menjawab, ‘Labbaik.’&lt;br /&gt;Beliau berkata lagi, ‘Demi Allah, sesungguhnya kami dahulu pernah sampai selama empat puluh malam tidak menyalakan api di rumah Rasulullah SAW, baik untuk lentera ataupun yang lainnya.’&lt;br /&gt;Lalu aku berkata, ‘Wahai Ummi, bagaimana kalian semua dapat hidup?’&lt;br /&gt;Beliau menjawab, ‘Dengan dua benda hitam (Aswadân); kurma dan air.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ‘Urwah bin az-Zubair hidup hingga mencapai usia 71 tahun, yang diisinya dengan kebaikan, kebajikan dan ketakwaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ajal menjelang, dia sedang berpuasa, lalu keluarganya ngotot memintanyanya agar berbuka saja namun dia menolak. Sungguh dia telah menolak, karena dia berharap kalau kelak dia bisa berbuka dengan seteguk air dari sungai Kautsar di dalam bejana emas dan di tangan bidadari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-440911033166066431?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/440911033166066431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/11/urwah-bin-az-zubair.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/440911033166066431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/440911033166066431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/11/urwah-bin-az-zubair.html' title='Urwah Bin Az-Zubair'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Su2RMN-Ph-I/AAAAAAAAAew/KMamxtRb7g8/s72-c/zulfiqar_by_porscher.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-8264284581801153113</id><published>2009-10-28T10:01:00.005+07:00</published><updated>2009-10-28T15:42:55.363+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DEMOKRASI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tauhid'/><title type='text'>PKS Malah Tak Masalahkan Bantuan Israel</title><content type='html'>Setelah berkali-kali ucapan pahit dari anggota partai kelompok setan ini menyakiti perasaan umat muslim yang tidak seharusnya dilontarkan oleh umat muslim diantaranya  &lt;a href="http://jundullah-online.blogspot.com/2009/05/tokoh-pks-menjual-agama-demi-sby.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102); font-style: italic;"&gt;Tokoh PKS Menjual agama demi SBY?&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, kini anggota mereka berulah lagi sebagai mana yang telah diberitakan dari sumber yang dapat dipercaya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SufefxNIS_I/AAAAAAAAAeo/UzH1-pKkWRg/s1600-h/cry-palestina_o.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 274px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SufefxNIS_I/AAAAAAAAAeo/UzH1-pKkWRg/s320/cry-palestina_o.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397527315792546802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bekasi (voa-islam) - Masuknya bantuan Israel kepada warga korban gempa di Sumatera Barat tidak dipermasalahkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Padahal PKS 'katanya'  partai yang paling semangat dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. Sementara pada Ahad (25/10/2009) lalu tentara Zionis Israel melakukan penyerbuan ke Masjid Al-Aqsha  yang menodai kesucian Masjid Al-Aqsha.&lt;br /&gt;Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat menyayangkan masuknya bantuan dari Israel ini. MUI khawatir bantuan ini akan mempengaruhi aqidah masyarakat. Karena Yahudi, kalau membantu pasti ada yang dimau.&lt;br /&gt;"Kita tahu prinsip Yahudi, tidak ada yang gratis dari mereka," Ungkap Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat Gusrizal Gazahar pada Senin (26/10/ 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"PKS tidak mempermasalahkan bantuan dari Israel ini, karena alasan kemanusiaan.&lt;br /&gt;                                                    Luthfi menjelaskan,&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt; PKS tidak &lt;/span&gt;memusuhi warga Israel&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. PKS hanya memusuhi tindakan Israel yang melakukan penjajahan di tanah Palestina.&lt;br /&gt;Pernyataan &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;PKS sangat membuat kecewa umat Islam&lt;/span&gt;, seharusnya PKS bisa bersikap lebih tegas tentang bantuan Israel. Jika alasannya kemanusiaan, rakyat Palestina jauh lebih membutuhkan bantuan tersebut daripada warga Padang.&lt;br /&gt;                        Dalam laporan terbaru di Israel dan Wilayah Palestina, Amnesty International menuduh Tel Aviv telah membatasi hak untuk mengakses air bagi warga Palestina secara memadai dan Tel Aviv juga telah mengambil kendali penuh atas sumber daya air bersama serta menerapkan pelaksanaan kebijakan diskriminatif dan hanya memberikan hak terbatas bagi rakyat Palestina............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                   Entah hal ini disengaja/tidak ataukah suatu kebodohan dalam dirinya sendiri sehingga mengatakan hal tersebut tidakkah dia ingat bahwa  orang yang telah membuat keoranaran, merampas, menindas, mengusir dan membunuh di rumah kita dan juga di rumah saudara-saudara kita dijadikan sebagai kawan atau bahkan dijadikan sebagai penolong ?&lt;br /&gt;Padahal Allah SWT berfirman : &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu ( orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim . ( QS Al-Mumtahanah 9 )"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                          Dalam hal permintaan bantun kepada negara kafir, islam telah mengharamkannya dengan nash-nash yang tegas dan jelas, khususnya bagi negara teroris dan zionis seperti AS serta Israel, yang senantiasa ingin mencengkeramkan kuku kekuasaannya di negeri-negeri Islam.&lt;br /&gt;                           Hal ini ditunukkan oleh firman Allah SWT :&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; "janganlah orang-orang mu’min menjadikan orang-orang kafir sebagai wali selain orang-orang mu’min. Siapa saja berbuat demikian, maka terlepaslah dari pertolongan Allah" &lt;/span&gt;(QS Ali Imram 28).&lt;br /&gt;                       Larangan tersebut diperkuat ayat lain yaitu firmanAllah SWT : &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"Hari orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang-orang Yahudi dan Nashrani sebagai wali bagimu, masing-masing menjadi wali bagi kalangannya sendiri. Siapa saja di antara kamu yang menjadikan mereka sebagai wali, maka orang tersebut telah masuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim "&lt;/span&gt; (QS Al Maidah 51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                    Para mufassirin dan fuqaha telah mengambil kedua ayat tersebut dan yang lainnya, sebagai dalil keharaman meminta bantuan kepada negara Kafir.Arti wali dalam kedua ayat tersebut adalah penolong, pelindung dan pendukung. Termasuk dalam pengertian tersebut adalah menjalin persahabatan antara kaum muslimin dengan kelompok atau individu-individu kafir. Dengan demikian yang seharusnya dijadikan penolong, pelindung, pendukung dan sahabat hanyalah orang-orang mu’min.Selain dari itu, ayat yang kedua diatas juga menjelaskan bahwa orang-orang kafir itu adalah wali bagi kelangannya sendiri (QS Al-Anfal: 73). Mereka akan bersatu padu untuk melawan dan menyerang umat Islam. Bila demikian sikap dan tindakan mereka, mengapa kita musti minta bantuan dan dukungan mereka ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                       Rasulullah SAW telah menolak dengan tegas bantuan orang kafir dan tidak meminta bantuan mereka. Dari Aisyah RA berkata " Nabi keluar untuk berperang pada perang Badar. Ketika beliau sampai di suatu tempat yang bernama Harratul Wabarah ( suatu tempat yang berjarak 4 mil dari Madinah), beliau diikuti oleh seorang laki-laki yang terkenal pemberani dan suka menolong orang. Sampai orang itu berjumpa Rasulullah. Para shahabat bergembira ketika melihat orang itu, ia lalu berkata " Aku datang untuk ikut bersamamu dan aku ingin mendapatkan bagian dari ghanimah ( harta rampasan)". Rasulullah SAW. Lalu bertanya" Apakah engkau mau beriman kepada Allah dan RasulNya. Laki-laki itu menjawab: Tidak, Kemudian Rasulullah SAW berkata " kembalilah engkau, Kami tidak menerima pertolongan dari orang Musyrik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah SAW  &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;," Janganlah kalian mencari penerangan dari api Musyrikin ( yakni minta pertolongan kepada kaum musyrikin dalam suatu peperangan), dan janganlah kalian memahat tulisan pada cincinmu ( yakni tulisan Muhammad Rasulullah)"&lt;/span&gt; (HR Imam Ahmad, dalam Al Musnad Jilik III hal.99 dan An Nasai jilik viii hal177)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                          Az Zuhri meriwayatkan sebuah hadits, bahwa orang-orang Anshar pada suatu hari berkata kepada Rasulullah SAW : &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;" Yaa Rasulullah apakah kita tidak meminta pertolongan dari orang kaum Yahudi dan Nashrani yang telah terikat perjanjian kerja sama dengan kita ? " Rasulullah menjawab " Kita tidak butuh ( pertolongan) mereka"&lt;/span&gt; Riwayat ini telah dicantum oleh Ibnu Katsir dalam "Sirah Nabawiyah" Jus III hal.64)&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;                Bagaimana tanggapan kalian wahai simpatisan Paartai Kelompok Setan jika para pemimpin kalian justru menjadikanya teman padahal Allah telah menyuruh umat muslim guna menjadikan mereka musuh.......?&lt;br /&gt;Belum terbukakah pikiran kalian akan rakusnya pemimpin kalian dengan harta dan jabatan......!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-8264284581801153113?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/8264284581801153113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/10/pks-malah-tak-masalahkan-bantuan-israel.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/8264284581801153113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/8264284581801153113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/10/pks-malah-tak-masalahkan-bantuan-israel.html' title='PKS Malah Tak Masalahkan Bantuan Israel'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SufefxNIS_I/AAAAAAAAAeo/UzH1-pKkWRg/s72-c/cry-palestina_o.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-7708507807072734758</id><published>2009-10-28T09:48:00.001+07:00</published><updated>2009-10-28T09:50:00.677+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='INVESTASI AKHIRAT'/><title type='text'>Ma'had Tahfidz Qur'an Ibnu Mas'ud</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Assalammu'alaikum Wr. Wb.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kami mengajak Anda untuk berinvestasi akhirat yang tidak akan pernah merugi. Kenapa saya katakan investasi ini tidak akan pernah merugi? Karena investasi ini dilakukan dengan cara menginfakkan harta di jalan Allah. Sudah dapat dipastikan investasi amal Anda akan dilipat gandakan oleh Allas swt sebagaimana telah dijanjikan dalam firman-Nya:&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan." (QS. AL BAQARAH ayat 245)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat" (QS. AL BAQARAH ayat 265)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: left;"&gt;Setiap investasi akhirat yang Anda lakukan maka sudah pasti akan Allah lipat gandakan mungkin dengan menambahkan harta Anda di dunia ataupun terus melipatgandakan pahala kebaikan Anda hingga hari kiamat nanti atau bahkan Anda mendapatkan keduanya di dunia maupun di akhirat (insya Allah).&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Banyak investasi akhirat yang dapat Anda lakukan misalnya seperti menyantuni anak yatim piatu, mengisi kotak amal di masjid, melunasi hutang orang dan masih banyak lagi. Akan tetapi, investasi akhirat itu harus memenuhi satu syarat, yaitu hanya untuk mencari keridhoan Allah dan berharap Allah akan menerima amal kebaikan kita.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;strong&gt;"investasi akhirat itu harus memenuhi satu syarat, yaitu hanya untuk mencari keridhoan Allah dan berharap Allah akan menerima amal kebaikan kita."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Salah satu investasi akhirat yang kami tawarkan ialah menyantuni santri-santri yang kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan Tahfidz (menghafal) Al Qur'an di &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;Ma'had Tahfidz Qur'an Ibnu Mas'ud&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;. Sehingga dengan pendidikan yang kami berikan diharapkan dari santri-santri tersebut akan munculnya calon hafidz insya Allah yang akan menjaga keotentikan Al Qur'an hingga hari akhir nanti.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;Profile:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Ma'had Tahfidz Qur'an Ibnu Mas'ud&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;Yayasan Al 'Urwatul Wutsqa&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;Akte Notaris: Zaenab, SH 17 September 2007 no. 5&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;Alamat: Jl Kemang 2 no. 71, Depok 2 - Raden Saleh Studio Alam Cikumpa- Kota Depok, Jawa Barat&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;"&gt;Telp: 021 70 6969 84, 0813 830 810 21, 08128 9188 705, 08131 8888 02&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;a target="_blank" title="membuat-proposal" href="http://www.4shared.com/file/143567881/85ab17b8/PRoPoSaL2.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Informasi lebih lengkap &gt;&gt;&gt; Download Proposal&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; background-color: rgb(255, 255, 0); font-family: arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;HOTLINE dan JEMPUT INFAK: Tresna &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;0813 830 810 21&lt;/span&gt; atau &lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);"&gt;021 947 056 03&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Para santri diberikan pendidikan tahfidz (menghafal) Al Qur'an, bahasa arab, tauhid, sains dan lain-lain. Untuk mengoptimalkan pendidikan tahfidz Al Qur'an, maka para santri akan diasramakan sehingga dapat lebih fokus menerima pelajaran yang diberikan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Biaya yang dibutuhkan untuk menunjang kebutuhan sehari-hari para santri sangatah besar antara lain, makan, biaya sewa ruangan, gaji pengasuh dan guru, listrik, air, dan lain-lain. Akan tetapi, dana yang dapat diberikan orang tua santri sangatlah tidak mencukupi kegiatan operasional sehari-hari para santri. Untuk mengetahui estimasi anggaran bulanan &lt;a target="_blank" title="membuat-proposal" href="http://www.4shared.com/file/143567881/85ab17b8/PRoPoSaL2.html"&gt;dapat di lihat pada proposal kami&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Untuk menutupi kebutuhan operasional sehari-hari, maka kami mencanangkan &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;PROGRAM DONASI IDEAL&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;. Program ini merupakan penyantunan santri dengan cara memberikan donasi secara berkala. Adapun keriteria dalam donasi ideal ini antara lain&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;strong&gt;Mandiri :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; dengan nilai donasi minimal &lt;strong&gt;Rp 500.000 per bulan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;strong&gt;Orang Tua Asuh:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; dengan nilai donasi &lt;strong&gt;Rp 200.000 s/d Rp 300.000 per bulan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;strong&gt;Kakak Asuh:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; dengan nilai donasi &lt;strong&gt;Rp 25.000 s/d Rp 100.000 per bulan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;Selain itu, kami juga menyelenggarakan &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;PROGRAM DONASI PEDULI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;. Untuk program donasi peduli tidak ditentukan nilai donasinya, karena bersifat temporary dan tidak mengikat. Namun demikian diharapkan berperan aktif dalam membantu pembebasan lahan dan pembangunan pesantren&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;strong&gt;SUSUNAN PENGURUS&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt; Penanggung Jawab: Yayasan Al-'Urwatul Wutsqa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Penasehat                       : Ust. Abu Musa&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Mudir Ma'had                : Ust. Mashadi Lc.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Wakil Mudir                   : Ust. Nandar S.Pd.I&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Staf Pengajar                  : Ust. Abdullah Azzam Al Fawwaz&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ust. Dzulkifli Lubis&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ust. Mush'ab&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ustzh. 'Aidah el Farhah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ustzh. Az Zahra el Fauz&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ustzh. Dhiya' Nabilah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ustzh. Istiqomah al Qisthi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Pengasuh Santri              : Ustzh. Ummu Syifa&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;Video Kegiatan Ma'had Tahfidz Qur'an Ibnu Mas'ud&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;object codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=9,0,124,0" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344"&gt; &lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt; &lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt; &lt;param name="src" value="http://www.youtube.com/v/S1VmCeCmLgE&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/S1VmCeCmLgE&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt; &lt;/object&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;Beberapa Santri Laki-laki Muroja'ah (menghafal kembali) Qur'an dengan Ustadz Mashadi Lc.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;object codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=9,0,124,0" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="344"&gt; &lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt; &lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt; &lt;param name="src" value="http://www.youtube.com/v/Kxt0jeSuNwo&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;color1=0x006699&amp;amp;color2=0x54abd6"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/Kxt0jeSuNwo&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1&amp;amp;color1=0x006699&amp;amp;color2=0x54abd6" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt; &lt;/object&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;Para Santri sedang belajar matematika dengan Ustadz Mush'ab&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; background-color: rgb(255, 255, 0); font-family: arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;HOTLINE dan JEMPUT INFAK: Tresna &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;0813 830 810 21&lt;/span&gt; atau &lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);"&gt;021 947 056 03&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;strong&gt;Foto kegiatan sehari-hari santri&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="ikhwan" src="http://www.trezna.com/images/ibnu-masud/ikhwan.jpg" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Beberapa santri laki-laki&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="ikhwan" src="http://www.trezna.com/images/ibnu-masud/akhwat.jpg" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Santri perempuan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="ikhwan" src="http://www.trezna.com/images/ibnu-masud/asrama-laki.jpg" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Asrama dan Kelas Santri laki-laki (Tampak Luar)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="ikhwan" src="http://www.trezna.com/images/ibnu-masud/kelas.jpg" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Asrama dan Kelas Santri laki-laki (Tampak Dalam)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="ikhwan" src="http://www.trezna.com/images/ibnu-masud/mahad-akhwat.jpg" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Asrama dan Kelas Santri perempuan (Tampak Luar)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="ikhwan" src="http://www.trezna.com/images/ibnu-masud/arena-bermain.jpg" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Arena Bermain Santri&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="ikhwan" src="http://www.trezna.com/images/ibnu-masud/makan.jpg" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Santri laki-laki sedang makan bersama&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="ikhwan" src="http://www.trezna.com/images/ibnu-masud/gedung.jpg" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Ruangan yang hendak dijadikan Asrama Santri laki-laki &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;(Letak tepat di depan Asrama laki-laki saat ini)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; background-color: rgb(255, 255, 0); font-family: arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;HOTLINE dan JEMPUT INFAK: Tresna &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;0813 830 810 21&lt;/span&gt; atau &lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);"&gt;021 947 056 03&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a target="_blank" title="membuat-proposal" href="http://www.4shared.com/file/143567881/85ab17b8/PRoPoSaL2.html"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;DOWNLOAD PROPOSAL KLIK SINI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;strong&gt;JANGAN RAGU LAGI UNTUK INVESTASI AKHIRAT INI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;strong&gt;INFAKKAN HARTA ANDA MELALUI &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;REKENING MANDIRI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;129 000 407 7687&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;an. TATI NURHAYATI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Konfirmasikan sumbangan Anda ke&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Tresna 0813 830 810 21, 021 947 056 03&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-7708507807072734758?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/7708507807072734758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/10/mahad-tahfidz-quran-ibnu-masud.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/7708507807072734758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/7708507807072734758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/10/mahad-tahfidz-quran-ibnu-masud.html' title='Ma&apos;had Tahfidz Qur&apos;an Ibnu Mas&apos;ud'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-2207699069684475744</id><published>2009-10-17T15:50:00.003+07:00</published><updated>2009-10-17T15:57:02.857+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buletin Mingguan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Salafus Sholeh'/><title type='text'>Keagungan dan Kemuliaan Seorang Muhammad</title><content type='html'>&lt;img class="size-full wp-image-1856 alignleft" title="m0q0gg78" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2009/03/m0q0gg78.jpg?w=139&amp;amp;h=98" alt="m0q0gg78" height="98" width="139" /&gt;Kalau ada pakaian yang koyak, Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya. Beliau juga memerah susu kambing untuk keperluan  keluarga maupun untuk dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                Setiap kali pulang ke rumah, bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan, sambil tersenyum baginda menyingsing lengan bajunya untuk membantu isterinya di dapur.Sayidatina ‘Aisyah menceritakan: ”Kalau Nabi berada di rumah, beliau selalu membantu urusan rumahtangga.Jika mendengar azan, beliau cepat-cepat berangkat ke masjid, dan cepat-cepat pulang kembali sesudah selesai sembahyang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah baginda pulang pada waktu pagi. Tentulah baginda amat lapar waktu itu. Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan. Yang mentah pun tidak ada karena Sayidatina ‘Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya,&lt;br /&gt;“Belum ada sarapan ya Khumaira?” (Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina ‘Aisyah yang berarti ‘Wahai yang kemerah-merahan’)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah menjawab dengan agak serba salah, “Belum ada apa-apa wahai Rasulullah.”  Rasulullah lantas berkata,”Kalau begitu aku puasa saja hari ini.” tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya.Pernah baginda bersabda, “sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya.”&lt;br /&gt;Prihatin, sabar dan tawadhuknya baginda sebagai kepala keluarga.&lt;br /&gt;Pada suatu ketika baginda menjadi imam solat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan baginda antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh baginda yang mulia itu bergeser antara satu sama lain. Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai bersembahyang :&lt;br /&gt;“Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah?”&lt;br /&gt;“Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat dan segar”&lt;br /&gt;“Ya Rasulullah… mengapa setiap kali tuan menggerakkan tubuh,&lt;br /&gt;kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan?&lt;br /&gt;Kami yakin engkau sedang sakit…”&lt;br /&gt;desak Umar penuh cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda.“Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya buat tuan?”Lalu baginda menjawab dengan lembut, ”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?” “Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang tua yang penuh kudis, miskin dan kotor.Hanya diam dan bersabar bila kain rida’nya direntap dengan kasar oleh seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya.Dan dengan penuh rasa kehambaan baginda membasuh tempat yang dikencingi si Badwi di dalam masjid sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu.Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa ketuanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anugerah kemuliaan dari ALLAH tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang lain, ketika di depan umum maupun dalam keseorangan.Ketika pintu Syurga telah terbuka, seluas-luasnya untuk baginda, baginda masih berdiri di waktu-waktu sepi malam hari, terus-menerus beribadah, hingga pernah baginda terjatuh, lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak. Fisiknya sudah tidak mampu menanggung kemahuan jiwanya yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ditanya oleh Sayidatina ‘Aisyah, “Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?”&lt;br /&gt;Jawab baginda dengan lunak, “Ya ‘Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah s. a. w. bersabda, “Sampaikan pesanku walau sepotong ayat”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-2207699069684475744?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/2207699069684475744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/10/keagungan-dan-kemuliaan-seorang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/2207699069684475744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/2207699069684475744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/10/keagungan-dan-kemuliaan-seorang.html' title='Keagungan dan Kemuliaan Seorang Muhammad'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-2386669382545028841</id><published>2009-10-17T15:33:00.002+07:00</published><updated>2009-10-17T15:46:05.367+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gambar'/><title type='text'>Foto-foto Peninggalan Nabi Muhammad SAW , Menyentuh Qalbu Menambah Cinta!!</title><content type='html'>&lt;p style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Bila kita berjauh jarak dengan sang terkasih Muhammad Rasulullah yang berbentang waktu 1.400 tahun… bila kita belum pernah melihat wajah sucinya, sementara kita menyebut namanya setiap hari, kita menghantarkan salam kepadanya setiap hari melalui shalat, shalawat-shalawat  dan do’a-do’a yang kita lantunkan, kita memohon  syafa’atnya untuk keselamatan kita di akhirat dari pedihnya adzab neraka, tidakkah foto-foto berikut ini mengobati kerinduan kita yang sangat dalam kepada Sang Tercinta Nabi Agung, Kekasih Allah dan sang pribadi mulia panutan alam?? &lt;span id="more-232"&gt;&lt;/span&gt;Titik air mataku begitu melihat langsung baju beliau yang bersahaja dan sudah robek, sandal beliau, keranda beliau yang tak terhalang apapun. Allahu Akbar … serasa dekaaat denganmu ya Rasulullah … Andai aku bisa melihat wajahmu, rontok segala persendianku, tak tahan dengan kenikmatan memandang kemuliaan wajahmu… Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad …. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(128, 0, 0);"&gt;Foto-foto ini semua adalah koleksi yang tersimpan dari berbagai tempat di beberapa negara: Musim peninggalan Nabi di Istambul Turki, Yordania, Irak dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Selamat merasakan kelezatan menatap peninggalan-peninggalan ini. Semoga kerinduan kita semakin memuncak kepada sang Nabi Agung, sang kekasih Allah …&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;em&gt;Allahumma shalli ‘ala sayyidina wa maulana Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam …&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1029" title="the-blessed-shirt-of-prophet-muhammad-saw" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/the-blessed-shirt-of-prophet-muhammad-saw.jpg?w=450&amp;amp;h=279" alt="the-blessed-shirt-of-prophet-muhammad-saw" height="279" width="450" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;The Blessed Shirt of Prophet Muhammad SAW (Baju gamis Nabi SAW)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1030" title="the-blessed-shirt1-of-prophet-muhammad-saw" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/the-blessed-shirt1-of-prophet-muhammad-saw.jpg?w=450&amp;amp;h=360" alt="the-blessed-shirt1-of-prophet-muhammad-saw" height="360" width="450" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;The Blessed Shirt of Prophet Muhammad SAW (Bagian dari baju gamis Nabi SAW)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1032" title="jubah-rasulullah1" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/jubah-rasulullah1.jpg?w=450&amp;amp;h=337" alt="jubah-rasulullah1" height="337" width="450" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Jubah Nabi Muhammad, Rasulullah SAW&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1042" title="blessed-seal-of-rasool-allah-saw1" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/blessed-seal-of-rasool-allah-saw1.jpg?w=455&amp;amp;h=401" alt="blessed-seal-of-rasool-allah-saw1" height="401" width="455" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;The Blessed Seal of Rasulullah SAW&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1035" title="copy-of-the-blessed-bowl-of-prophet-muhammad-saw" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/copy-of-the-blessed-bowl-of-prophet-muhammad-saw.jpg?w=455&amp;amp;h=326" alt="copy-of-the-blessed-bowl-of-prophet-muhammad-saw" height="326" width="455" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Mangkuk tempat minum Rasulullah SAW&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a title="picture1.jpg" href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/picture1.jpg"&gt;&lt;img src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/picture1.jpg?w=454&amp;amp;h=265" alt="picture1.jpg" height="265" width="454" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;KUNCI KA’BAH ZAMAN NABI MUHAMMAD SAW&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1036" title="the-blessed-foot-print-of-rasool-allah-saw" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/the-blessed-foot-print-of-rasool-allah-saw.jpg?w=450&amp;amp;h=600" alt="the-blessed-foot-print-of-rasool-allah-saw" height="600" width="450" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1037" title="jejak-kaki-nabi" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/jejak-kaki-nabi.jpg?w=450&amp;amp;h=337" alt="jejak-kaki-nabi" height="337" width="450" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;JEJAK-JEJAK KAKI SANG NABI AGUNG, RASULULLAH SAW&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a title="picture3.jpg" href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/picture3.jpg"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1038" title="blessed-hair-of-rasool-allahsaw" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/blessed-hair-of-rasool-allahsaw.jpg?w=447&amp;amp;h=825" alt="blessed-hair-of-rasool-allahsaw" height="825" width="447" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1039" title="rambut-nabi" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/rambut-nabi.jpg?w=443&amp;amp;h=640" alt="rambut-nabi" height="640" width="443" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;BEBERAPA HELAI RAMBUT NABI MUHAMMAD SAW&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1041" title="gigi-dan-rambut1" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/gigi-dan-rambut1.jpg?w=447&amp;amp;h=335" alt="gigi-dan-rambut1" height="335" width="447" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;PENINGGALAN GIGI DAN RAMBUT&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt; NABI MUHAMMAD SAW (Itu giginya jelas ya?)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/08/reliquary-of-tooth-of-the-prophet-muhammad1.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-723" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/08/reliquary-of-tooth-of-the-prophet-muhammad1.jpg?w=452&amp;amp;h=304" alt="" height="304" width="452" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Wadah Kotak Gigi Rasulullah SAW&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a title="picture4.jpg" href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/picture4.jpg"&gt;&lt;img src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/picture4.jpg?w=452&amp;amp;h=316" alt="picture4.jpg" height="316" width="452" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1043" title="pedang2-nabi-dengan-nama-namanya1" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/pedang2-nabi-dengan-nama-namanya1.jpg?w=450&amp;amp;h=320" alt="pedang2-nabi-dengan-nama-namanya1" height="320" width="450" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1044" title="pedang2-nabi-dengan-nama-namanya2" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/pedang2-nabi-dengan-nama-namanya2.jpg?w=450&amp;amp;h=320" alt="pedang2-nabi-dengan-nama-namanya2" height="320" width="450" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1045" title="pedang2-nabi-dengan-nama-namanya" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/pedang2-nabi-dengan-nama-namanya.jpg?w=450&amp;amp;h=320" alt="pedang2-nabi-dengan-nama-namanya" height="320" width="450" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;BERBAGAI PEDANG MILIK NABI SAW DENGAN NAMA-NAMANYA YANG DIPAKAI UNTUK MENEGAKKAN ISLAM, AGAMA ALLAH SWT DI MUKA BUMI.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/08/pedang-nabi.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-720" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/08/pedang-nabi.jpg?w=452&amp;amp;h=352" alt="" height="352" width="452" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Gagang Pedang “Hatf” &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Nabi SAW tampak lebih jelas&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1046" title="busur-panah-nabi" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/busur-panah-nabi.jpg?w=450&amp;amp;h=236" alt="busur-panah-nabi" height="236" width="450" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;Busur Panah Nabi SAW&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/08/benderarasul.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-714" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/08/benderarasul.jpg?w=447&amp;amp;h=300" alt="" height="300" width="447" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Bendera Rasululullah SAW&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1047" title="blessed-turbine1-of-prophet-muhammad-saw" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/blessed-turbine1-of-prophet-muhammad-saw.jpg?w=442&amp;amp;h=331" alt="blessed-turbine1-of-prophet-muhammad-saw" height="331" width="442" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Koleksi Sorban-sorban Nabi Muhammad SAW&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1048" title="blessed-turbine-of-prophet-muhammad-saw" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/blessed-turbine-of-prophet-muhammad-saw.jpg?w=441&amp;amp;h=330" alt="blessed-turbine-of-prophet-muhammad-saw" height="330" width="441" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Satu yang diperbesar (dari dekat)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/08/topibesirasulullah.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-715" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/08/topibesirasulullah.jpg?w=444&amp;amp;h=309" alt="" height="309" width="444" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Topi Besi Rasuluallah SAW&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/08/the_clothers__staff_of_prophet_muhammad.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-717" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/08/the_clothers__staff_of_prophet_muhammad.jpg?w=444&amp;amp;h=313" alt="" height="313" width="444" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Baju dan barang-barang Rasulullah SAW&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1049" title="blessed-sandals2-of-rasool-allah-saw" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/blessed-sandals2-of-rasool-allah-saw.jpg?w=445&amp;amp;h=334" alt="blessed-sandals2-of-rasool-allah-saw" height="334" width="445" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1050" title="blessed-sandal-of-rasool-allah-saw" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/blessed-sandal-of-rasool-allah-saw.jpg?w=450&amp;amp;h=333" alt="blessed-sandal-of-rasool-allah-saw" height="333" width="450" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1052" title="blessed-sandal1-of-rasool-allah-saw1" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/blessed-sandal1-of-rasool-allah-saw1.jpg?w=449&amp;amp;h=586" alt="blessed-sandal1-of-rasool-allah-saw1" height="586" width="449" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Sandal-sandal peninggalan Rasulullah SAW tercinta …&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1053" title="letter-to-nijashi-king-of-habsha" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/letter-to-nijashi-king-of-habsha.jpg?w=447&amp;amp;h=668" alt="letter-to-nijashi-king-of-habsha" height="668" width="447" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Surat Nabi SAW kepada Raja Nijashi, Raja Habsyah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1054" title="letter-to-omani-people" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/letter-to-omani-people.jpg?w=432&amp;amp;h=499" alt="letter-to-omani-people" height="499" width="432" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Surat Nabi SAW kepada rakyat Oman, Arab Selatan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1055" title="letter-to-qaiser_e_rome" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/letter-to-qaiser_e_rome.jpg?w=450&amp;amp;h=334" alt="letter-to-qaiser_e_rome" height="334" width="450" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Surat Nabi SAW kepada Kaisar Romawi abad ke 7&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/08/prophet_letter-to-the-heraclius-of-rome.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-718" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/08/prophet_letter-to-the-heraclius-of-rome.jpg?w=440&amp;amp;h=321" alt="" height="321" width="440" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Surat Rasulullah SAW pada Raja Heraclius&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1056" title="prophets-letter-to-muqauqas-egypt" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/prophets-letter-to-muqauqas-egypt.jpg?w=450&amp;amp;h=583" alt="prophets-letter-to-muqauqas-egypt" height="583" width="450" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Surat Nabi SAW kepada Raja Muqauqas, Mesir&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/08/makam-siti-aminah-ibunda-rasulullah.jpg"&gt;&lt;img class="alignnone size-medium wp-image-721" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/08/makam-siti-aminah-ibunda-rasulullah.jpg?w=441&amp;amp;h=294" alt="" height="294" width="441" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Makan Siti Aminah, Ibunda Rasululllah SAW&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1058" title="box-belonging-to-hazrat-fatima-rz" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/box-belonging-to-hazrat-fatima-rz.jpg?w=450&amp;amp;h=337" alt="box-belonging-to-hazrat-fatima-rz" height="337" width="450" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kotak milik putri tercinta Nabi SAW, Sayyidah Fatimah Az-Zahra R.A.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a title="picture6.jpg" href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/picture6.jpg"&gt;&lt;img src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/picture6.jpg?w=448&amp;amp;h=326" alt="picture6.jpg" height="326" width="448" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;PINTU EMAS MAKAM NABI MUHAMMAD SAW&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;img class="alignleft size-full wp-image-1057" title="the-blessed-dust-from-the-tomb-of-the-prophet" src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/the-blessed-dust-from-the-tomb-of-the-prophet.jpg?w=438&amp;amp;h=617" alt="the-blessed-dust-from-the-tomb-of-the-prophet" height="617" width="438" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;strong&gt;The blessed dust from the tomb of the Prophet Muhammad PUBH&lt;/strong&gt; (&lt;strong&gt;Butiran pasir yang diambil dari makam Nabi Muhammad SAW)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a title="picture7.jpg" href="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/picture7.jpg"&gt;&lt;img src="http://moeflich.files.wordpress.com/2008/01/picture7.jpg?w=443&amp;amp;h=300" alt="picture7.jpg" height="300" width="443" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;Keranda dan makam Nabi panutan alam, Nabi Muhammad SAW&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;Inilah makan Rasulullah SAW dari dalam. Di dalam inikah Sang Nabi Agung nan Mulia berbaring? Allahu Akbar …&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Bila keranda ini disingkap dan kita bisa melihat tubuhnya yang suci berbaring, terbayangkah bagaimana kita menatap senyum manis diwajahnya?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-2386669382545028841?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/2386669382545028841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/10/foto-foto-peninggalan-nabi-muhammad-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/2386669382545028841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/2386669382545028841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/10/foto-foto-peninggalan-nabi-muhammad-saw.html' title='Foto-foto Peninggalan Nabi Muhammad SAW , Menyentuh Qalbu Menambah Cinta!!'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-5634858211003157893</id><published>2009-10-16T19:32:00.024+07:00</published><updated>2009-10-17T15:19:15.310+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gambar'/><title type='text'>Masjid-Masjid Terindah DiDunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sth4ARKqk1I/AAAAAAAAAeY/b44tJGE9UWo/s1600-h/Roma.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Sebidang tanah di bumi ini yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah rumah-rumah-Nya (masjid) yang di dalamnya ditegakkan ibadah kepada-Nya dan Dia di Esakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang ". ( An Nur : 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud ayat ini bahwa Dia Yang Maha Tinggi memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya agar menjaga dan membersihkan masjid dari kotoran, permainan, perkataan dan perbuatan yang tidak pantas dilakukan di dalamnya. Sebagaimana yang dikatakan Ali bin Abi Tholhah dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu dan para ulama ahli tafsir yang lainnya tentang ayat ini bahwa Allah melarang melakukan sesuatu yang sia-sia di dalamnya.&lt;br /&gt;Sudah dikatakan bila seseorang telah melakukan 2 rakaat shalat tahuyatul al-masjid, membaca shalawat dan mengucap salam bagi Rasulullah Saw, Abu baker ra dan Umar ra, kemudian berdoa bagi dirinya dan bagi kaum muslimin. Setelah itu, dia boleh langsung pergi atau duduk sebentar dan melakukan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah beberapa/sebagian kecil masjid "terindah" didunia. kalau diantara antum semua punya gambar yang labih bagus bisa shering disini.&lt;br /&gt;Adakah salah satu dari masjid ini yang telah anda kunjungi dan melaksanakan sholat disana???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masjidil  Haram , Mecca , Saudi Arabia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sth5Pi_LxbI/AAAAAAAAAeg/ogmIdGHbO5c/s1600-h/mekkah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 443px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sth5Pi_LxbI/AAAAAAAAAeg/ogmIdGHbO5c/s400/mekkah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393193861772985778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Kubah Emas , Jerusalem , Palestine yang diduduki Israel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sth27BVGV4I/AAAAAAAAAdw/cbT_Bk_liGc/s1600-h/masjid+kubah+emas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 429px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sth27BVGV4I/AAAAAAAAAdw/cbT_Bk_liGc/s400/masjid+kubah+emas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393191310117459842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Masjid Besar, Roma, Italia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sth4ARKqk1I/AAAAAAAAAeY/b44tJGE9UWo/s1600-h/Roma.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 371px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sth4ARKqk1I/AAAAAAAAAeY/b44tJGE9UWo/s400/Roma.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393192499779638098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: arial,sans-serif; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Jamia , Nairobi, Kenya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SthuihDgSWI/AAAAAAAAAcY/tZft8ZnpFPA/s1600-h/kenya.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 270px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SthuihDgSWI/AAAAAAAAAcY/tZft8ZnpFPA/s400/kenya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393182093043845474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Masjid Hassan II, Casablanca , Morocco&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SthuqZoCWcI/AAAAAAAAAcg/ZwWIcnD2mfU/s1600-h/maroko.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 229px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SthuqZoCWcI/AAAAAAAAAcg/ZwWIcnD2mfU/s400/maroko.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393182228488542658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Faisal, Islamabad, Pakistan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sth2TSQv3aI/AAAAAAAAAdY/nxO6QOP-mJE/s1600-h/masjid+faisal.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sth2TSQv3aI/AAAAAAAAAdY/nxO6QOP-mJE/s400/masjid+faisal.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393190627467845026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Emas, Manila, Filipina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SthwDV1U16I/AAAAAAAAAdQ/dbUrOfcV3Uw/s1600-h/masjid+emas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SthwDV1U16I/AAAAAAAAAdQ/dbUrOfcV3Uw/s400/masjid+emas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393183756478896034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-family: arial,sans-serif;"&gt;Masjid Besar Al Fatah,&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Doha, Qatar&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SthvT0aIiTI/AAAAAAAAAcw/ejNCM-O-hrg/s1600-h/masjid+al+fatah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 265px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SthvT0aIiTI/AAAAAAAAAcw/ejNCM-O-hrg/s400/masjid+al+fatah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393182940052621618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Masjid Pelabuhan Spanyol, Trinidad, Trinidad and Tobago&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sth3AlfFSOI/AAAAAAAAAd4/rWwIKZxV1Ag/s1600-h/masjid+pelabuhan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 420px; height: 265px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sth3AlfFSOI/AAAAAAAAAd4/rWwIKZxV1Ag/s400/masjid+pelabuhan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393191405722355938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Masjid Sultan Ahmad / Masjid Biru, Istanbul, Turki&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sth3P0S0xHI/AAAAAAAAAeA/eglyugxxb50/s1600-h/masjid+sultan+ahmad.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 420px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sth3P0S0xHI/AAAAAAAAAeA/eglyugxxb50/s400/masjid+sultan+ahmad.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393191667395511410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Masjid Ummaya , Damascus , Syria&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sth34gtkwoI/AAAAAAAAAeQ/MRpcRhl-E68/s1600-h/masjid+umaay.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sth34gtkwoI/AAAAAAAAAeQ/MRpcRhl-E68/s400/masjid+umaay.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393192366513635970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Masjid Besae , Paris , Prancis&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SthvfyGMKXI/AAAAAAAAAc4/vjAe1gvuZYA/s1600-h/masjid+besae.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 390px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SthvfyGMKXI/AAAAAAAAAc4/vjAe1gvuZYA/s400/masjid+besae.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393183145590532466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Masjid Khatam Al Ambiya ,  Beirut , Libanon&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sth2wwGlCjI/AAAAAAAAAdo/PVgrnu6QuVw/s1600-h/masjid+khatam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 433px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sth2wwGlCjI/AAAAAAAAAdo/PVgrnu6QuVw/s400/masjid+khatam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393191133694462514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masjid Jami Ul Alfar , Colombo, Sri Lanka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sth2Z2xlkRI/AAAAAAAAAdg/ZGCzMHH0TsM/s1600-h/masjid+jami+alfar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 399px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sth2Z2xlkRI/AAAAAAAAAdg/ZGCzMHH0TsM/s400/masjid+jami+alfar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393190740348473618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Masjid Besar , Xi’an, China&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sthv-4jw5fI/AAAAAAAAAdI/8O8wE2O1bVM/s1600-h/masjid+cina.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 391px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sthv-4jw5fI/AAAAAAAAAdI/8O8wE2O1bVM/s400/masjid+cina.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393183679901132274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Masjid Canterbury, Selandia Baru&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SthvweVI9AI/AAAAAAAAAdA/N4y8_d0l8Vc/s1600-h/masjid+canterbury.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SthvweVI9AI/AAAAAAAAAdA/N4y8_d0l8Vc/s400/masjid+canterbury.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393183432342303746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Masjid Agung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;" class="mw-redirect"&gt; Cordoba , Spanyol&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="mw-redirect"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sthuv0q7YKI/AAAAAAAAAco/7HqAe81gkpw/s1600-h/masjid+agung+cordoba.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 269px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sthuv0q7YKI/AAAAAAAAAco/7HqAe81gkpw/s400/masjid+agung+cordoba.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393182321647771810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Masjid Ubudiah, Kuala Kangsar, Malaysia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sth3kGw8OGI/AAAAAAAAAeI/LTLgw9HdQ68/s1600-h/masjid+ubudiyah.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sth3kGw8OGI/AAAAAAAAAeI/LTLgw9HdQ68/s400/masjid+ubudiyah.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5393192015951050850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Dia Yang Maha Suci berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah " . (QS Al-Jin :18).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-5634858211003157893?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/5634858211003157893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/10/masjid-masjid-terindah-didunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/5634858211003157893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/5634858211003157893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/10/masjid-masjid-terindah-didunia.html' title='Masjid-Masjid Terindah DiDunia'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/Sth5Pi_LxbI/AAAAAAAAAeg/ogmIdGHbO5c/s72-c/mekkah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-655418164838649931</id><published>2009-10-13T16:19:00.004+07:00</published><updated>2009-10-13T16:47:51.730+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buletin Mingguan'/><title type='text'>KETIKA SUNNAH DIANGGAP BENCANA</title><content type='html'>&lt;img src="http://www.muslimdaily.net/berita/jenggot-kita.gif" height="150" width="150" /&gt;HARI-HARI ini jenggot menjadi bahan kriteria razia baru. Meski belum pernah kena razia namun nampaknya boleh saja kita jaga-jaga. Siapa tahu jenggot yang cuma seukuran jagung ini bikin masalah dengan diri kita karena ulah para thogut dan ahli bid`ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setalah dibeberapa tempat terjadi peledakan Bom baik itu di Hotel , Cafe , maupun Gedung-gedung yang notabenya sarang maksiat mulai ketar-ketir. Mereka ketakutan kalau di lingkungannya terdapat para tersangka teroris. Maka mereka pun mulai aktif melakukan banyak hal, di antara saling pasang mata dan pasang telinga. Para pendatang baru target penyelidikan, akankah mereka memiliki ciri-ciri seperti yang dibilang polisi selama ini. Berpeci, berjubah, berjenggot, berjilbab dan bercadar padahal ciri-ciri tersebut merupakan Sunnah RAsulullah bahkan bisa dikatagorikan wajib karena menjadi ciri khas umat islam ini yang membedakanya dengan kaum kuffar yang lain. Dalam rilisnya, sebuah LSM bahkan menyebutkan bahwa bisnis herbal thibbun nabawi, penerbitan buku islam, dan pesantren juga termasuk yang harus diawasi. Karena mereka bisa jadi menjadi soko guru terorisme nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                          Tidak cukup itu, seorang pengamat terorisme yang konon juga dosen dalam sekolah intelijen menyebutkan, yayasan islam, baitul mal, lembaga zakat juga patut diwaspadai sebagai wahana pengumpul duit umat untuk membiayai aksi peledakan. Wow! Luar biasa sekali efeknya, sampai kemana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                         Seorang teman penyiar radio, sedang mencoba bisnis baru. Di rumah istrinya, ia termasuk warga yang baru. Bisnis barunya ini membutuhkan wahana persemaian berupa drum bekas bensin. Karena dia ke mana-mana memakai peci dan berjanggut, maka dia menjadi orang yang tertuduh di kampungnya. Masyarakat tiba-tiba menjadi pintar menghubung-hubungkan seolah wartawan media massa televisi yang asal hubung itu. Unsur-unsur penguat dikumpulkan kemudian dihubung-hubungkan sekenanya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, dia aktif ke mesjid. Seperti diketahui pelaku pemboman, konon kata media massa adalah remaja masjid.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, dia suka memakai peci dan berjanggut. Unsur kedua ini juga sama dengan para buronan yang katanya anak buahnya Noor Din M Top.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;, dia orang baru, kata para aparat orang baru harus diawasi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;, yang paling dahsyat, dia membeli drum gede.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                 Tidaklah wajar seseorang memberi drum gede di kampung itu. Lengkap sudah data-data yang dikumpulkan dan akhirnya masyarakat melaporkan ke polisi. Begitulah yang terjadi, padahal dia sama sekali tak ada kaitannya dengan terorisme. Dia hanya ingin berbudi daya jamur, dan tong besar itu sebagai wahana persemaiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                    Di belahan bumi lainnya, ada sebuah cerita yang lebih unik. Seorang suami dan istri yang berjubah dan berjilbab besar bercadar memasuki sebuah mall. Sang suami membawa ransel di punggungnya. Kontan saja banyak pengunjung yang menaruh curiga. Berpuluh-puluh pasang mata melihatnya. Seolah tersangka baru yang sedang melenggang di catwalk bak artis Hollywod. Tapi mereka cuek cuek saja, toh mereka hanya ingin melihat pameran komputer saja"Emang gue pikirin"&lt;span style="font-weight: bold;font-size:78%;" &gt;kata pasangan tersebut&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Di bandara, seorang teman juga diperlakukan berbeda. Semua penumpang melenggang kangkung tanpa ada pemeriksaan berlebihan. Sementara temen saya ini harus diperiksa berlapis-lapis. Tubuhnya diraba-raba. Hanya karena jenggotnya terlalu panjang hingga ke dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                      Disebuah pusat pertokohan Handpone terbesar di Surabaya, sepasang suami yang berjenggot dan istri yang bercadar memasuki pertokohan tersebut,wuuuuiiiiiih tidak sedikit yang menjauh bahkan langsung keluar dari tempat tersebut karena dikhawatirkan jaringan teroris yang akan meledakan Bom karena baru seminggu terjadi pengeboman di jakarta.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;                      Dan tidak kalah serunya , penulis sendiri perna mengalami kejadian serupa dengan memiliki ciri-ciri berjenggot meski tidak terlalu lebat , karena dibarengi dengan celana yang cingkrang membuat para satpam tak ubahnya menjadi lebah yang selalu mengikuti ratunya kemanapun ratu tersebut pergi.&lt;br /&gt;                      &lt;br /&gt;                          Fenomena ini jelas membuat kita tertawa. Kenapa menjadi sedemikian massivenya. Kenapa atribut luar menjadi sedemikian mudah tervonis. Apakah jubah, jenggot dan segala asesorisnya selalu identik dengan pelaku peledakan? Logika awam saja bisa menjawab, kalau cctv yang ada di dua hotel itu tidak pernah menunjukkan bahwa pelaku berpakaian ala timur tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                     Apakah ini ada nuansa anti timur tengah? Menolak segala yang berbau budaya arab. Menolak pakaian ala mereka dan memberi stigma seolah yang berasal dari Arab adalah kumuh dan terkait dengan terorisme. Sebaliknya, masyarakat dihasung untuk lebih suka memakai pakaian mini dan seksi sebagai ikon budaya barat yang disanjung dan dipuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                Kalau memang orang ingin melakukan peledakan, tidak mungkin mereka akan mengenakan cadar dan jubah panjang. Persis seperti seorang intel polisi yang sedang bertugas. Ia tidak akan mungkin mengenakan baju seragam kebesarannya. Tetapi kenapa logika ini justru malah tidak terpakai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                         Inilah fenomena yang membuat kita mengelus dada. Apa yang sedang terjadi sekarang justru tidak menambah kita yakin terorisme bisa tertumpas. Malah melebar menjadi perang budaya yang tidak ada manfaatnya. Memakai jubah, cadar dan berjenggot bukanlah kesalahan sebagaimana orang membawa bom atau senjata tajam. Tapi itu merupakan identitas seseorang saja, yang ingin lebih dekat dengan sunah rasulnya. Sebagaimana para pemuja barat yang mengenakan baju terbuka auratnya, sebagai tanda ingin dekat dengan artis yang mereka puja. So, jangan berlebihan melihat masalah, umat islam ini ingin sebuah ketenangan, bukan malah teror dalam wujud yang berbeda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-655418164838649931?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/655418164838649931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/10/ketika-sunnah-dianggap-bencana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/655418164838649931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/655418164838649931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/10/ketika-sunnah-dianggap-bencana.html' title='KETIKA SUNNAH DIANGGAP BENCANA'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-5238219759769481346</id><published>2009-10-01T13:15:00.001+07:00</published><updated>2009-10-01T13:18:38.694+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat'/><title type='text'>Ketika Bencana Tiada Henti mengakhiri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SsRJima_ldI/AAAAAAAAAbw/BslG54cNoE4/s1600-h/gempa+bumi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 264px; height: 188px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SsRJima_ldI/AAAAAAAAAbw/BslG54cNoE4/s320/gempa+bumi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387511913020102098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;sekitar 100-200 korban tewas, 500 bangunan rusak atau hancur. Ada sekitar seratus orang lagi yang masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan, baik yang ada di sekolah maupun di bawah reruntuhan sejumlah gedung itu. Data utu diperoleh BNPB berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) daerah Padang.&lt;br /&gt;Ribuan warga Kota Padang masih terjebak di antara reruntuhan gedung, rumah, hingga pertokoan yang rubuh akibat gempa itu.Data yang diperoleh pada pukul 02.00 WIB itu, diperkirakan akan terus bertambah mengingat ratusan orang masih belum diketahui nasibnya karena tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.&lt;br /&gt;Mengutip lirik lagu dari salah satu grup musik di indonesia"Apa salahku?apa salah ibuku?hidupku dirundung pilu?" dan sedikit bait dari Ebit G Ade "....mengapa ditanahku terjadi bencana?mungkin alam telah bosan ? melihat tinggah kita yang selalu salah dan bangga tentang dosa-dosa.."&lt;br /&gt;Tentu kita teringat tentang cerita dijaman ke kholifahan Abu Bakar As-Siddiq dimana saat itu terjadi gempa bumi disalah satu wilayahnya maka di langsung datang ketempat kejadian,akan tetapi bukan berapa jumlah harta benda yang hilang dan bukan pula berapa jumlah orang yang meninggal akan tetapi,beliau katakan:&lt;br /&gt;"Dosa apa yang kalian lakukan...?&lt;br /&gt;maksiat apa yang kalian biarkan...?&lt;br /&gt;sehingga bala bencana menimpa kalian...?"&lt;br /&gt;Dan sekarang coba kita tanyakan pada diri kita masing-masing&lt;br /&gt;1.Adakah dosa-dosa yang kita lakukan?&lt;br /&gt;2.Adakah maksiat yang kita biarkan tanpa kita berusaha mencegahnya?&lt;br /&gt;Cobalah tengok lingkungan kita&lt;br /&gt;Berapa persen jumlah muslimah yang menutup auratnya..?&lt;br /&gt;Berapa baris jumlah shof yang ada didalam masjid sekitar kita terus coba bandingkan dengan banyaknya orang yang hadir di acara konser-konser musik?&lt;br /&gt;Sudah adilkah pemimpin-pemimpin&lt;br /&gt;Sedang mereka itu saudara-saudara kita sendiri,atau bahkan diri kita sendiri,lalu pantaskah jika Allah Swt menimpahkan berbagai adzab dari langit.&lt;br /&gt;Tidak cukupkah pelajaran yang kita ambil dari musibah Stunami di Aceh?&lt;br /&gt;Tidak cukupkah pelajaran yang kita petik dari musibah di Situ gintung?&lt;br /&gt;tidak cukupkah pelajaran yang menjadikan kita lebih mendekatkan diri kepada allah Swt atas gempa di Padang?&lt;br /&gt;Kurang banyakah jumlah korban diantara mereka ,ataukah adzab itu harus menimpah kita terlebih dahulu sehingga kita akan tersadar dari banyaknya maksiat yang kita lakukan?&lt;br /&gt;Tentunya ayat Al-Qur an ini dapat menjadi pengingat diantara kita&lt;br /&gt;“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). ” (Asy-Syura: 30)&lt;br /&gt;“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (Ar-Rum: 41)&lt;br /&gt;“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari ni’mat-ni’mat Allah. karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” (An-Nahl: 112)&lt;br /&gt;Umar bin al-Khaththab menulis surat kepada panglima Sa’ad bin Abi Waqqash di Irak, “Janganlah kalian mengatakan, ‘Sesungguhnya musuh kita lebih jahat daripada kita sehingga tak mungkin mereka mengalahkan dan menguasai kita. Sebab terkadang suatu kaum dikuasai oleh kaum yang lebih jahat dari mereka sebagaimana kaum Bani Israil dikuasai oleh orang-orang kafir Majusi, disebabkan oleh perbuatan maksiat mereka. Maka, mohonlah pertolongan kepada Allah atas diri kalian, sebagaimana mohon pertolongan atas musuh-musuh kalian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-5238219759769481346?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/5238219759769481346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/10/ketika-bencana-tiada-henti-mengakhiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/5238219759769481346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/5238219759769481346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/10/ketika-bencana-tiada-henti-mengakhiri.html' title='Ketika Bencana Tiada Henti mengakhiri'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SsRJima_ldI/AAAAAAAAAbw/BslG54cNoE4/s72-c/gempa+bumi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-7365497518114228974</id><published>2009-10-01T08:38:00.003+07:00</published><updated>2009-10-01T09:31:46.986+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Lokal'/><title type='text'>Lagi,Jenazah Noerdien M Top Diragukan Kebenaranya..?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SsQUgk9BODI/AAAAAAAAAbo/Hjb9MSdXiU0/s1600-h/161173.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 250px; height: 155px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SsQUgk9BODI/AAAAAAAAAbo/Hjb9MSdXiU0/s320/161173.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387453604149934130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                       Lagi-lagi sebagaimana yang telah diprediksi penulis akan kebohongan isi laptop yang ditemukan saat penggerebekan  di Solo dipostingan &lt;a href="http://jundullah-online.blogspot.com/2009/09/polisi-beberkan-isi-laptop-noerdien-m.html"&gt;ini.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                       Jakarta, Rabu (30/9) - Keraguan masyarakat akan kebenaran jenazah teroris yang tewas di Solo adalah Noordin M Top mulai muncul. Untuk menjawab keraguan itu, PKS pun menyarankan akan segera dibentuk Tim Pencari Fakta (TPF) independen untuk mengecek jenazah Noordin.&lt;br /&gt;                      Kalau memang valid keluarga Noordin ragu dengan ciri-ciri teroris di Solo itu, saya usulkan dibentuknya tim pencari fakta yang independen untuk mengumpulkan fakta-fakta di lapangang untuk mengusut kebenaran jenazah siapa itu," ujar Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi PKS,Jakarta, .&lt;br /&gt;                     Menurutnya, bila memang keluarga Noordin di Malaysia merasa ragu dengan ciri-ciri yang disampaikan Polri, maka sebaiknya keluarga menolak saja. Dan kalau itu terjadi, maka hal itu merupakan bagian dari rekayasa besar yang dilakukan kepolisian Indonesia."Ini adalah bentuk rekayasa Polri.&lt;br /&gt;                    Masak kalau itu bukan Noordin harus diakui keluarga itu Noordin? Sebab kalau begitu akan banyak informasi yang disampaikan kepada presiden menyesatkan. Kalau semua informasi rekaysa seperti ini kan Indonesia juga yang rugi," katanya.&lt;br /&gt;                        Sebelumnya, Direktur Pusat Studi Intelijen dan Kemanan Nasional (SIKNAL) Dynno Creesbon menyatakan, ciri-ciri yang disampaikan Polri berbeda jauh dengan yang dimiliki dan pengakuan kerabat Noordin. Ia mengatakan, gembong teroris asal Malaysia itu memiliki bekas luka di alis mata kiri.Selain itu, gigi ginsul, mata agak terbeliak (melotot), kedua alisnya terangkat, tidak memiliki bulu tangan dan ada bekas luka di pinggul kiri," katanya mengutip pernyataan mantan ajudan Noordin yang tidak ingin disebutkan namanya.&lt;br /&gt;                        Sedangkan ciri-ciri lainnya, atau berdasarkan kebiasaan sehari-hari, lanjutnya, Noordin selalu dikawal 4 ajudan. Dalam perpindahannya ke berbagai tempat, Noordin selalu disiagakan sedikitnya 4 kendaraan roda dua,Serta selalu menggunakan rompi bom, dan tidak pernah menggunakan HP serta tidak pernah menggunakan laptop. Noordin juga tidak pernah bersembunyi dengan DPO polisi," tuturnya.&lt;br /&gt;                        Menurut Direktur Pusat Studi Intelijen dan Kemanan Nasional (SIKNAL) Dynno Chressbon ciri-ciri yang meragukanlainnya adalah berdasarkan kebiasaan sehari-hari, Dynno melanjutkan, Noordin selalu dikawal 4 ajudan. Dalam perpindahannya ke berbagai tempat, Noordin selalu disiagakan sedikitnya 4 kendaraan roda dua.&lt;br /&gt;                         Dan yang pebih parah lagi diberitakan bahwa "dubur dari Noerdien M Top rusak akibat sodomi",sebagaimana yang telah diberitakan dari sumbar yang dapat dipercaya Jakarta,Rabu (30/9) - Jenazah teroris yang tewas di Solo banyak diragukan kebenarannya bahwa itu adalah Noordin M Top. Kali ini, Tim dari Universitas Indonesia (UI) menemukan kejanggalan dalam jasad teroris yang dinyatakan Polri sebagai Noordin M Top itu.&lt;br /&gt;Kejanggalan itu, menurut ahli forensik RSCM dr Mun'im Idris berupa bentuk corong di dubur jenazah teroris asal Malaysia itu. "Ada kelainan berbentuk corong di duburnya, seperti orang yang biasa disodomi. Kemungkinan Noordin itu biseksual,".&lt;br /&gt;                          Sungguh ane fenomena ini entah karena fihak kaporli ingin menjelek-jelekan dengan menfitnah jenazah tersebut seorang homoseksual.akan tetapi justru hal ini memberikan batu sandungan sendiri bagi porli untuk membuktikan keaslian apakah benar itu jenazah Noerdien M Top atau bukan..?&lt;br /&gt;Teramat bodoh dan konyol jika langkah itu diambil guna menfitnah jenazah" Noerdien M Top"                     &lt;br /&gt;                         karena mana mungkin mereka yang senantiasa menjaga aqidahnya bahkan sampai rela meledakan dirinya sendiri demi tercapainya tujuan dari agama mereka akan tetapi justru mereka melakukan dosa besar yang sangat dilarang didalam ajaran yang mereka anut,tentu hal ini sangat bertolak belakang .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        Mungkin jika hal ini terbukti bahwa jenazah itu bukan Noerdien M Top,tentunya akan menjadi berita kebohongan terbesar abad ini dan yang akan menjadi kambing hitam kurus plus sakit-sakitan ini adalah&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; kaporli&lt;/span&gt; .&lt;br /&gt;                        Dan tampaklah kebobrokan kaporli selama ini dalam menangani kasus terorismemeski telah menelan dana yang begitu banyak.&lt;br /&gt;                        Serta mungkin muka mereka(kaporli) akan ditaruh di tempat sampah pun tidak layaak karena kebodohanya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-7365497518114228974?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/7365497518114228974/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/10/lagijenazah-noerdien-m-top-diragukan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/7365497518114228974'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/7365497518114228974'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/10/lagijenazah-noerdien-m-top-diragukan.html' title='Lagi,Jenazah Noerdien M Top Diragukan Kebenaranya..?'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SsQUgk9BODI/AAAAAAAAAbo/Hjb9MSdXiU0/s72-c/161173.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-4086567062156226485</id><published>2009-09-30T13:15:00.003+07:00</published><updated>2009-09-30T13:27:58.811+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Lokal'/><title type='text'>Polisi tangkapi istri para "Teroris"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SsL6UUONRFI/AAAAAAAAAbg/t4lgMsQpe7c/s1600-h/hagdadu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 247px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SsL6UUONRFI/AAAAAAAAAbg/t4lgMsQpe7c/s320/hagdadu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387143331221161042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                          Sungguh disayangkan bangsa yang dengan tegas menyatakan berasaskan domokrasi dan menjaga HAM masih banyak terdapat tindakan-tindakan diskriminatif atau  ketidak adilan dan parahnya hal itu dilakukan oleh suatu badan hukum(kaporli).&lt;br /&gt;                        Coba kita tengok kebelakang bahkan saat ini juga mereka para istri maupun keluarga dekat tersangka koruptor tidak perna dikait-kaitkan dengan dakwahan ikut menikmati harta korupsi(maling) padahal mereka ikut menikmati segala kelebihan dan kemewahan yang di peroleh dari hasil haram tersebut...!!!.&lt;br /&gt;                          Tapi mengapa hal ini bertolak belakang 180 derajat saat menangani kasus-kasus terorisme yang justru kebanyakan para istri mereka tidak tau menau kegiatan suaminya dijadikan tersangka pula karena dia menjadi seorang istri yang diduga menjadi istri dari para teroris,inikah keadilan yang dimaksud dalam pancasila sila yang kedua"Kemanusiaan yang adil dan beradab".&lt;br /&gt;                        Apakah itu keadilan yang dimaksud ketika seorang istri yang terbukti menikmati hasil suaminya dari hasil korupsi masih terduduk santai didalam rumahnya dengan ruangan yang ber AC sedang mereka istri para "teroris" yang tidak tau menau kegiatan suaminya ataupun mereka mengetahuinya tapi ketidak berdayaan mereka sebagai istri malah di ikutkan menjadi tersangka dalam kasus suaminya dan dipenjarakan...?&lt;br /&gt;                        Apakah itu keberadaban namanya jika seorang yang justru dijadikan panutan dalam hukum malah memberikan contoh yang keji dalam menyikapi dan melaksanakan keadilan...?&lt;br /&gt;                     Di Cilacap &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Arina Rochmah&lt;/span&gt; ditahan berdasarkan undang-undang anti-terorisme Indonesia,padahal dia mengenal suaminya dengan nama lain dan mengira bahwa ia adalah seorang guru.Wanita berusia 25 tahun tersebut ditahan polisi anti teror bersama dua orang anaknya.&lt;br /&gt;                     &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ariana&lt;/span&gt; yang juga istri dari Noerdien M Top juga perna ditahan bersama ibunya, Dwi Astuti dan dua anaknya,karena diduga ikut dalam kegiatan terorisme" Haula dan Daud.Menurut BHD seenaknya berkata"hal ini dilakukan evaluasi dari hasil penyelidikan untuk menentukan status Arina. "Apakah perlu kita lakukan penahanan. Apakah yang bersangkutan karena punya putra dua tetap perlu perlindungan saksi, atau tidak diserahkan kepada keluarga, tapi di bawah perlindungan saksi," paparnya.&lt;br /&gt;                    Dan lagi Markas Besar Polri menetapkan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Putri Munawaroh&lt;/span&gt; dan dua orang lain yang ditangkap terkait penggerebekan Solo 17 September 2009 sebagai tersangka. Ketiganya diduga telah berperan dalam &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menyembunyikan buronan kasus teroris.&lt;/span&gt;Dan "Sudah ditetapkan," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia, Inspektur Jendral Polisi Nanan Soekarna, ketika dihubungi, Kamis (24/9).&lt;br /&gt;                       Inikah kelakuan bangsa yang mengatasnamakan negara hukum...?&lt;br /&gt;Wahai para penguasa,hukum mana yang anda gunakan sehingga ketidak adilan terlihat jelas oleh rakyatmu sendiri...?&lt;br /&gt;Wahai penegak hukum,inikah contoh keadilan hukum yang kalian berikan kepada bangsamu...?&lt;br /&gt;Dan wahai rakyat bangsa indonesia,haruskah anda terdiam dan termenung melihat kedholiman atas ketidak adilan ini,haruskah menunggu diri andah atau bahkan keluarga anda sendiri yang menjadi korban dari kebobrokan hukum di negri ini...?&lt;br /&gt;Sudah butakah mata anda melihat kejadian ini atau sudah tulikah telingan anda mendengar berita ini...?&lt;br /&gt;Dimana organisasi HAM yang katanya menjaga setiap hak-hak manusia tapi ketika ada didepan mereka penindasan terhadap HAM...?&lt;br /&gt;Dimana komisi perlindungan perempuan disaat para wanita yang tidak bersalah harus mananggung kesalahan suaminya...?&lt;br /&gt;Disaat Artis &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;manohar&lt;/span&gt;a terdholimi berebutan organisasi-organisasi menolongnya tanpa diminta tapi kenapa ketika istri-istri para tertuduh teroris terdholimi kalian terdiam bagai batu....&lt;br /&gt;Apakah mereka bukan perempuan indonesia juga..?&lt;br /&gt;Tanyakan pada diri anda masing-masing..!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-4086567062156226485?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/4086567062156226485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/09/polisi-tangkapi-istri-para-teroris.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/4086567062156226485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/4086567062156226485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/09/polisi-tangkapi-istri-para-teroris.html' title='Polisi tangkapi istri para &quot;Teroris&quot;'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SsL6UUONRFI/AAAAAAAAAbg/t4lgMsQpe7c/s72-c/hagdadu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-4844414505713489458</id><published>2009-09-30T10:58:00.001+07:00</published><updated>2009-09-30T11:00:46.705+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Lokal'/><title type='text'>Polisi beberkan isi laptop Noerdien M Top...???</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SsLX4WzmdII/AAAAAAAAAbY/hw7YUB-9Eeo/s1600-h/mabes01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 206px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SsLX4WzmdII/AAAAAAAAAbY/hw7YUB-9Eeo/s320/mabes01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387105467483190402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selasa malam 29-09-2009 disalah satu Stasion TV indonesia di ditayangkan sekelumit isi dari Hardisk yang diakuinya berasal dari data-data lapotp milik salah seorang yang diduga kaporli sebagai "teroris" yang saat ini belum bisa dibuktikan kebenaranya tentang siapa sebenarnya para teroris tersebut.&lt;br /&gt;Disitu dilihatkan bagaimana orang yang diduga Di dalam video tersebut terdapat kegiatan pelaku "bom bunuh diri?", Dani Dwi Laksana dan Nana Maulana sebelum peledakan,mulai dari lari-lari pagi atau sekedar duduk-duduk untuk berwawancara yang juga diakui oleh porli itu adalah dialog mengenai perencanaan pengeboman gedung hotel Marriott-Ritz Carlton sebagai sasarannya.&lt;br /&gt;Pertanyaanya mengapa kaporli hanya membeberkan tentang vidio itu saja padahal waktu yang telah digunakan sudah sekian lama...???&lt;br /&gt;Apakah memang kaporli tidak sanggup melakukan identivikasi isi laptop tersebut?&lt;br /&gt;Apakah memang kaporli sengaja mengarahkan masyarakat ke arah kebencian terhadap mereka karena sampai saat ini mereka belum bisa menangkap hidup-hidup para orang yang diduga"teroris" untuk diadili...???&lt;br /&gt;Apakah justru laptop itu milik dari kaporli sendiri yang sengaja ditaruh didalam rumah saat penggerebekan itu untuk memojokan mereka...???&lt;br /&gt;Ataukah Kaporli sudah mendapatkan laptop itu jauh sebelum penggerebekan terjadi...?&lt;br /&gt;Tentu pertanyaan bukan berdasar pada pola pemikiran penulis sendiri yang membela mereka tapi melainkan terdapat beberapa kejanggalan yang dinilai penulis sangat tidak masuk akal,diantaranya :&lt;br /&gt;1.Noerdien bukanlah orang yang bodoh dan ceroboh melainkan dia orangnya sangat teliti dan berhati-hati,tidak mungkin dia dengan sangat bodohnya menyimpan file-file pentingnya didalam laptop karena tentu dia akan memikirkan seandainya polisi menangkap dia sewaktu-waktu sedang dia membawa laptopnya tentunya akan terbongkar semua agenda-agenda didalam organisasinya.&lt;br /&gt;padahal sudah sering dikatakan oleh pihak kepolisisan diantara sebab-sebab susahnya Noerdien M Top ditangkap adalah dia tidak memakai handpone dalam setiap penyampaian beritanya melainkan lewat kurir karena hal itu akan mudah dilacak oleh fihak kepolisian.&lt;br /&gt;Terus kenapa Noerdien sebegitu bodohnya menyimpan laptop yang berisikan data-data pentingnya didalam rumah itu dan jika dia bergerak di dunia maya/internet dengan memakai laptop,tentu bukan hal yang sulit pihak polisi melacak IP laptop tersebut karena biasanya untuk menghilangkan jejak mereka berinteraksi lewat warnet-warnet yang selalu berganti-ganti nomer IP nya sehingga menjadi batu sandungan bagi pelacakan.&lt;br /&gt;2.Bukankah saat itu terjadi peledakan saat penggerebekan dirumah itu,bagaimana laptop itu masih utuh bahkan isi hardisk itu masih dibuka.&lt;br /&gt;memang bisa saja hal itu dikarenakan laptopnya terdapat ditempat yang aman sehingga tidak ikut hancur saat peledakan tapi tentunya dugaan diatas juga tidak bisa dianggap angan-angan yang kosong melihat kejadian saat itu penuh dengan ledakan dan tembakan dari kedua pihak.&lt;br /&gt;3.Kenapa saat penggerebakan sangat berbeda dengan saat kejadian di temanggung yang diperbolehkanya peliputan secara bebas kajadian saat itu oleh salah satu stasion TV bahkan pembawa acaranyapun diajak mendekat kelokasi kejadian,terus kenapa saat penggerebekan Noerdien tidak di ijinkan satupun mendekat ke lokasi kejadian bahkan seorang wartawanpun apalagi masyarakat di ungsikan jauh dari lokasi kejadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanyakan hal ini pada diri anda,teliti dan berfikir secara sehat masuk akalkah apa yang di utarakan kaporli atau hanya permainan saja guna menyenangkan hati para penguasa...???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-4844414505713489458?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/4844414505713489458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/09/polisi-beberkan-isi-laptop-noerdien-m.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/4844414505713489458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/4844414505713489458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/09/polisi-beberkan-isi-laptop-noerdien-m.html' title='Polisi beberkan isi laptop Noerdien M Top...???'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SsLX4WzmdII/AAAAAAAAAbY/hw7YUB-9Eeo/s72-c/mabes01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-6436801228734213481</id><published>2009-09-25T09:11:00.002+07:00</published><updated>2009-09-25T09:31:18.490+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AHKAM'/><title type='text'>Kemungkaran di Hari Raya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SrwrLvtClSI/AAAAAAAAAbQ/wPLe_mE1JBU/s1600-h/hand+copy.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 226px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SrwrLvtClSI/AAAAAAAAAbQ/wPLe_mE1JBU/s320/hand+copy.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5385226735212205346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Ketahuilah wahai saudaraku muslim -semoga Allah memberi taufik kepadaku dan kepadamu- sesungguhnya kebahagiaan yang ada pada hari-hari raya kadang-kadang membuat manusia lupa atau sengaja melupakan perkara-perkara agama mereka dan hukum-hukum yang ada dalam Islam. Sehingga engkau melihat mereka banyak berbuat kemaksiatan dan kemungkaran-kemungkaran dalam keadaan mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat sebaik-baiknya !! Semua inilah yang mendorongku untuk menambahkan pembahasan yang bermanfaat ini dalam tulisanku, agar menjadi peringatan bagi kaum muslimin dari perkara yang mereka lupakan dan mengingatkan mereka atas apa yang mereka telah lalai darinya[1].&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-1077"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diantara Kemungkaran Itu Adalah :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pertama&lt;/strong&gt; : Berhias Dengan Mencukur Jenggot.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perkara ini banyak dilakukan manusia. Padahal mencukur jenggot merupakan perbuatan yang diharamkan dalam agama Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana ditunjukkan dalam hadits-hadits yang shahih yang berisi perintah untuk memanjangkan jenggot agar tidak tasyabbuh (menyerupai) orang-orang kafir yang kita diperintah untuk menyelisihi mereka. Selain berkaitan dengan hal itu, memanjangkan jenggot termasuk fithrah (bagi laki-laki) yang tidak boleh kita rubah. Dalil-dalil tentang keharaman mencukur jenggot terdapat dalam kitab-kitab Imam Madzhab yang empat[2] yang telah dikenal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kedua&lt;/strong&gt; : Berjabat Tangan Dengan Wanita Yang Bukan Mahram.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini merupakan bencana yang banyak menimpa kaum muslimin, tidak ada yang selamat darinya kecuali orang yang dirahmati Allah. Perbuatan ini haram berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Artinya : Seseorang ditusukkan jarum besi pada kepalanya adalah lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” [Hadits Shahih, Lihta takhrijnya secara panjang lebar dalam "Juz'u Ittiba' is Sunnah No. 15 oleh Adl-Dliya Al-Maqdisi -dengan tahqiqku]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keharaman perbuatan ini diterangkan juga dalam kitab-kitab empat Imam Madzhab yang terkenal [Lihat 'Syarhu An Nawawi ala Muslim 13/10, Hasyiyah Ibnu Abidin 5/235, Aridlah Al-Ahwadzi 7/95 dan Adlwau; Bayan 6/603]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ketiga&lt;/strong&gt; : Tasyabbuh (Meniru) Orang-Orang Kafir Dan Orang-Orang Barat Dalam Berpakaian Dan Mendengarkan Alat-Alat Musik Serta Perbuatan Mungkar Lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Artinya : Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka” [3]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Artinya : Benar-benar akan ada pada umatku beberapa kaum yang mereka menghalalkan zina, sutera (bagi laki-laki ,-pent), khamr dan alat-alat musik. Dan benar-benar akan turun beberapa kaum menuju kaki gunung untuk melepaskan gembalaan mereka sambil beristirahat, kemudian mereka didatangi seorang fasik untuk suatu keperluan. Kemudian mereka berkata : ‘Kembalilah kepada kami besok!’ Lalu Allah membinasakan dan menimpakan gunung itu pada mereka dan sebagian mereka dirubah oleh Allah menjadi kera-kera dan babi-bai hingg hari kiamat” [4]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Keempat&lt;/strong&gt; : Masuk Dan Bercengkerama Dengan Wanita-Wanita Yang Bukan Mahram.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini dilarang oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sabda beliau.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Artinya : Hati-hatilah kalian masuk untuk menemui para wanita”. Maka berkata salah seorang pria Anshar : “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang Al-Hamwu” Beliau berkata : “Al-Hamwu adalah maut” [Hadits Riwayat Bukhari 5232, Muslim 2172 dari 'Uqbah bin Amir]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Al- Allamah Az-Zamakhsyari berkata dalam menerangkan “Al-Hamwu”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Al-Hamwu bentuk jamaknya adalah Ahmaa’ adalah kerabat dekat suami seperti ayah[5], saudara laki-laki, pamannya dan selain mereka… Dan sabda beliau : “Al-Hamwu adalah maut” maknanya ia dikelilingi oleh kejelekan dan kerusakan yang telah mencapai puncaknya sehingga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyerupakannya dengan maut, karena hal itu merupakan sumber segala bencana dan kebinasaan. Yang demikian karena Al-Hamwu lebih berbahaya daripada orang lain yang tidak dikenal. Sebab kerabat dekat yang bukan mahram terkadang tidak ada kekhawatiran atasnya atau merasa aman terhadap mereka, lain halnya dengan orang yang bukan kerabat. Dan bisa jadi pernyataan “Al-Hamwu adalah mau” merupakan do’a kejelekan…” ["Al-Faiq fi Gharibil Hadits" 9 1/318, Lihat "An-Nihayah 1/448, Gharibul Hadits 3/351 dan Syarhus Sunnah 9/26,27]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kelima&lt;/strong&gt; : Wanita-Wanita Yang Bertabarruj (Berdandan Memamerkan Kecantikan) Kemudian Keluar Ke Pasar-Pasar Atau Tempat Lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini merupakan perbuatan yang diharamkan dalam syari’at Allah. Allah Ta’ala berfirman :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Artinya : Hendaklah mereka 9wanita-wanita) tinggal di rumah-rumah mereka dan jangan bertabarruj ala jahiliyah dulu dan hendaklah mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat” [Al-Ahzab : 33]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Artinya : Dua golongan manusia termasuk penduduk neraka yang belum pernah aku melihatnya : …….. dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggak-lenggok[6], kepala-kepala mereka bagaikan punuk-punuk unta[7]. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan bau surga. Padahal bau suurga dapat tercium dari perjalanan sekian dan sekian” [Hadits ini dikeluarkan oleh Muslim dalam "Shahihnya" 2128, 2856 dan 52, Ahmad 2/223 dan 236 dari Abu Hurairah]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Keenam&lt;/strong&gt; : Mengkhususkan Ziarah Kubur Pada Hari Raya : Membagi-bagikan manisan dan makanan di pekuburan, duduk di atas kuburan, bercampur baur antara pria dan wanita, bergurau dan meratapi orang-orang yang telah meninggal, dan kemungkaran-kemungkaran lainnya.[Lihat perincian yang lain tentang bid'ah yang dilakukan di kuburan dalam kitab "Ahkamul Janaiz" 258-267 oleh Syaikh kami Al-Albani Rahimahullah]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ketujuh&lt;/strong&gt; : Boros Dalam Membelanjakan Harta Yang Tidak Ada Manfaatnya Dan Tidak Ada Kebaikan Padanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah berfirman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Artinya : Janganlah kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” [Al-An'am : 141]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Artinya : Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat boros itu adalah saudaranya syaitan” [Al-Isra : 26-27]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Artinya : Tidak akan berpindah kedua kaki anak Adam pada hari kiamat dari sisi Rabb-nya hingga ditanya tentang … dan hartanya dari mana ia perolah dan ke mana ia infakkan” [8]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kedelapan&lt;/strong&gt; : Kebanyakan Manusia Meninggalkan Shalat Berjama’ah Di Masjid Tanpa Alasan Syar’i Atau Mengerjakan Shalat Ied Tetapi Tidak Shalat Lima Waktu. Demi Allah, Sesungguhnya Ini Adalah Salah Satu Bencana Yang Amat Besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kesembilan&lt;/strong&gt; : Berdatangannya Sebagian Besar Orang-Orang Awam Ke Kuburan Setelah Fajar Hari Raya ; Mereka meninggalkan shalat Ied, dirancukan dengan bid’ah mengkhususkan ziarah kubur pada hari raya. [Al-Madkhal 1/286 oleh Ibnu Hajj, Al-Ibda hal.135 oleh Ali Mahfudh dan Sunnanul Iedain hal.39 oleh Al-Syauqani]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagian mereka meletakkan pada kuburan itu pelepah kurma[9] dan ranting-ranting pohon !!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semua ini tidak ada asalnya dalam sunnah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kesepuluh&lt;/strong&gt; : Tidak Adanya Kasih Sayang Terhadap Fakir Miskin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sehingga anak-anak orang kaya memperlihatkan kebahagiaan dan kegembiraan dengan bebagai jenis makanan yang mereka pamerkan di hadapan orang-orang fakir dan anak-anak mereka tanpa perasaan kasihan atau keinginan untuk membantu dan merasa bertanggung jawab. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Artinya : Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya” [Hadits Riwayat Bukhari 13 dan Muslim 45, An-Nasa'i 8/115 dan Al-Baghawi 3474 meriwayatkan dengan tambahan ; "dari kebaikan" dan isnadnya Shahih]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kesebelas&lt;/strong&gt; : Bid’ah-bid’ah yang dilakukan oleh kebanyakan orang yang dianggap syaikh dengan pengakuan bertaqqarub kepada Allah Ta’ala, padahal tidak ada asalnya sama sekali dalam agama Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bid’ah itu banyak sekali[10]. Aku hanya menyebutkan satu saja di antaranya, yaitu kebanyakan para khatib dan pemberi nasehat menyerukan untuk menghidupkan malam hari Id (dengan ibadah) dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Tidak hanya sebatas itu yang mereka perbuat, bahkan mereka menyandarkan hadits palsu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu hadits yang berbunyi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Artinya : Barangsiapa yang menghidupkan malam Idul Fithri dan Idul Adha maka hatinya tidak akan mati pada hari yang semua hati akan mati” [Hadits ini palsu (maudlu'), diterangkan oleh ustazd kami Al-Albani dalam "Silsilah Al-Ahadits Adl-Dlaifah" 520-521]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadits ini tidak boleh sama sekali disandarkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[Disalin dari Kitab Ahkaamu Al-Iidaini Fii Al-Sunnah Al-Muthahharah, edisi Indonesia Hari Raya Bersama Rasulullah, oleh Syaikh Ali Hasan bin Ali Abdul Hamid, Al-Atsari, terbitan Pustaka Al-Haura, penerjemah Ummu Ishaq Zulfa Husein]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note.&lt;br /&gt;[1]. Kemungkinan-kemungkinan yang disebutkan secara umum dilakukan pada waktu haru raya ataupun di luar hari raya, akan tetapi kemungkaran itu lebih besar dan bertambah dilakukan pada hari-hari raya.&lt;br /&gt;[2]. Lihat Fathul Bari 10/351, Al-Ikhtiyar Al-Ilmiyah 6, Al-Muhalla 2/220, Ghidza’ul Albab 1/376 dan selainnya. Al-Akh Syaikh Muhammad bin Ismail telah meneliti dalam kitabnya “Adillah Tahrim Halqil Lihyah” hadits-hadits yang ada dalam masalah ini, kemudian ia menyebutkan penjelasan ulama tentangnya, dan juga nukilan-nukilan dari kitab-kitab madzhab yang jadi sandaran. Lihatlah kitab yang berharga itu. dan lihat juga “Majallah Al-Azhar” 7/328. Aku telah menulis risalah berjudul “Hukum Ad-Dien Fil Lihyah wat tadkhin” -Alhamdulillah- Kitab itu telah dicetak beberapa kali.&lt;br /&gt;[3]. Hadits ini dikeluarkan oleh Ahmad 2/50 dan 92 dari Ibnu Umar dan isnadnya Hasan. Diriwayatkan oleh Ath-Thahawi dalam Musykil Al Atsar 1/88 dari Hassan bin Athiyah, Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbahan 1/129 dari Anas, meskipun ada pembicaraan padanya, tetapi dengan jalan-jalan tadi, hadits ini derajatnya Shahih, insya Allah.&lt;br /&gt;[4]. Hadits Riwayat Bukhari 5590 secara muallaq dan bersambung menurut Abu Daud 4039, Al-Baihaqi 10/221 dan selainnya. berkata Al-Hafidzh dalam Hadyu As-Sari 59 : Al-Hasan bin Sufyan menyambungnya dalam Musnadnya, dan Al-Isma’ili, Ath-Thabrani dalam Al-Kabir. Abu Nua’im dari empat jalan, dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya dan selain mereka. Aku katakan : Dalam hadits ini ada lafadh-lafadh yang asing, aku akan menjelaskannya dengan berurutan. [tidak di salin, -penyalin]&lt;br /&gt;[5]. Dia dikecualikan berdasarkan nash Al-Qur’anul Karim, lihat “Al-Mughni” 6/570&lt;br /&gt;[6]. Menyimpang dari taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan keharusan mereka untuk menjaga kemaluan, “An-Nihayah” 4/382&lt;br /&gt;[7]. Berkata Al-Qadli ‘Iyadh dalam Masyariqul Anwar 1/79 : Al-Bukht adalah unta yang gemuk yang memiliki dua punuk. Maknanya -wallahu a’lam- wanita-wanita itu menggelung rambut mereka hingga kelihatan besar dan tidak menundukkan pandangan mata mereka.&lt;br /&gt;[8]. Hadits Riwayat Tirmidzi 2416, Al-Khatib dalam Tarikh-nya 12/440 dari Ibnu Mas’ud, padanya ada kelemahan. Akan tetapi ada pendukungnya dari Abi Zur’ah di sisi Ad-Darimi Dzail Tarikh Baghdad 2/163. Dan dari Mu’adz di sisi Al-Khatib 11/441. Maka hadits ini Hasan.&lt;br /&gt;[9]. Lihat Ahkamul Jazaiz hal. 253, Ma’alimus Sunan 1/27 dan ta’liq Syaikh Ahmad Syakir atas Sunan Tirmidzi 1/103&lt;br /&gt;[10]. Lihat beberapa di antaranya dalam kitab A’yadul Islam 58 pasal Bida’ul Iedain&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-6436801228734213481?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/6436801228734213481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/09/kemungkaran-di-hari-raya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/6436801228734213481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/6436801228734213481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/09/kemungkaran-di-hari-raya.html' title='Kemungkaran di Hari Raya'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SrwrLvtClSI/AAAAAAAAAbQ/wPLe_mE1JBU/s72-c/hand+copy.png' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-2850072614129247066</id><published>2009-09-16T07:46:00.001+07:00</published><updated>2009-09-16T07:46:49.758+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatwa-Fatwa'/><title type='text'>Menikah atau Menuntut Ilmu?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Syeikh Robi’ bin Hadi Al-Madhkholi Hafizhohullah Ta’ala ditanya, “Mana yang  lebih utama apakah saya mendahulukan menuntut ilmu atau menikah? Padahal saya  tidak sanggup menahan diri untuk tidak menikah?”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-1042"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beliau menjawab, “Jika engkau sanggup bersabar dan menuntut ilmu, maka  tuntutlah ilmu. Maksudnya, belajarlah sebelum memimpin sebagaimana dikatakan  Umar rodhiyallahu ‘anhu. Sebagian orang, menikah menghalanginya dari menuntut  ilmu, apabila ia menikah ia meninggalkan ilmu dan mulai sibuk bekerja untuk  dirinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apabila dia sanggup menggabungkan di antara kedua mashlahah (menikah dan  menuntut ilmu) itu adalah baik. Adapun ia berpikir untuk pergi berbuat keji dan  berzina – demi Allah – menikah dan menjaga kesucian dirinya adalah lebih utama.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-2850072614129247066?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/2850072614129247066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/09/menikah-atau-menuntut-ilmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/2850072614129247066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/2850072614129247066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/09/menikah-atau-menuntut-ilmu.html' title='Menikah atau Menuntut Ilmu?'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-4673780230583985685</id><published>2009-09-16T07:43:00.000+07:00</published><updated>2009-09-16T07:44:38.214+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat'/><title type='text'>Air Mata Taubat</title><content type='html'>&lt;p&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk neraka  seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu [yang telah  diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya.” (HR. Tirmidzi [1633]).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-1051"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Ada tujuh golongan  yang akan dinaungi oleh Allah pada hari ketika tidak ada naungan kecuali  naungan-Nya; [1] seorang pemimpin yang adil, [2] seorang pemuda yang tumbuh  dalam [ketaatan] beribadah kepada Allah ta’ala, [3] seorang lelaki yang hatinya  bergantung di masjid, [4] dua orang yang saling mencintai karena Allah; mereka  berkumpul dan berpisah karena-Nya, [5] seorang lelaki yang diajak oleh seorang  perempuan kerkedudukan dan cantik [untuk berzina] akan tetapi dia mengatakan,  ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’, [6] seorang yang bersedekah secara  sembunyi-sumbunyi sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan  oleh tangan kanannya, dan [7] seorang yang mengingat Allah di kala sendirian  sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis).” (HR. Bukhari [629] dan  Muslim [1031]).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Ada dua buah mata  yang tidak akan tersentuh api neraka; mata yang menangis karena merasa takut  kepada Allah, dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan  kaum muslimin dalam [jihad] di jalan Allah.” (HR. Tirmidzi [1639], disahihkan  Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1338]).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada yang lebih dicintai  oleh Allah selain dua jenis tetesan air dan dua bekas [pada tubuh]; yaitu  tetesan air mata karena perasaan takut kepada Allah, dan tetesan darah yang  mengalir karena berjuang [berjihad] di jalan Allah. Adapun dua bekas itu adalah;  bekas/luka pada tubuh yang terjadi akibat bertempur di jalan Allah dan bekas  pada tubuh yang terjadi karena mengerjakan salah satu kewajiban yang diberikan  oleh Allah.” (HR. Tirmidzi [1669] disahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Sahih  Sunan at-Tirmidzi [1363])&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma mengatakan, “Sungguh, menangis karena  takut kepada Allah itu jauh lebih aku sukai daripada berinfak uang seribu  dinar!”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ka’ab bin al-Ahbar rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya mengalirnya air  mataku sehingga membasahi kedua pipiku karena takut kepada Allah itu lebih aku  sukai daripada aku berinfak emas yang besarnya seukuran tubuhku.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu mengatakan; suatu ketika Nabi shallallahu  ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku, “Bacakanlah al-Qur’an kepadaku.” Maka  kukatakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apakah saya bacakan al-Qur’an kepada  anda sementara al-Qur’an itu diturunkan kepada anda?”. Maka beliau menjawab,  “Sesungguhnya aku senang mendengarnya dibaca oleh selain diriku.” Maka akupun  mulai membacakan kepadanya surat an-Nisaa’. Sampai akhirnya ketika aku telah  sampai ayat ini (yang artinya), “Lalu bagaimanakah ketika Kami datangkan saksi  bagi setiap umat dan Kami jadikan engkau sebagai saksi atas mereka.” (QS.  an-Nisaa’ : 40). Maka beliau berkata, “Cukup, sampai di sini saja.” Lalu aku pun  menoleh kepada beliau dan ternyata kedua mata beliau mengalirkan air mata.” (HR.  Bukhari [4763] dan Muslim [800]).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Ubaidullah bin Umair rahimahullah, suatu saat dia pernah bertanya kepada  Aisyah radhiyallahu’anha, “Kabarkanlah kepada kami tentang sesuatu yang pernah  engkau lihat yang paling membuatmu kagum pada diri Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam?”. Maka ‘Asiyah pun terdiam lalu mengatakan, “Pada suatu  malam, beliau (nabi) berkata, ‘Wahai Aisyah, biarkanlah malam ini aku sendirian  untuk beribadah kepada Rabbku.’ Maka aku katakan, ‘Demi Allah, sesungguhnya saya  sangat senang dekat dengan anda. Namun saya juga merasa senang apa yang membuat  anda senang.’ Aisyah menceritakan, ‘Kemudian beliau bangkit lalu bersuci dan  kemudian mengerjakan shalat.’ Aisyah berkata, ‘Beliau terus menerus menangis  sampai-sampai basahlah bagian depan pakaian beliau!’. Aisyah mengatakan, ‘Ketika  beliau duduk [dalam shalat] maka beliau masih terus menangis sampai-sampai  jenggotnya pun basah oleh air mata!’. Aisyah melanjutkan, ‘Kemudian beliau terus  menangis sampai-sampai tanah [tempat beliau shalat] pun menjadi ikut basah  [karena tetesan air mata]!”. Lalu datanglah Bilal untuk mengumandangkan adzan  shalat (Subuh). Ketika dia melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  menangis, Bilal pun berkata, ‘Wahai Rasulullah, anda menangis? Padahal Allah  telah mengampuni dosa anda yang telah berlalu maupun yang akan datang?!’. Maka  Nabi pun menjawab, ‘Apakah aku tidak ingin menjadi hamba yang pandai bersyukur?!  Sesungguhnya tadi malam telah turun sebuah ayat kepadaku, sungguh celaka orang  yang tidak membacanya dan tidak merenungi kandungannya! Yaitu ayat (yang  artinya), “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi….dst sampai selesai”  (QS. Ali Imran : 190).” (HR. Ibnu Hiban [2/386] dan selainnya. Disahihkan Syaikh  al-Albani dalam Sahih at-Targhib [1468] dan ash-Shahihah [68]).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mu’adz radhiyallahu’anhu pun suatu ketika pernah menangis tersedu-sedu.  Kemudian ditanyakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?”. Maka beliau  menjawab, “Karena Allah ‘azza wa jalla hanya mencabut dua jenis nyawa. Yang satu  akan masuk surga dan satunya akan masuk ke dalam neraka. Sedangkan aku tidak  tahu akan termasuk golongan manakah aku di antara kedua golongan itu?”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;al-Hasan al-Bashri rahimahullah pun pernah menangis, dan ditanyakan  kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?”. Maka beliau menjawab, “Aku khawatir  besok Allah akan melemparkan diriku ke dalam neraka dan tidak memperdulikanku  lagi.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abu Musa al-Asya’ri radhiyallahu’anhu suatu ketika memberikan khutbah di  Bashrah, dan di dalam khutbahnya dia bercerita tentang neraka. Maka beliau pun  menangis sampai-sampai air matanya membasahi mimbar! Dan pada hari itu  orang-orang (yang mendengarkan) pun menangis dengan tangisan yang amat  dalam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Abu Hurairah radhiyallahu’anhu menangis pada saat sakitnya [menjelang ajal].  Maka ditanyakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?!”. Maka beliau  menjawab, “Aku bukan menangis gara-gara dunia kalian [yang akan kutinggalkan]  ini. Namun, aku menangis karena jauhnya perjalanan yang akan aku lalui sedangkan  bekalku teramat sedikit, sementara bisa jadi nanti sore aku harus mendaki jalan  ke surga atau neraka, dan aku tidak tahu akan ke manakah digiring diriku  nanti?”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suatu malam al-Hasan al-Bashri rahimahullah terbangun dari tidurnya lalu  menangis sampai-sampai tangisannya membuat segenap penghuni rumah kaget dan  terbangun. Maka mereka pun bertanya mengenai keadaan dirinya, dia menjawab, “Aku  teringat akan sebuah dosaku, maka aku pun menangis.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya [penyusun artikel] berkata: Kalau al-Hasan al-Bashri saja menangis  sedemikian keras karena satu dosa yang diperbuatnya, lalu bagaimanakah lagi  dengan orang yang mengingat bahwa jumlah dosanya tidak dapat lagi dihitung  dengan jari tangan dan jari kaki? Laa haula wa laa quwwata illa billah! Alangkah  jauhnya akhlak kita dibandingkan dengan akhlak para salafush shalih? Beginikah  seorang salafi, wahai saudaraku? Tidakkah dosamu membuatmu menangis dan  bertaubat kepada Rabbmu? “Apakah mereka tidak mau bertaubat kepada Allah dan  meminta ampunan kepada-Nya? Sementara Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.”  (lihat QS. al-Maa’idah : 74). Aina nahnu min haa’ulaa’i? Aina nahnu min akhlagis  salaf? Ya akhi, jadilah salafi sejati!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disarikan dari al-Buka’ min Khas-yatillah, asbabuhu wa mawani’uhu wa thuruq  tahshilihi, hal. 4-13 karya Abu Thariq Ihsan bin Muhammad bin ‘Ayish al-’Utaibi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-4673780230583985685?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/4673780230583985685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/09/air-mata-taubat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/4673780230583985685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/4673780230583985685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/09/air-mata-taubat.html' title='Air Mata Taubat'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-6976669434316308928</id><published>2009-09-16T07:35:00.000+07:00</published><updated>2009-09-16T07:42:51.516+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat'/><title type='text'>Perjalanan Menyambut Kematian</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Kematian&lt;/em&gt;, salah satu rahasia ilmu ghaib yang hanya diketahui oleh  Allah ta’ala. Allah telah menetapkan setiap jiwa pasti akan merasakannya.  Kematian tidak pandang bulu. Apabila sudah tiba saatnya, malaikat pencabut nyawa  akan segera menunaikan tugasnya. Dia tidak mau menerima pengunduran jadwal,  barang sedetik sekalipun. Karena bukanlah sifat malaikat seperti manusia, yang  zalim dan jahil.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-1048"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manusia tenggelam dalam seribu satu kesenangan dunia, sementara ia lalai  mempersiapkan diri menyambut akhiratnya. Berbeda dengan para malaikat yang  senantiasa patuh dan mengerjakan perintah Tuhannya. Duhai, tidakkah manusia  sadar. Seandainya dia tahu apa isi neraka saat ini juga pasti dia akan menangis,  menangis dan menangis. SubhanAllah, adakah orang yang tidak merasa takut dari  neraka. Sebuah tempat penuh siksa. Sebuah negeri kengerian dan jeritan  manusia-manusia durhaka. Neraka ada di hadapan kita, dengan apakah kita akan  membentengi diri darinya ? Apakah dengan menumpuk kesalahan dan dosa, hari demi  hari, malam demi malam, sehingga membuat hati semakin menjadi hitam legam ?  Apakah kita tidak ingat ketika itu kita berbuat dosa, lalu sesudahnya kita  melakukannya, kemudian sesudahnya kita melakukannya ? Sampai kapan engkau jera  ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sebab-sebab su’ul khatimah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudaraku seiman mudah -mudahan Allah memberikan taufik kepada Anda-  ketahuilah bahwa su’ul khatimah tidak akan terjadi pada diri orang yang shalih  secara lahir dan batin di hadapan Allah. Terhadap orang-orang yang jujur dalam  ucapan dan perbuatannya, tidak pernah terdengar cerita bahwa mereka su’ul  khotimah. Su’ul khotimah hanya terjadi pada orang yang rusak batinnya, rusak  keyakinannya, serta rusak amalan lahiriahnya; yakni terhadap orang-orang yang  nekat melakukan dosa-dosa besar dan berani melakukan perbuatan-perbuatan  maksiat. Kemungkinan semua dosa itu demikian mendominasi dirinya sehingga ia  meninggal saat melakukannya, sebelum sempat bertaubat dengan  sungguh-sungguh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perlu diketahui bahwa su’ul khotimah memiliki berbagai sebab yang banyak  jumlahnya. Di antaranya yang terpokok adalah sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Berbuat syirik kepada Allah ‘azza wa jalla. Pada hakikatnya syirik adalah  ketergantungan hati kepada selain Allah dalam bentuk rasa cinta, rasa takut,  pengharapan, do’a, tawakal, inabah (taubat) dan lain-lain.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berbuat bid’ah dalam melaksanakan agama. Bid’ah adalah menciptakan hal baru  yang tidak ada tuntunannya dari Allah dan Rasul-Nya. Penganut bid’ah tidak akan  mendapat taufik untuk memperoleh husnul khatimah, terutama penganut bid’ah yang  sudah mendapatkan peringatan dan nasehat atas kebid’ahannya. Semoga Allah  memelihara diri kita dari kehinaan itu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terus menerus berbuat maksiat dengan menganggap remeh dan sepele  perbuatan-perbuatan maksiat tersebut, terutama dosa-dosa besar. Pelakunya akan  mendapatkan kehinaan di saat mati, disamping setan pun semakin memperhina  dirinya. Dua kehinaan akan ia dapatkan sekaligus dan ditambah lemahnya iman,  akhirnya ia mengalami su’ul khotimah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melecehkan agama dan ahli agama dari kalangan ulama, da’i, dan orang-orang  shalih serta ringan tangan dan lidah dalam mencaci dan menyakiti mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Lalai terhadap Allah dan selalu merasa aman dari siksa Allah. Allah  berfirman yang artinya, “Apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak  terduga-duga). Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang  yang merugi” (QS. Al A’raaf [7] : 99)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berbuat zalim. Kezaliman memang ladang kenikmatan namun berakibat  menakutkan. Orang-orang yang zalim adalah orang-orang yang paling layak  meninggal dalam keadaan su’ul khotimah. Allah berfirman yang artinya,  “Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”  (QS. Al An’aam [6] : 44)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berteman dengan orang-orang jahat. Allah berfirman yang artinya, “(Ingatlah)  hari ketika orang yang zalim itu menggigit dua tangannya, seraya berkata,  “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan yang lurus bersama Rasul. Kecelakaan  besarlah bagiku, kiranya aku dulu tidak menjadikan si fulan sebagai teman  akrabku” (QS. Al Furqaan [25] : 27-28)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersikap ujub. Sikap ujub pada hakikatnya adalah sikap seseorang yang merasa  bangga dengan amal perbuatannya sendiri serta menganggap rendah perbuatan orang  lain, bahkan bersikap sombong di hadapan mereka. Ini adalah penyakit yang  dikhawatirkan menimpa orang-orang shalih sehingga menggugurkan amal shalih  mereka dan menjerumuskan mereka ke dalam su’ul khotimah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Demikianlah beberapa hal yang bisa menyebabkan su’ul khotimah. Kesemuanya  adalah biang dari segala keburukan, bahkan akar dari semua kejahatan. Setiap  orang yang berakal hendaknya mewaspadai dan menghindarinya, demi menghindari  su’ul khotimah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tanda-tanda husnul khotimah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tanda-tanda husnul khotimah cukup banyak. Di sini kami menyebutkan sebagian  di antaranya saja :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Mengucapkan kalimat tauhid laa ilaaha illallaah saat meninggal. Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang akhir ucapan dari  hidupnya adalah laa ilaaha illallaah, pasti masuk surga” (HR. Abu Dawud dll,  dihasankan Al Albani dalam Irwa’ul Ghalil)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meninggal pada malam Jum’at atau pada hari Jum’at. Rasulullah shallallahu  ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap muslim yang meninggal pada hari atau malam  Jum’at pasti akan Allah lindungi dari siksa kubur” (HR.Ahmad)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meninggal dengan dahi berkeringat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, “Orang mukmin itu meninggal dengan berkeringat di dahinya” (HR. Ahmad,  Tirmidzi dll. dishahihkan Al Albani)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meninggal karena wabah penyakit menular dengan penuh kesabaran dan  mengharapkan pahala dari Allah, seperti penyakit kolera, TBC dan lain  sebagainya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wanita yang meninggal saat nifas karena melahirkan anak. Nabi shallallahu  ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang wanita yang meninggal karena melahirkan  anaknya berarti mati syahid. Sang anak akan menarik-nariknya dengan riang  gembira menuju surga” (HR. Ahmad)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Munculnya bau harum semerbak, yakni yang keluar dari tubuh jenazah setelah  meninggal dan dapat tercium oleh orang-orang di sekitarnya. Seringkali itu  didapatkan pada jasad orang-orang yang mati syahid, terutama syahid fi  sabilillah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mendapatkan pujian yang baik dari masyarakat sekitar setelah meninggalnya.  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati jenazah. Beliau mendengar  orang-orang memujinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda,  “Pasti (masuk) surga” Beliau kemudian bersabda, “kalian adalah para saksi Allah  di muka bumi ini” (HR. At Tirmidzi)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melihat sesuatu yang menggembirakan saat ruh diangkat. Misalnya, melihat  burung-burung putih yang indah atau taman-taman indah dan pemandangan yang  menakjubkan, namun tidak seorangpun di sekitarnya yang melihatnya. Kejadian itu  dialami sebagian orang-orang shalih. Mereka menggambarkan sendiri apa yang  mereka lihat pada saat sakaratul maut tersebut dalam keadaan sangat berbahagia,  sedangkan orang-orang di sekitar mereka tampak terkejut dan tercengang  saja.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana kita menyambut kematian?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudara tercinta, sambutlah sang kematian dengan hal-hal berikut :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dengan iman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya,  Hari Akhir, dan takdir baik maupun buruk.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan menjaga shalat lima waktu tepat pada waktunya di masjid secara  berjama’ah bersama kaum muslim dengan menjaga kekhusyu’an dan merenungi  maknanya. Namun, shalat wanita di rumahnya lebih baik daripada di masjid.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan mengeluarkan zakat yang diwajibkan sesuai dengan takaran dan  cara-cara yang disyari’atkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan melakukan puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap  pahala.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan melakukan haji mabrur, karena pahala haji mabrur pasti surga.  Demikian juga umrah di bulan Ramadhan, karena pahalanya sama dengan haji bersama  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah, yakni setelah melaksanakan yang  wajib. Baik itu shalat, zakat, puasa maupun haji. Allah menandaskan dalam sebuah  hadits qudsi, “Seorang hamba akan terus mendekatkan diri kepada-Ku melalui  ibadah-ibadah sunnah, hingga Aku mencintai-Nya”&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan segera bertobat secara ikhlas dari segala perbuatan maksiat dan  kemungkaran, kemudian menanamkan tekad untuk mengisi waktu dengan banyak memohon  ampunan, berdzikir, dan melakukan ketaatan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan ikhlas kepada Allah dan meninggalkan riya dalam segala ibadah,  sebagaimana firman Allah yang artinya, “Padahal mereka tidak disuruh kecuali  supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan  agama yang lurus” (QS. Al Bayyinah [98] : 5)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan mencintai Allah dan Rasul-Nya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hal itu hanya sempurna dengan mengikuti ajaran Nabi, sebagaimana yang Allah  firmankan yang artinya, “Katakanlah, ‘Jika kamu benar-benar mencintai Allah,  ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’. Allah Maha  pengampun lagi Maha penyayang” (QS. Ali Imran [3] : 31)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan mencintai seseorang karena Allah dan membenci seseorang karena Allah,  berloyalitas karena Allah dan bermusuhan karena Allah. Konsekuensinya adalah  mencintai kaum mukmin meskipun saling berjauhan dan membenci orang kafir  meskipun dekat dengan mereka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan rasa takut kepada Allah, dengan mengamalkan ajaran kitab-Nya, dengan  ridha terhadap rezeki-Nya meski sedikit, namun bersiap diri menghadapi Hari  Kemudian. Itulah hakikat dari takwa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dengan bersabar menghadapi cobaan, bersyukur kala mendapatkan kenikmatan,  selalu mengingat Allah dalam suasana ramai atau dalam kesendirian, serta selalu  mengharapkan keutamaan dan karunia dari Allah. Dan lain-lain&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;(dicuplik dari &lt;em&gt;Misteri Menjelang Ajal, Kisah-Kisah Su’ul Khatimah dan  Husnul Khatimah&lt;/em&gt;, penerjemah Al Ustadz Abu ‘Umar Basyir hafizhahullah).  Semoga sholawat dan salam terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada sanak  keluarga beliau dan para sahabat beliau&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-6976669434316308928?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/6976669434316308928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/09/perjalanan-menyambut-kematian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/6976669434316308928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/6976669434316308928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/09/perjalanan-menyambut-kematian.html' title='Perjalanan Menyambut Kematian'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-2125683390820123983</id><published>2009-09-08T08:44:00.003+07:00</published><updated>2009-09-08T08:54:16.620+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AHKAM'/><title type='text'>Ketika Poligami Dicemooh (Suatu penjelasan syar'i pada mereka yang menolak poligami)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SqW5MPl8a8I/AAAAAAAAAbI/_iIQTmSzYP8/s1600-h/in_polygamy_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 231px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SqW5MPl8a8I/AAAAAAAAAbI/_iIQTmSzYP8/s320/in_polygamy_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378908949959175106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;"Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap perempuan-perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu khawatir tidak dapat berlaku adil (dalam hal-hal yang bersifat lahiriah jika mengawini lebih dari satu), maka kawinilah seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya."&lt;/i&gt; (QS. An Nisa :3).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;      Lantas siapakah yang berani mengharamkan yang sudah dihalalkan Allah? Melainkan hanyalah orang-orang fasiq yang berkata, "kami dengar, tapi kami tidak taat." Seperti Ahli Kitab yang beriman kepada sebahagian kitab dan mengingkari sebahagiannya lagi. &lt;i&gt;”Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. “&lt;/i&gt; (QS. Al-Baqarah : 85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   Tidak hanya dalam Islam, di dalam agama lain pun Poligami itu dibolehkan. Di dalam Injil Perjanjian Lama diceritakan bahwa Nabi Dawud mempunyai isteri tiga ratus orang, dan Nabi Sulaiman mempunyai tujuh ratus orang isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Astaghfirullah.... Ya Allah, ampunilah mereka yang mencela, yang mungkin belum paham bahwa poligami itu sesungguhnya dihalalkan. Kalau kita memang tidak mau berpoligami, ya itu hak masing-masing orang. Tapi jangan sampai menjadi mencela orang yang berpoligami, apalagi sampai mengharamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                 Setiap orang berbeda kemampuan dan kebutuhannya. Belum tentu yang berpoligami itu lebih buruk daripada yang monogami. Ada yang monogami tapi akhlaknya buruk kepada isterinya. Tapi ada juga yang berpoligami tapi akhlaknya baik kepada kedua isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Poligami Adalah Pilihan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;          Jadi hal ini, poligami, adalah masalah pilihan pada sebuah situasi, yang tentu berbeda pada setiap manusia, dan sebuah solusi bagi permasalahan sosial.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;i&gt;"Jika kamu takut tidak bisa berbuat adil maka (nikahilah) satu isteri."&lt;/i&gt; (An-Nisa': 3).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;        Berpoligami itu tidak mudah karena harus memiliki syarat bisa berlaku adil. Jika tidak, maka &lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa yang mempunyai dua isteri, kemudian lebih mencintai kepada salah satu di antara keduanya maka ia datang pada hari kiamat sedangkan tubuhnya miring sebelah."&lt;/i&gt; (HR. Al Khamsah).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;"Dan kamu sekali-kali ridak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung.."&lt;/i&gt; (An-Nisa': 129).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;           Semoga bagi suami yang berpoligami mendapat pahala dari Allah swt karena sudah bersedia menolong saudarinya. Dan sang isteri pertama semoga mendapatkan jannah-Nya, atas kesabarannya. Pun isteri kedua, semoga juga mendapatkan jannah, karena membantu Rumah Tangga suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                            Walau penulis pribadi dan mungkin golongan seperti penulis, jujur saja tidak mau poligami, tapi yang jelas.. jangan mencemooh dan jangan mengharamkan poligami! Karena&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;i&gt;"Siapakah hukumnya yang lebih baik selain hukum Allah untuk orang-orang yang mau beriman?"&lt;/i&gt; (al-Maidah: 50). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-2125683390820123983?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/2125683390820123983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/09/ketika-poligami-dicemooh-suatu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/2125683390820123983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/2125683390820123983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/09/ketika-poligami-dicemooh-suatu.html' title='Ketika Poligami Dicemooh (Suatu penjelasan syar&apos;i pada mereka yang menolak poligami)'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SqW5MPl8a8I/AAAAAAAAAbI/_iIQTmSzYP8/s72-c/in_polygamy_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-7760133638257717114</id><published>2009-09-08T08:37:00.000+07:00</published><updated>2009-09-08T08:38:22.708+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Salafus Sholeh'/><title type='text'>Permohonan si Miskin dan si Kaya</title><content type='html'>Nabi Musa AS memiliki ummat yang jumlahnya sangat banyak dan umur mereka panjang-panjang. Mereka ada yang kaya danjuga ada yang miskin. Suatu hari ada seorang yang miskin datang menghadap Nabi Musa AS. Ia begitu miskinnya pakaiannya compang-camping dan sangat lusuh berdebu. Si miskin itu kemudian berkata kepada Baginda Musa AS, "Ya Nabiullah, Kalamullah, tolong sampaikan kepada Allah SWT permohonanku ini agar Allah SWT menjadikan aku orang yang kaya. Nabi Musa AS tersenyum dan berkata kepada orang itu, "saudaraku, banyak-banyaklah kamu bersyukur kepada Allah SWT. Si miskin itu agak terkejut dan kesal, lalu ia berkata, Bagaimana aku mau banyak bersyukur, aku makan pun jarang, dan pakaian yang aku gunakan pun hanya satu lembar ini saja"!. Akhirnya si miskin itu pulang tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya. Beberapa waktu kemudian seorang kaya datang menghadap Nabi Musa AS. Orang tersebut bersih badannya juga rapi pakaiannya. Ia berkata kepada Nabi Musa AS, "Wahai Nabiullah, tolong sampaikan kepada Allah SWT permohonanku ini agar dijadikannya aku ini seorang yang miskin, terkadang aku merasa terganggu dengan hartaku itu. Nabi Musa AS pun tersenyum, lalu ia berkata, "wahai saudaraku, janganlah kamu bersyukur kepada Allah SWT. Ya Nabiullah, bagaimana aku tidak bersyukur kepada Alah SWT?. Allah SWT telah memberiku mata yang dengannya aku dapat melihat. Telinga yang dengannya aku dapat mendengar. Allah SWT telah memberiku tangan yang dengannya aku dapat bekerja dan telah memberiku kaki yang dengannya aku dapat berjalan, bagaimana mungkin aku tidak mensyukurinya", jawab si kaya itu. Akhirnya si kaya itu pun pulang ke rumahnya. Kemudian terjadi adalah si kaya itu semakin Allah SWT tambah kekayaannya karena ia selalu bersyukur. Dan si miskin menjadi bertambah miskin. Allah SWT mengambil semua kenikmatan-Nya sehingga si miskin itu tidak memiliki selembar pakaianpun yang melekat di tubuhnya. Ini semua karena ia tidak mau bersyukur kepada Allah SWT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-7760133638257717114?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/7760133638257717114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/09/permohonan-si-miskin-dan-si-kaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/7760133638257717114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/7760133638257717114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/09/permohonan-si-miskin-dan-si-kaya.html' title='Permohonan si Miskin dan si Kaya'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-8707120277317856128</id><published>2009-09-08T08:31:00.001+07:00</published><updated>2009-09-08T08:37:44.530+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Salafus Sholeh'/><title type='text'>Kambing dan Alat Tenun</title><content type='html'>Imam Ahmad telah memberitakan dari Humaid bin Hilal, dia berkata: Ada seorang lelaki yang sering berulang-alik di kampung kami, lalu dia membawa cerita yang aneh-aneh kepada orang-orang kampung. Dia bercerita: Suatu ketika aku datang ke Madinah dalam rombongan dagang, lalu aku menjual semua barang-barang yang aku bawa. Aku berkata kepada diriku: Mengapa aku tidak pergi kepada orang lelaki yang membawa ajaran baru itu, barangkali aku dapat mendengar berita-berita yang aneh untuk aku bawa kembali bersamaku?! Aku pun pergi kepada Rasulullah SAW untuk bertanya sesuatu, lalu Beliau menunjuki arah sebuah rumah, katanya: Ada seorang wanita yang tinggal di rumah itu . Pernah dia mengikut tentera Islam berjihad, dan ditinggalkannya 12 ekor kambingnya dan sebuah alat tenunan yang digunakannya untuk menenun pakaian. Apabila dia kembali dari berjihad, didapati kambingnya hilang seekor, dan alat tenunannya pun hilang. Dia merasa sedih atas kehilangannya itu. Maka dia pun mengangkat kedua belah tangan berdoa kepada Tuhannya dengan penuh kesungguhan, katanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhanku! Engkau telah berikan jaminan bahwa siapa yang keluar berjihad pada jalanmu, Engkau akan pelihara harta bendanya, dan sekarang aku telah kehilangan seekor kambing, dan alat tenunanku. jadi aku minta ganti kambing yang hilang dan alat tenunanku itu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW terus menceritakan betapa sungguh-sungguhnya dia berdoa dan memohon kepada Tuhannya, sehingga pada esok harinya dia mendapati di pintu rumahnya kambingnya yang hilang itu dengan seekor kambing lagi bersamanya. Begitu juga dia melihat alat tenunannya ada di situ dengan satu alat tenun yang lain. Itulah ceritanya, kata Rasulullah SAW dan jika engkau mau, pergilah kepadanya di rumah itu, dan tanyalah dia cerita itu! "Tidak", jawabku, "akan tetapi aku percaya semua yang engkau katakan itu!"&lt;br /&gt;(Majma'uz-Zawaid 5:277)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-8707120277317856128?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/8707120277317856128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/09/kambing-dan-alat-tenun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/8707120277317856128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/8707120277317856128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/09/kambing-dan-alat-tenun.html' title='Kambing dan Alat Tenun'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-7514171677464684467</id><published>2009-09-08T08:29:00.000+07:00</published><updated>2009-09-08T08:31:05.433+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Salafus Sholeh'/><title type='text'>Keberanian Saad bin Abu Waqqash ra.</title><content type='html'>Ibnu Asakir telah mengeluarkan dari Az-Zuhri dia telah berkata: Pada suatu hari Rasulullah SAW telah mengutus Sa'ad bin Abu Waqqash ra. untuk mengetuai suatu pasukan ke suatu tempat di negeri Hijaz yang dikenal dengan nama Rabigh. Mereka telah diserang dari belakang oleh kaum Musyrikin, maka Sa'ad bin Abu Waqqash ra. mengeluarkan panah-panahnya serta memanah mereka dengan panah-panah itu. Dengan itu, maka Sa'ad bin Abu Waqqash ra. menjadi orang pertama yang memanah di dalam Islam, dan peristiwa itu pula menjadi perang yang pertama terjadi di dalam Islam. (Al-Muntakhab 5:72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                         Ibnu Asakir mengeluarkan dari Ibnu Syihab, dia berkata: Pada hari pertempuran di Uhud Sa'ad bin Abu Waqqash ra. telah membunuh tiga orang Musyrikin dengan sebatang anak panah. Dipanahnya seorang, lalu diambilnya lagi panah itu, kemudian dipanahnya orang yang kedua dan seterusnya orang yang ketiga dengan panah yang sama. Ramai para sahabat merasa heran tentang keberanian Sa'ad itu. Maka Sa'ad berkata: Nabi SAW yang telah memberikanku keberanian itu, sehingga aku menjadi begitu berani sekali. (Al-Muntakhab 5:72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                         Bazzar telah mengeluarkan dari Abdullah bin Mas'ud ra. dia berkata: Pada hari pertempuran di Badar, Sa'ad bin Abu Waqqash ra. telah menyerang musuh dengan berkuda dan dengan berjalan kaki. (Majma'uz Zawa'id 6:82)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-7514171677464684467?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/7514171677464684467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/09/keberanian-saad-bin-abu-waqqash-ra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/7514171677464684467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/7514171677464684467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/09/keberanian-saad-bin-abu-waqqash-ra.html' title='Keberanian Saad bin Abu Waqqash ra.'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-5220766724366199410</id><published>2009-08-28T08:01:00.003+07:00</published><updated>2009-08-28T08:04:49.953+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita International'/><title type='text'>Muslim Malaysia Tak Boleh Nonton Konser Musik!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SpcsjFmZlTI/AAAAAAAAAbA/XlXDAgVsuy4/s1600-h/music_concert_calendar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 265px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SpcsjFmZlTI/AAAAAAAAAbA/XlXDAgVsuy4/s400/music_concert_calendar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374813661600257330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kuala Lumpur - Muslim Malaysia telah dilarang secara resmi mendatangi sebuah konser musik yang akan dibawakan grup hip hop Amerika bernama Black Eyed Peas. Konser tersebut disponsori oleh Guinness yang di Indonesia dikenal sebagai merek Bir (khamr), Guinness adalah perusahaan minuman keras terbesar yang dimiliki oleh group Diageo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ini dilakukan setelah pengadilan Islam Malaysia memvonis seorang perempuan Muslim 32 tahun dengan hukuman cambuk, setelah wanita tersebut kedapatan sedang menenggak bir di sebuah hotel. Partai oposisi Muslim negeri itu kemudian melakukan langkah untuk menentang penjualan bir di negeri yang akhir-akhir ini kerap bersinggungan dengan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konser musik ini akan dilangsungkan dalam rangka perayaan perusahaan Guinness tersebut yang ke 250 tahun. Dalam website miliknya di laman www.arthursday.com.my tertulis "apakah kamu non-Muslim berumur 18 tahun keatas?" dan jika jawabannya TIDAK, maka anda tidak diperbolehkan masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim di Malaysia terhitung sebesar 55 persen dari jumlah penduduk 27 juta di negeri yang terletak di Asia Tenggara ini dan disini, Muslim dilarang secara resmi mengkonsumsi alkohol walaupun peraturan mengenai itu sudah mendapatkan cemoohan, terutama di kota-kota besar seperti ibukota Kuala Lumpur (KL).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guinness Malaysia yang melakukan penjualan bersama produk-produknya yang lain pada tahun 2008 mendapat keuntungan 1,2 Milyar ringgit Malaysia atau setara dengan 340,5 juta dolar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun jika konser musik diadakan di Malaysia dan tanpa embel-embel alkohol, konser musik tersebut akan mendapatkan pengawasan ketat. Awal pekan ini, PAS atau Partai Islam se-Malaysia menginginkan grup band asal Denmark Michael Learn to Rock dilarang manggung di Malaysia karena konser seperti ini dapat menyebabkan ketidak moralan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 2007, PAS partai kedua terbesar di Malaysia ini melalui anggota-anggotanya sudah mengakampanyekan panolakan keras terhadap konser-konser musik seperti Beyonce, Rihanna, Gwen Stefani dan Avril Lavigne.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri yang akhir-akhir ini kerap bersitegang dengan Indonesia, ya paling tidak Indonesia yang merasa tegang, berani menentang konser-konser tak Islami, walaupun Malaysia juga bukan negara Islam. Bagaimana dengan Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim, dan juga katanya mempunyai partai Islam besar yang mengaku partai islami (red. partai kafir) beranikah mereka melarang hal itu? Beranikah Indonesia melakukan pelarangan atau penentangan-penentangan konser musik tak berguna tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[muslimdaily.net/ast]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-5220766724366199410?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/5220766724366199410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/08/muslim-malaysia-tak-boleh-nonton-konser.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/5220766724366199410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/5220766724366199410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/08/muslim-malaysia-tak-boleh-nonton-konser.html' title='Muslim Malaysia Tak Boleh Nonton Konser Musik!!!'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SpcsjFmZlTI/AAAAAAAAAbA/XlXDAgVsuy4/s72-c/music_concert_calendar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-4694118399651275721</id><published>2009-08-28T07:48:00.004+07:00</published><updated>2009-08-28T08:00:47.613+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Buletin Mingguan'/><title type='text'>Tahanan Wanita di Iran Diperkosa Dahulu Sebelum di Eksekusi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SpcpnQE4qmI/AAAAAAAAAa4/rHQWRBOz1Nk/s1600-h/iran_rape_prisonner.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 316px; height: 237px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SpcpnQE4qmI/AAAAAAAAAa4/rHQWRBOz1Nk/s320/iran_rape_prisonner.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374810434597071458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Para anggota milisi Basij Iran yang ditakuti, melakukan perkosaan terhadap para tahanan wanita yang masih perawan sebelum para tahanan wanita itu dihukum mati. Mereka yang diperkosa adalah para tahanan wanita yang divonis hukuman mati dan masih perawan. Perkosaan ini adalah "ritual" wajib , kata salah satu anggota milisi Basij tersebut.&lt;p&gt;salah seorang anggota milisi yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa ini adalah bagian perintah dari pemimpin tinggi Iran Ali Khameini. Kepada The Jerusalem Post anggota milisi ini mengatakan bahwa pada saat berumur 18 tahun ia pernah diberi "kehormatan" oleh Khameini untuk sementara waktu "menikahi" tahanan wanita muda sebelum mereka dieksekusi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di negara penganut aliran Syiah yang sesat ini, adalah ilegal mengeksekusi mati wanita jika ia masih perawan, kata salah satu mantan anggota milisi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, pemerintah mengatur pesta "pernikahan" semalam sebelum si tahanan wanita dieksekusi, dan si wanita dipaksa untuk melayani nafsu seksual si laki-laki , lapor situs Fox News.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah digauli suami "barunya", maka si tahanan wanita sudah "halal" untuk dieksekusi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Aku sangat menyesal, walaupun pernikahan itu sah dan legal disini", kata mantan milisi tersebut kepada Jerusalem Post. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa tahanan wanita diberi obat tidur untuk membuat mereka tidak sadar, karena biasanya mereka melawan saat akan diperkosa, mereka lebih takut pada malam pertama mereka daripada saat menghadapi hari eksekusi mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Aku dengar mereka manangis keras dan berteriak-teriak setelah proses perkosaan itu selesai", kata mantan milisi tersebut. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Aku tidak akan bisa lupa bagaimana salah satu gadis tersebut mencakari wajah dan lehernya sendiri dengan kuku-kukunya setelah ia digauli. Ia mengalami luka parah akibat cakaran kukunya sendiri", tutup mantan milisi tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikianlah praktek sesat aliran Syiah yang keluar dari Islam. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tidak Mengagetkan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menanggapi berita seputar praktek memilukan dan memalukan negeri Syiah raya Iran ini, ustadz Muhammad Thalib - amir Majelis Mujahidin Indonesia- yang dikenal juga sebagai pengamat Syiah merasa tidak kaget. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Saya tidak kaget jika memang pemerintahan Iran melakukan tindakan seperti itu (perkosaan atas tahanan wanita-red)." ujarnya kepada redaksi Muslimdaily saat dihubungi via telepon.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Kalau mau lihat kebobrokan Syiah, silakan saudara membaca buku &lt;em&gt;"Attasayu' was Syi'ah"&lt;/em&gt; tulisan Ayatollah Ahmad Kasrani, akan lebih banyak hal-hal yang menjijikkan yang ada di sana." ungkapnya kepada Muslimdaily.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam rukun Syiah, banyak hal-hal yang sama sekali tidak sesuai dengan ajaran Islam. Salah satunya adalah Nikah Mut'ah (Nikah Kontrak untuk waktu tertentu). Oleh ustadz Thalib dikatakan bahwa Mut'ah merupakan Rukunnya. Jika belum Mut'ah maka belum sempurna ke-syi'ah-annya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Intinya, Syiah itu bukan Islam. Syiah adalah orang kafir." ujarnya menutup pembicaraan kepada Muslimdaily via telepon. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;[muslimdaily.net/news.com.au]&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terus kenapa kita harus memuja Ahmad Dinedjad padahal dia juga orang syiah meski dia menentang amerika dan israel tapi menyalah gunakan ajaran islam adalah kemungkaran terbesar dimuka bumi ini yang sama dengan kaum babi dan kera (Israel), Janganlag anda tertipu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Waspadalah-waspadalah.....!!!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-4694118399651275721?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/4694118399651275721/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/08/para-anggota-milisi-basij-iran-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/4694118399651275721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/4694118399651275721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/08/para-anggota-milisi-basij-iran-yang.html' title='Tahanan Wanita di Iran Diperkosa Dahulu Sebelum di Eksekusi'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_F1YiUE14_So/SpcpnQE4qmI/AAAAAAAAAa4/rHQWRBOz1Nk/s72-c/iran_rape_prisonner.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8357467408184855933.post-3828464056890078172</id><published>2009-06-24T12:35:00.004+07:00</published><updated>2009-06-24T12:50:55.156+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DEMOKRASI'/><title type='text'>Pilih Islam atau Demokrasi ...???</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;PILPRES sebentar jangan terkecoh janji-jinji busuk hambanya thogut, NYONTRENG NO GOLPUT YES...!!&lt;br /&gt;&lt;img height="595 weidth=" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Admin/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Admin/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8357467408184855933-3828464056890078172?l=jundullah-online.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://jundullah-online.blogspot.com/feeds/3828464056890078172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/06/pilih-islam-atau-demokrasi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/3828464056890078172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8357467408184855933/posts/default/3828464056890078172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://jundullah-online.blogspot.com/2009/06/pilih-islam-atau-demokrasi.html' title='Pilih Islam atau Demokrasi ...???'/><author><name>jundullah-online</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07362030031397707511</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='07894377445636951326'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry></feed>